Biologi

Kenali 6 Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Enzim Beserta Penjelasannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Enzim adalah sebuah senyawa kimia jenis protein yang berfungsi sebagai katalisator.  Enzim sangat diperlukan oleh tubuh terutama untuk proses metabolisme. Oleh sebab itu hal-hal berikut ini penting untuk diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap aktivitas enzim. 

1. Temperatur 

Enzim merupakan molekul protein yang sangat bergantung pada keadaan lingkungan sekitar. Sehingga perubahan temperatur akan sangat berpengaruh terhadap proses kinerja enzim. 

Suatu enzim akan bekerja secara maksimal ketika berada di suhu yang terbaik. Jika terlalu rendah maka enzim akan bergerak lebih lambat dan membutuhkan waktu yang lama untuk bereaksi. Namun apabila suhu terlalu tinggi maka enzim akan terdenaturasi sehingga aktivasi katalisnya tidak dapat berfungsi lagi. 

Suhu yang optimal untuk enzim tergantung pada jenis mikroorganisme. Rata-rata enzim akan bekerja dengan baik pada suhu 20-50 °C. Namun ada juga enzim yang bekerja dengan suhu antara 50-80 °C yaitu enzim golongan hipertermozim. 

2. Tingkat Keasaman atau Ph

Selain suhu, tingkat keasaman atau derajat Ph akan berpengaruh terhadap cara kerja enzim. Hal tersebut dikarenakan di dalam struktur enzim terdapat interaksi ionik yang dapat menstabilkan enzim yang membantu enzim untuk mengenali substratnya. Pada umumnya enzim akan bekerja secara maksimal apabila berada pada tingkat  keasaman normal yaitu antara 6-8. 

Ada beberapa enzim yang bekerja dengan tingkat keasaman yang tinggi seperti enzim pepsin di lambung. Enzim tersebut bekerja pada Ph 2. Namun kinerja enzim akan terganggu apabila Ph terlalu besar. Hal tersebut akan menghambat interaksi non kovalen sehingga enzim menjadi tidak stabil dan mengalami denaturasi

3. Konsentrasi Substrat

Besar kecilnya substrat juga kab berpengaruh terhadap aktivitas enzim terutama pada kecepatan reaksinya. Semakin rendah konsentrasi substrat maka akan semakin lambat laju reaksi dan begitu sebaliknya. Laju reaksi akan terus bertambah hingga memperoleh  laju konstan. Hal tersebut terjadi apabila seluruh substrat telah terikat dengan seluruh sisi aktif enzim. 

Terdapat beberapa enzim yang hanya dapat dengan molekul substratnya yang khusus. Hal tersebut terjadi apabila terjadi perbedaan derajat stereospesifitas pada enzim. 

4. Konsentrasi Enzim

Konsentrasi enzim akan berpengaruh terhadap laju reaksi. Hubungan konsentrasi enzim dengan laju reaksi adalah berbanding lurus. Artinya adalah apabila semakin tinggi tinggi tingkat konsentrasi enzim maka akan semakin cepat laju reaksi dan semakin rendah konsentrasi enzim maka laju reaksi akan melambat. 

5. Inhibitor Enzim

Inhibitor adalah senyawa penghambat yang dapat menghentikan proses reaksi enzim dan substrat. Inhibitor terbagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Inhibitor Kompetitif
    Inhibitor kompetitif akan terjadi apabila terdapat suatu molekul yang terkait dengan sisi aktif enzim selain substrat.  Struktur kimia dari inhibisi ini mirip dengan substrat sehingga dapat terkait satu sama lain dengan enzim. Namun adanya inhibisi ini akan menghambat substrat sehingga reaksi akan berhenti. 
  • Inhibitor non-Kompetitif
  • Inhibitor non-kompetitif adalah senyawa molekul yang menempel pada sisi alosterik yaitu bagian selain sisi aktif enzim. Akibatnya enzim dan substrat tidak dapat berkaitan. Struktur kimia dari inhibitor non-kompetitif berbeda bahkan tidak mirip dengan substrat

6. Aktivator

Aktivator merupakan kebalikan dari inhibitor yakni senyawa yang dapat mendukung kerja enzim. Adanya aktivator akan mempercepat kinerja enzim. Contoh zat yang merupakan aktivator logam alkali tanah, K, dan Co.