Kewirausahaan

Kelebihan dan Kekurangan Cooperative Advertising

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tidak menutup kemungkinan apabila usaha tersebut mendapatkan peluang kerja sama dengan pihak produsen untuk lebih mempromosikan produk. Metode marketing berbasis kerja sama ini seringkali disebut dengan cooperative advertising.

Secara garis besar, cooperative advertising ini merupakan sebuah metode periklanan yang mengandalkan hubungan kerja sama antara dua pihak. Biasanya antara pihak produsen dan pihak penjual. Penerapannya hanya mneggunakan metode periklanan yang konvensional karena memang ranahnya yang hanya mencakup daerah lokal.

Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan dari cooperative advertising ini?

Kelebihan Cooperative Advertising

Berikut kelebihan cooperative advertising yang membuat banyak usaha kecil memilih untuk menerapkannya.

  • Meminimalisir Pengeluaran Anggaran

Promosi produk yang dilakukan didasarkan pada kerja sama dan tidak hanya satu pihak saja yang harus mengeluarkan anggaran untuk itu melainkan pihak satunya lagi juga dituntut untuk bisa mengeluarkan modal serupa.

Hal tersebut karena keuntungan dari proses promosi yang dilakukan nantinya akan diterima oleh kedua belah pihak. Baik produsen yang memiliki produk dan pihak penjual yang membantu mempromosikan produk tersebut.

Metode marketing atau promosi seperti ini lebih banyak diterapkan oleh bisnis bisnis yang masih kecil karena memang anggaran yang dikeluarkan untuk ini tidaklah besar namun keuntungan yang diperoleh nantinya justru lebih besar.

Sesuai dengan tujuan utama dari marketing untuk bisa membuat produk lebih mudah dikenal oleh konsumen. Terlebih proses pemasarannya yang menggunakan media iklan seperti televisi ataupun radio lebih mudah produk untuk diketahui oleh masyarakat luas.

Walaupun proses promosi belum menyentuh metode metode modern, namun hal tersebut sama sekali tidak menghalangi produk untuk dikenal luas oleh masyarakat.

Dalam kata lain, metode periklanan seperti ini masih cukup efektif untuk diterapkan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dengan produk.

  • Menambah Pelanggan Baru

Dengan adanya cooperative adevertising tentunya pihak perusahaan dan penjual ingin menjangkau konsumen yang lebih luas. Dengan diterapkannya model advertising yang satu ini tentunya akan semakin mempermudah seller untuk menjangkau para pelanggan baru.

Terlebih sebelumnya untuk seller seller kecil seringkali tidak terlalu menerapkan strategi marketing berupa promosi promosi seperti ini. Namun dengan adanya cooperative marketing ini tentunya pelanggan baru menjadi lebih mengenal seller dan produknya.

Kekurangan Cooperative Advertising

Adapun kekurangan dari cooperative advertising yang perlu untuk dipertimbangkan kembali adanya.

  • Kurang Terlihat

Hal ini karena media yang digunakan masih media periklanan konvensional dengan ranah jangkau yang hanya berada di daerah lokal membuat penerapan dari cooperative advertising ini dirasa belum cukup efektif.

Padahal bisa dikatakan bahwa aspek visibilitas dari promosi atau marketing yang dilakukan oleh pihak perusahaan dengan seller ini sangat penting. Sangat penting dan sangat mempengaruhi peningkatan penjualan produk nantinya.

  • Kurang Efektif dalam Menyampaikan Pesan

Sesuai dengan istilahnya yakni cooperative advertising yang mana periklanan yang dilakukan melibatkan dua pihak yang nantinya diuntungkan dengan meningkatnya jumlah penjualan produk ataupun dengan semakin dikenalnya penjual oleh konsumen.

Walaupun begitu sistem kerja sama periklanan ini juga harus membuat penyampaian informasi yang berkaitan dengan perusahaan dengan yang disampaikan oleh seller harus dibagi sama rata. Hal ini tentunya mempengaruhi ketidakefektifan pesan atau informasi yang disampaikan oleh kedua belah pihak tersebut.

Sehingga pesan atau informasi yang disampaikan kurang bisa diterima dan dipahami. Tentunya hal tersebut semakin membuat pihak yang berikaln sulit untuk mengajak konsumen guna membeli produk.