Sejarah

9 Penyebab Kekalahan Jerman pada Perang Dunia I

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Perang dunia sendiri terjadi sebanyak dua kali yakni PD I yang berlangsung pada 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918 dan PD II yang berlangsung pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945. Perang ini melibatkan banyak negara dan salah satunya adalah Jerman. 

Jerman terlibat dalam Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Namun Jerman yang dipimpin Adolf Hitler mengalami kekalahan. Berikut adalah penyebab kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I. 

1. Kegagalan Strategi Schlieffen

Selama PD I tentara Jerman menggunakan strategi perang yang dikenal sebagai Schliefen Plan. Strategi yang diciptakan oleh Cont Alfred von Schlieffen ini memiliki prinsip cepat dalam bertindak melalui sisi kiri musuh yakni Perancis dan Belgia kemudian ke bagian timur Paris lalu mengosongkan pasukan di Jura dan Swiss.

Ternyata Perancis berhasil menghindari strategi ini karena pasukannya dipindahkan ke Marne. Hal ini menghentikan kemenangan besar yang hampir dicapai Jerman di front barat. Rencana ini dipersiapkan untuk membawa kemenangan bagi Jerman di dua frontal sekaligus yakni frontal barat dan front timur.

Namun akibat kegagalan strategi ini Jerman tidak memiliki cukup pasukan untuk dikirim ke kedua front. Begitu juga dengan persediaan logistik mereka yang semakin terbatas. Kegagalan rencana ini juga dipicu oleh masuknya Inggris dalam PD I serta Rusia yang berhasil menaklukkan Prusia Timur lebih cepat dari dugaan dan mendekat ke Berlin. 

2. Kekalahan Bulgaria

Bulgaria masuk dan bergabung dalam Perang Dunia I pada 1915 dan berada pada pihak Jerman. Bulgaria mendapat serangan dari sekutu di wilayah Danube. Akibat dari serangan ini, Bulgaria dan pasukannya hancur dan mengalami kerugian besar dan hanya bergantung pada perbantuan garnisun Jerman. 

Saat itu pertahanan terakhir Jerman berada di “garis hindenburg” namun ternyata mendapat juga mendapat serangan dari Perancis-Italia. Serangan ini berhasil membuat Jerman mundur dan membuat posisi Jerman semakin lemah. Ribuan pasukan Jerman yang penuh semangat telah hilang dan memilih menyerah. 

3. Kekalahan Dalam Perang Jutlandia

Perang Jutland atau Perang Jutlandia adalah perang laut paling besar selama Perang Dunia berlangsung. Perang ini meletus pada 31 Mei 1916 – 1 Juni 1916 dan menjadi satu-satunya kesempatan Jerman untuk menjatuhkan Inggris. Sayangnya serangan balik yang diluncurkan Jerman diketahui oleh Rusia. 

Akibatnya Jerman tidak bisa meninggalkan pelabuhan sampai tahun 1918. Hal ini tentu memberikan keuntungan Inggris untuk menguasai angkatan laut. Oleh sebab itu peperangan ini disebut juga sebagai “Battle of Lost Opportunities”. 

Kekalahan ini menyebabkan Jerman kehilangan 43.000 pasukan sementara itu yang bertahan telah kehilangan rasa nasionalisme mereka. Jerman pun harus kembali ke titik awal. 

4. Blokade Inggris

Inggris menggunakan strategi blokade untuk melemahkan musuh mereka. Blokade Inggris terhadap Angkatan Laut Jerman sudah dimulai sejak tahun 1914. Strategi ini berhasil membuat Jerman kehilangan stok makanan, minyak, karet dan pupuk. Bencana kelaparan ini menjadi masalah utama bagi Jerman selama Perang Besar. 

Jerman kehilangan 800 ribut warga sipil akibat kelaparan dan gizi buruk pada tahun 1918. Kegiatan ekonomi Jerman bergantung pada ekspor impor namun menjadi terbatas selama blokade berlangsung. Ini lah yang memicu  pemogokan industri dan mendesak pemerintah untuk membuka blokade serta mengakhiri perang.

Para sejarawan berpendapat bahwa Blokade Inggris ini juga menjadi faktor utama runtuhnya blok sentral. 

5. Kegagalan Serangan Ludendorf

Serangan Ludendorff dikenal juga sebagai  Spring Offensive atau Serangan Musim Semi yakni rangkaian serangan yang dilakukan Jerman di front barat selama Perang Dunia I. Pada perang yang berlangsung tahun 1918 ini menjadi kesempatan terakhir Jerman untuk menang. Sayangnya pada saat ini lah Amerika Serikat masuk dalam peperangan dan menjadi sekutu bagi blok musuh. 

Amerika Serikat memiliki jumlah pasukan tentara yang banyak. Bahkan setiap bulan Amerika selalu mengirim pasukan tambahan. Hal inilah yang menyebabkan Jerman kewalahan dan tidak sanggup lagi untuk mengimbanginya. Banyak tentara-tentara Jerman yang merasa kelelahan dan akhirnya mundur. 

Jerman tidak siap untuk menghadapi Amerika Serikat bahkan Hitler pun tidak menduga negeri Paman Sam akan terlibat dalam Perang Dunia I. Hitler tidak mengetahui apapun tentang Amerika dan menganggap remeh mereka. 

6. Pemberontakan Komunis

Pasukan Nazi Jerman berjuang dalam pertempuran Perang Parit di bagian barat Eropa. Namun di dalam negerinya sendiri kaum komunis justru melakukan pemberontakan yang kemudian disebut pemberontakan Yahudi Bolshevik terhadap Jerman. Kondisi seperti ini tentu merugikan dan sangat melemahkan Jerman. 

7. Gagal Menaklukkan Rusia 

Jerman mencoba untuk menaklukkan Rusia yang kalah itu dipimpin oleh Stalin. Pada awal pertempuran Jerman berhasil masuk dan memusnahkan ratusan ribu red army. Pertahanan Rusia juga berhasil ditembus oleh Jerman karena sifat Stalin yang tidak mau mendengar informasi yang dikirim sebelumnya. 

Posisi Rusia pada saat itu juga sangat lemah karena tahun sebelumnya Stalin telah melakukan pembersihan massal pada angkatan bersenjatanya. Namun ternyata usaha invasi ini gagal karena Jepang dan Turki tidak menolak untuk membantu memberikan serangan Kepada Rusia. 

8. Pembelotan Italia

Italia semula berada pada kubu sentral bersama dengan Jerman dan negara-negara lainnya. Namun pada tahun 1915 Italia justru membelot dan pindah ke blok Sentral. Alasannya adalah karena blok sentral atau Aliansi Tiga ini sudah tidak memiliki manfaat bagi kepentingan mereka. Saat itu Italia ingin menaklukan Austria. 

Meski bukan menjadi faktor utama kekalahan Jerman dalam PD I namun tindakan Italia ini cukup memberikan pengaruh pada mental pasukan Jerman. 

9. Tidak Mampu Menyaingi Teknologi Amerika Serikat 

Ketika masuk dalam Perang Dunia I, Amerika Serikat sudah mengembangkan bom atom sedangkan Jerman tidak memilikinya. Senjata pemusnah masalah ini tentu sangat efektif dalam memberikan serangan kepada musuh. Sebenarnya Jerman memiliki senjata terbaru yakni anam V-1 dan V-2 namun sayangnya kurang efektif. 

Upaya Jerman untuk mengimbangi bom atom Amerika Serikat juga digagalkan oleh Inggris. Proyek pembuatan air keras di Skandinavia berhasil disabotase dan dihancurkan oleh Britania Raya.