Geografi

8 Negara yang Sudah Bubar di Dunia dan Aalasan Pembubarannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Siapa sangka ada banyak negara yang sudah bubar di dunia ini? Dalam perjalanan sejarah, terdapat beberapa negara adidaya atau negara besar yang bubar karena beberapa alasan.

Suatu negara biasanya akan terbentuk dalam waktu yang sangat lama. Namun pada kasus negara-negara yang sudah bubar, namanya benar-benar hilang dari muka bumi.

Sejak beberapa abad terakhir, terdapat beberapa negara yang bubar meski sempat jaya dan berpengaruh bagi peradaban dunia. Kini, nama dari negara-negara tersebut tinggal kenangan dan tidak tersisa sedikit pun. Berikut 10 negara yang sudah bubar di dunia.

  • Republik Sosialis Uni Soviet (1917-1991)

Nama negara Uni Soviet pasti tidak asing didengar oleh masyarakat dunia. Sebab, Uni Soviet sempat menjadi negara yang sangat berpengaruh pada awal abad ke-20. Sayangnya, Uni Soviet resmi runtuh pada tahun 1991 silam.

Negara komunis itu sempat menjadi ikon kejayaan komunisme pada abad tersebut. Berdiri di tahun 1917, Uni Soviet dibangun oleh Vladimir Lenin setelah kekacauan politik dan pecahnya kekaisaran Rusia Tsar Nicholas Romanov II usai Perang Dunia I.

Saat itu, Uni Soviet berhasil mengalahkan Nazi Jerman dan mengakhiri kepemimpinan Hitler yang diktator. Setelah menapaki posisi kejayaannya, Uni Soviet terpecah menjadi 15 negara berdaulat.

  • Austro-Hongaria (1867-1918)

Austro-Hungaria termasuk negara yang paling merasakan kehancuran akibat Perang Dunia I. Kehancuran Austro-Hungaria melahirkan beberapa negara baru antara lain Austria, Hungaria, Ceko, dan Yugoslavia. Sekelompok negara ini tidak memiliki bahasa dan identitas kebudayaan yang sama meski lahir dari satu negara besar.

  • Jerman Timur (1949-1990)

Usai Perang Dunia II, Jerman Timur dibentuk dan dikendalikan oleh Uni Soviet. Selama masa kemakmurannya, Jerman Timur dikenal karena kecenderungannya untuk menembak orang-orang yang berusaha menyebrangi Tembok Berlin. Bahkan, negara Jerman Timur tega menembaki warganya sendiri yang melintasi tembok tersebut.

Walau dikendalikan oleh Uni Soviet, keterbelakangan Jerman Timur dari sisi ekonomi membuat negara tersebut sulit untuk dikontrol. Uni Soviet tidak mampu menahan kendalinya dengan paham komunisme Jerman Timur.

Bubarnya Jerman Timur ditandai dengan runtuhnya Tembok Berlin yang memisahkan antara Jerman Timur dan Jerman Barat. Hingga akhirnya, Jerman Timur terintegrasi kembali dengan seluruh Jerman pada tahun 1990.

  • Cekoslowakia (1918-1992)

Cekoslowakia tergolong negara maju di Eropa sebelum Perang Dunia II terjadi. Negara ini terbentuk dari sisa-sisa kekaisaran Austro-Hongaria lama. Pada Maret 1939, Cekoslowakia dikuasai sepenuhnya oleh Jerman karena pengkhianatan Inggris dan Prancis pada 1938 di Munich. Selanjutnya, nama Cekoslowakia lenyap dari peta.

Dalam gejolak yang terjadi, wilayah Cekoslowakia ditempati oleh Soviet yang mengubahnya menjadi negara naungan Uni Soviet lama, sebelum akhirnya negara tersebut hancur pada 1991.

Meski demikian, Cekoslowakia tidak langsung menghilang begitu saja. Etnis Slav di bagian timur Cekoslowakia menuntut negara merdeka sendiri. Alhasil, muncul dua negara, yakni Republik Ceko di bagian barat, dan bangsa Slowakia di bagian timur. Saat ini, Republik Ceko mampu bertahan dengan kondisi ekonomi yang lebih ‘hidup’ di Eropa, sedangkan Slovakia jauh tertinggal.

  • Vietnam Selatan (1955-1975)

Vietnam Selatan terbentuk setelah terjadi pengusiran paksa Prancis dari Indo-Cina pada tahun 1954 silam. Dari kondisi tersebut, Vietnam terbagi menjadi dua. Bagian utara menjadi negara komunis, dan bagian selatan menjadi negara pseudo-demokratis.

Sama halnya dengan Korea, pembagian dua negara di Vietnam itu tak berjalan dengan baik. Sering terjadi peperangan pada dua negara tersebut hingga melibatkan Amerika Serikat. Peperangan dua negara bagian ini juga disebut perang paling mahal dalam sejarah Amerika.

Hingga akhirnya, Amerika memutuskan untuk meninggalkan Vietnam Selatan, dan negara tersebut berjuang sendiri pada tahun 1973. Di tahun 1975, Vietnam Selatan membubarkan diri dan bergabung dengan nama Vietnam yang didukung oleh Uni Soviet.

  • Yugoslavia (1918-1992)

Sama halnya dengan Cekoslowakia, Yugoslavia juga negara pecahan Kekaisaran Austro-Hongaria setelah Perang Dunia I. Sejak berdiri, Yugoslavia mempertahankan sistem monarki yang otokratis. Nazi bahkan sempat menyerbu Yugoslavia pada tahun 1941 hingga akhirnya menjadi milik Jerman.

Ketika Nazi runtuh pada 1945, Yugoslavia berhasil menghindari pendudukan Uni Soviet dan tidak menjadi negara komunis. Negara ini dipimpin oleh Marsekal Josip Tito, pemimpin yang diktator-sosialis. Yugoslavia tetap mempertahankan sistem republik sosialis otoriternya hingga tahun 1992 saat terjadi perselisihan internal dan nasionalisme muncul dalam perang saudara.

Selanjutnya, Yugoslavia terpecah menjadi enam negara, antara lain Slovenia, Kroasia, Bosnia, Serbia, Makedonia, dan Montenegro.

  • Tibet (1913-1951)

Tibet baru berdiri sebagai negara merdeka pada tahun 1913 meski sudah ribuan tahun lebih dikenal oleh dunia. Tibet sempat melawan Tiongkok Komunis pada tahun 1951 hingga diduduki oleh pasukan Mao. Kondisi tersebut membuat Tibet berakhir sebagai negara berdaulat.

Selanjutnya, Cina menduduki Tibet yang semakin panas di sepanjang tahun 1950-an. Hingga akhirnya, Tibet memberontak pada tahun 1959 yang mengakibatkan Cina mengambil paksa tanah wilayah tersebut. Selain itu, pemerintah Tibet bubar karena pemberontakan yang terjadi.

Sejak momen tersebut, Tibet resmi mengakhiri statusnya sebagai negara dan menjadi ‘wilayah’ dari Cina. Hingga hari ini, Tibet tetap menjadi destinasi wisata dengan kebudayaan yang menarik perhatian dunia. Kendati begitu, tidak menampik bahwa Tibet masih memiliki masalah dengan Beijing yang menjanjikan kemerdekaan.

  • Republik Persatuan Arab (1958-1971)

Awal berdirinya Republik Persatuan Arab adalah keinginan dari presiden sosialis Mesir, Gamel Abdel Nasser. Nasser mencetuskan ide untuk membuat satu kesatuan dengan negara tetangga, Suriah, dalam sebuah aliansi yang dapat mengepung Israel.

Sayangnya, berdirinya Republik Persatuan Arab yang sudah diperkirakan akan gagal sejak awal, tidak berjalan dengan baik. Suriah dan Mesir pun tidak pernah menyetujui pendirian negara kesatuan tersebut.

Kondisi Republik Persatuan Arab semakin rapuh ketika Nasser meninggal pada 1970. Kepergian Nasser membuat Republik Persatuan Arab menjadi berantakan, hingga akhirnya terpecah kembali ke negara masing-masing, yakni Mesir dan Suriah.