Umum

8 Hasil Penemuan Alexander Graham Bell

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Nama Alexander Graham Bell menjadi begitu akrab di telinga masyarakat dunia sebagai orang yang berjasa atas penemuan teleponnya.

Ia adalah seorang ilmuwan yang lahir di Edinburgh, Skotlandia pada 3 Maret 1847 dan meninggal pada 2 Agustus 1922 di Kanada. Bell selain merupakan seorang ilmuwan , ia juga seorang penemu, profesor dan juga insinyur serta guru bagi penyandang tuna rungu. 

Ia menempuh pendidikan di  Universitas Edinburgh namun kemudian pindah ke University College London. Bell sejak masih belia sudah menunjukkan ketertarikannya terhadap dunia eksperimen. Bersama dengan temannya ia kerap melakukan uji coba spesimen-spesimen botani

Rasa keingintahuannya itu terus bertambah hingga ia dewasa dan membawanya sebagai salah satu penemu yang mampu mengubah dunia. Sepanjang hidupnya Alexander Graham Bell memiliki total 18 hak paten atas penemuannya. Berikut ini adalah beberapa hasil dari penemuan Alexander Graham Bell.

1. Telephone 

Alexander Graham Bell dijuluki sebagai Bapak Telepon Dunia berkat penemuannya pada 7 maret 1876 ketika dirinya berusia 29 tahun.

Pada tahun ini juga Graham Bell mendapatkan hak paten terhadap penemuan telepon ini. Penemuannya ini diawali dari karirnya yakni di perusahaan telegraf yang kala itu sudah mula menunjukkan adanya kemajuan. 

Ia kemudian memulai eksperimennya pada  “phonautograph” yakni sebuah pena listrik yang dapat menangkap geombang suara. Karena membutuhkan pengetahuan yang lebih Bell pun meminta bantuan pada Joseph Henry dan dengan dibantu oleh Thomas Watson sebagai asistennya. Keduanya melanjutkan eksperimen bersama terhadap telegraf akustik dengan menggunakan banyak kabel buluh. 

Pada tanggal 2 Juni Watson tidak sengaja memutus kabel buluh tersebut namun justru saat itulah alat eksperimen mereka berhasil mengirimkan suara meskipun tidak begitu jelas.

2. Graphophone

Graphophone adalah yang serupa dengan fonograf namun merupakan versi yang lebih dikembangkan lagi. Alat perekam dan penghasil suara ini sebelumnya ditemukan oleh penemu Thomas Alva Edison lalu dikembangkan oleh Alexander Graham Bell.

Phonograph dari Edison kala itu masih rentan dan mudah rusak sehingga masih banyak dikembangkan oleh penemu dan ilmuwan lain termasuk Bell bersamaan dengan Tainter.

Bell dengan Tainter melakukan pengembangan dengan menggunakan teknik perekaman lateral yakni dengan memotong stylus dari sisi luar ke sisi dalam. Keduanya juga mengembangkan bagian silinder karton lilin yang tipis yang sebelumnya menggunakan timah.

Akhirnya grafofon pun tercipta dengan desain yang juga berbeda yakni tidak lagi dikendalikan menggunakan pedal kaki namu sudah menggunakan mesin dan jarum jam sebagai penggeraknya. 

3. Layang-Layang Tetrahedral

Alexander Graham Bell juga turut berjasa pada dunia penerbangan yakni dengan mendirikan  Aerial Experiment Association  (AEA) pada tahun 1907 setelah mendapat inspirasi dari penerbagangan Wright Brothers.

Graham Bell mendirikan perusahaan ini bersama dengan Glenn Curtiss, William “Casey” Baldwin, Thomas Selfridge, dan J.A.D. McCurdy sebagai insinyur nya. Sebelum mendirikan AEA Bell telah lebih dulu melakukan eksperimen terhadap teknologi  konsep tetrahedron pada baling-baling dan layang-layang di tahun 1890-an.  

Ternyata layang-layang tetrahedral dari Graham Bell mampu terbang dan membawa penumpang. Layang-layang tersebut adalah Cygnet I tetrahedral kite yang terbang perdana tanggal 6 Desember 1907 di  Baddeck Bay di atas ketinggian 51,2 meter. Dalam waktu beberapa bulan, layang-layang sederhana Bell ini mampu berkembang menjadi pesawat bertenaga. 

Pada tahun berikutnya, AEA berhasil mendapat penghargaan dari Scientific American Cup sebagai pesawat resmi pertama yang mampu terbang di atas ketinggian 1 km dengan durasi cukup panjang. Pesawat AEA yang paling baik dan legendaris adalah Silver dart. 

4. Hydrofoils 

Graham Bell selain menciptakan teknologi dan transportasi udara ia juga berkontribusi dalam perkembangan transportasi air. Ia dengan istrinya yakni Mabel Bell dan insinyur F.W. Casey Baldwin berhasil menciptakan “hydrodome” yakni sebuah mesin hydrofoils yang lebih cepat. Penemuan ini kemudian dipatenkan pada 9 September 1919 dan telah diuji coba di wilayah perairan Bras d’Or. 

Hydrofoils miliki Alexander Graham Bell yang diberi nama HD-4 ini mampu melaju di atas air dengan kecepatan  114 km/jam.

Angka ini hampir 2 kali lebih cepat dari mesin kapal uap terbesar di dunia pada saat itu. Sebelum berhasil mendapatkan HD-4 Bell sudah melakukan serangkaian eksperimen pada hydrofoil sejak 1986 di Inggris. 

Hydrofoil pertama yakni HD-1 berhasil diciptakan pada tahun 1911 dengan kecepatan 72 km/jam dan 80 km/ja. Sayangnya percobaan pada HD 2 mengalami kegagalan dan HD-3 mulai dikembangkan pada tahun 1913. 

5. Photophone 

Photophone adalah telepon tanpa kabel yang diciptakan oleh Alexander Graham Bell dan diluncurkan pada 3 Juni 1880. Graham Bell menemukan teknologi yang memanfaatkan gelombang cahaya bersama dengan asistennya Charles Sumner Tainter. Bell menemukan alat ini setelah mendapat kabar dari penemuan selenium yang ternyata memiliki resistensi terhadap variabel ketika mendapatkan cahaya. 

Eksperimennya mulai menunjukkan keberhasilan pada 19 Februari 1880 yakni ketika Tainter berhasil mengirimkan suara nyanyiannya kepada Bell ketika berada di ruang laboratoriumnya. Kemudian pada 1 April 1880 Bell dan Tainter melakukan uji coba kembali pada jarak 79 meter namun tidak terdengar begitu jelas. Kemudian pada tanggal 21 Juni 1880 photophone berhasil dikmebangkan dengan memanfaatkan gelombang sinar matahari serta dapat mengirimkan suara dengan jelas meski berjarak 213 m. 

6. Audiometer

Alexander Graham Bell juga memberikan jasanya terhadap dunia ilmu pengetahuan khususnya pendengaran. Hal tersebut dapat kita lihat dari satuan ukur suara yakni “desibel” yang diambil dari nama Alexander Graham Bell. Satuan ini digunakan untuk mengukur kenyaringan suara setelah Bell menemukan penemuan terhebatnya yakni telepon. 

Bell menciptakan alat ini pada tahun 1879 karena mengetahui telinga manusia tidak bisa menerima semua frekuensi suara bahkan ada yang berpotensi untuk merusak telinga kita. Dengan adanya alat ini maka kita bisa menghindari hal-hal tersebut. 

7. Mesin Pendeteksi Logam

Metal detector atau mesin pendeteksi logam juga merupakan salah satu hasil dari penemuan Alexander Graham Bell. Ia menemukannya pada tahun 1881 setelah peristiwa penembakkan Presiden James Garfield yang hampir saja membunuhnya.

Bell segara mencari alat untuk menemukan peluru yang masih bersarang di tubuh Garfield dengan memanfaatkan metode elektromagnetik yakni keseimbangan induksi. 

Alat tersebut kemudian dikenal dengan nama “electrical bullet probe” namun sayangnya alat ini belum berhasil menemukan peluru dalam diri sang presiden hingga ia wafat. Meski demikian alat ini masih terus dikembangkan dan berhasil digunakan dalam ilmu bedah selama Perang Dunia I

8. Pemanas Elektrik

Alexander Graham Bell juga seorang pemerhati lingkungan dan menginginkan dunia yang bebas polusi. Oleh sebab itu lah dia menciptakan sebuah alat pemanas elektrik pada tahun 1890 an.

Ia memanfaatkan kotak logam dan lampu dengan energi yang tinggi sehingga dapat mengeluarkan panas yang mengalir ke seluruh ruangan tersebut. 

Namun sayangnya alat ini masih dinilai tidak aman dan berbahaya sehingga harus dilakukan pengembangan lebih jauh lagi. Akhirnya pada tahun 1905, Albert Marsh mengembangkan pemanas elektrik dengan menggunakan elemen pemanas chrome.