Ketahanan Nasional: Pengertian dan Perkembangan Teorinya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ketahanan nasional merupakan istilah yang khas di Negara Indonesia. Istilah itu baru didengar sekitar awal tahun 1960. Dan makin populer dikenal oleh masyarakat setelah tahun 1965.

Hal itu didukung pasca terjadinya tragedi G30S/PKI, yang selanjutnya dibentuk sebuah Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas). Lemhannas yang mulai menyempurnakan istilah ketahanan nasional di Indonesia.

Pengertian Ketahanan Nasional

Apabila dilihat secara konstitusional, ketahanan nasional merupakan sebuah kondisi dinamis yang diartikan sebagai integrasi dan kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara.

Dalam hakikatnya, ketahanan nasional merupakan kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa dalam rangka menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negaranya.

Sebuah ketahanan nasional dianggap sangat penting dalam menuju kejayaan bangsa dan negara. Pengertian ketahanan nasional secara politik hukum adalah konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam kehidupan nasional. Yang pelaksanaan serta penyelenggaraannya didasarkan pada pancasila dan UUD 1945.

Sedangkan apabila diartikan secara operasional, ketahanan nasional Indonesia merupakan kondisi dinamis yang berisi keuletan dan ketangguhan.

Dalam pelaksanaannya dikembangkan sebagai kekuatan nasional dalam rangka menghadapi dan mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan serta gangguan. Secara tidak langsung dapat membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup, serta perjuangan mencapai tujuan nasional.

Berdasarkan pengertian di atas, ketahanan nasional pada dasarnya merupakan hasil dari interaksi dua faktor yakni ATHG ( Ancaman, tantangan, hambatan, serta gangguan) dan faktor K4 (keuletan, ketangguhan, kemampuan dan kekuatan).

Kekuatan nasional sendiri terdiri atas wilayah yang luas, sumber daya alam yang  besar, kapasitas industri, penguasaan teknologi, kesiapsiagaan militer, kepemimpinan yang efektif, dan kualitas/kuantitas angkatan perang.

Perbedaan Kekuatan dan Ketahanan Nasional

Kekuatan nasional dan ketahanan nasional hampir memiliki persamaan arti. Namun, dalam perkembangannya, Bangsa Indonesia lebih memilih untuk menggunakan ungkapan ketahanan nasional.

Hal ini karena ketahanan nasional dipandang lebih sesuai dengan dinamika sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Perjuangan Indonesia yang telah terjadi selama berabad abad lamanya, yang berhasil untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sebagai sebuah bangsa. Keberhasilan Indonesia dalam mempertahankan kekuasaannya itu, diakibatkan adanya peran ketahanan nasional.

Berikut perbedaan secara rinci mengenai kekuatan dan ketahanan nasional.

No.National PowerKetahanan Nasional
1.Totalitas: kekuatan fisik dan abstrak, tetapi tidak termasuk(-kekuatan spritual.)Totalitas: kekuatan fisik dan abstrak+spritual
2.Ditujukan secara langsung untuk memelihara keamanan.Ditujukan secara langsung untuk memelihara keamanan dan kesejahteraan.
3.Penggunaannya secara langsung berupa kemampuan (power) terhadap pihak lawan.Melalui gabungan antara kekuatan, wibawa dan kemampuan terhadap  pihak lawan
4.Lebih menonjolkan faktor kekuatan fisik dari abstrakPertama digunakan kekuatan abstrak, jika gagal baru kekuatan fisik
5.Dalam upaya mewujudkan keamanan, pertama dengan penangkalan dan dengan menonjolkan pemberian hukuman terhadap pihak lawanLebih menonjolkan pendekatan persuasif

Perkembangan Teori Ketahanan Nasional

Sejak awal diperkenalkannya hingga saat ini, teori mengenai ketahanan nasional telah mengalami perkembangan.

Hal tersebut didukung dengan telah secara kritis yang dilakukan oleh beberapa pihak mengenai teori ketahanan nasional. Berikut perkembangan teori mengenai ketahanan nasional.

  • Ketahanan Nasional sebagai Kondisi Dinamis

Sebagai kondisi dinamis, teori ketahanan nasional mengacu kepada pengalaman empirik. Dalam hal ini berarti ketahanan nasional memiliki hubungan dengan keadaan nyata yang berkembang dalam masyarakat dan dapat diamati dengan panca indera manusia.

Dalam teori ini  yang menjadi fokus perhatian pengembangannya adalah adanya ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) di satu pihak, serta adanya keuletan dan ketangguhan untuk mengembangkan kekuatan dan kemampuan (K4) di pihak lain.

Untuk dapat memahami perkembangan kedua hal tersebut, maka bentuk kegiatan yang dapat dilakukan adalah mengadakan telaah strategi nasional (Telstranas). Dengan hal itu dapat diketahui ATHG yang di hadapi bangsa Indonesia di semua bidang dapat teratasi secara jangka panjang.

  • Ketahanan Nasional sebagai Konsepsi Pengaturan Negara

Dalam kaitan ini, maka fokus perhatian mengenai teori ketahanan nasional diarahkan pada upaya menata hubungan antara aspek kesejahteraan dan keamanan dalam arti luas.

Artinya suatu bangsa dan negara akan memiliki ketahanan nasional yang kuat dan kokoh apabila bangsa tersebut mampu menata kesejahteraan dan keamanan rakyatnya secara baik.

  • Ketahanan Nasional sebagai Metode Berpikir

Ketahanan nasional sebagai metode berpikir, mempunyai arti bahwa pendekatan khas ketahanan nasional yang membedakannya dengan metode-metode berpikir lainnya. Dalam perkembangan akademis dikenal dua metode berpikir yakni metode berpikir induktif dan deduktif.

Kedua metode yang sama juga digunakan dalam konsep ketahanan nasional. Namun, dengan suatu tambahan bahwa dalam metode berpikir ketahanan nasional seluruh bidang (gatra) dilihat secara utuh dan menyeluruh (komprehensif integral).

Hal itu dikarenakan metode berpikir ketahanan nasional disebut juga dengan metode berpikir secara sistemik.

fbWhatsappTwitterLinkedIn