Bahasa Indonesia

Perbedaan Kalimat Simpleks dan Kompleks beserta Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam bahasa Indonesia, dikenal dua jenis kalimat yang sering digunakan untuk membentuk kalimat-kalimat lainnya. Dua jenis kalimat itu adalah kalimat simpleks dan kalimat kompleks.

Suatu contoh kalimat simpleks atau kalimat tunggal merupakan satu kalimat yang terdiri atas satu klausa. Sedangkan jenis-jenis kalimat kompleks atau sering disebut dengan contoh kalimat majemuk bertingkat adalah suatu kalimat yang terdiri dari contoh induk kalimat dan anak kalimat.

Nah, kali ini kita akan membahas perbedaan dari kedua kalimat ini beserta dengan contohnya dalam bentuk contoh kalimat efektif.

Perbedaan Kalimat Simpleks dan Kompleks Beserta Contohnya

Jika dilihat dari pengertiannya sebelumnya, kita sudah dapat melihat perbedaan dari kalimat simpleks dan kompleks. Selain itu, berikut ini akan dijelaskan perbedaan lainnya dari kalimat simpleks dan kompleks beserta dengan contoh dari masing-masing kalimat simpleks dan kompleks.

Perbedaan I – struktur kalimat

Struktur kalimat dari kedua jenis kalimat ini memiliki perbedaan yang signifikan, yaitu :

  • Kalimat simpleks memiliki struktur yang sangat sederhana.
    Contoh :
  1. Ibu pergi ke pasar.
  2. Saya memasak nasi.
  3. Ayah memotong kayu di halaman rumah.
  4. Susi mandi setiap hari.
  5. Rina bernyanyi di kamarnya.
  6. Rini menangis seharian.
  7. Berita itu telah tersebar dimana-mana.
  • Kalimat kompleks memiliki dua struktur yang berbeda dan membentuk satu kalimat.
    Contoh :
  1. Saya belajar di kamar (1) dan ibu memasak di dapur (2).
  2. Rudi bermain di halaman (1) sedangkan adik mengerjakan tugasnya (2).
  3. Ayah meminum kopi (1) dan saya memakan bubur (2).
  4. Rina terus bermain sepeda (1) meskipun kakinya terluka (2).
  5. Semua orang menangis (1) karena ibunya masuk ke rumah sakit (2).
  6. Adik belajar dengan gita (1) dan ibu selalu mendoakannya (2).
  7. Percuma saja semuanya dijelaskan kepada dia (1) karena dia tidak akan pernah memaafkan kita.

Perbedaan II – kata penghubung / konjungsi

Penggunaan macam-macam konjungsi dan contohnya dalam kalimat simpleks dan kalimat kompleks juga memiliki perbedaan. Berikut ini perbedaannya adalah :

  • Kalimat simpleks tidak menggunakan kata penghubung dalam kalimatnya.
    Contoh :
  1. Saya meraih peringkat pertama di kelas.
  2. Ibu membelikan saya baju baru.
  3. Ayah dirawat di rumah sakit.
  4. Susi menjenguk paman kemarin.
  5. Saya membeli sepatu baru.
  6. Rina memecahkan vas bunga.
  7. Bella mencuri perhiasan ibu kemarin.
  • Kalimat kompleks menggunakan kata penghubung untuk menggabungkan kedua kalimat menjadi satu kesatuan.
    Contoh :
  1. Saya sedang bermain dan adik sedang membaca buku (konjungsi dan).
  2. Ibu akan pergi segera karena adik belum juga pulang (konjungsi karena).
  3. Tante memakai baju baru sedangkan ibu memakai baju seadanya (konjungsi sedangkan).
  4. Susi akan tetap pergi walaupun ayah tidak mengijinkan (konjungsi walaupun).
  5. Hujan turun ketika Siti sedang menjemur pakaian (konjungsi ketika).
  6. Jangan membuang sampah sembarangan agar tidak menyebabkan banjir (konjungsi agar).
  7. Saya akan pergi dari sini atau kamu segera meminta maaf kepada ayah (konjungsi atau).

Perbedaan III – Jumlah kalimat

Kalimat simpleks dan kalimat kompleks juga memiliki jumlah kalimat yang berbeda, berikut ini adalah penjelasannya.

  • Kalimat simpleks terdiri dari satu kalimat tunggal .
    Contoh :
  1. Presiden kita adalah Bapak Jokowi.
  2. Negara Indonesia merupakan negara kesatuan.
  3. Ibukota dari Indonesia adalah Jakarta.
  4. Setiap Senin kita mengadakan upacara di sekolah.
  5. Pemandangan malam hari sungguh indah.
  6. Buku itu sungguh mahal.
  7. Tidak mudah mencari perhiasan ini.
  • Kalimat kompleks terdiri dari dua kalimat dimana satu kalimat menjadi kalimat induk dan kalimat lainnya menjadi anak kalimat.
    Contoh :
  1. Saya belajar dengan sungguh-sungguh (induk kalimat) sedangkan adik tidak pernah belajar (anak kalimat).
  2. Sita mengakui (induk kalimat) bahwa dia mengambil ponsel Rudi (anak kalimat).
  3. Ayah akan membelikan kami makanan (induk kalimat) sesudah pulang dari kantor (anak kalimat).
  4. Kami akan segera pindah dari sini (induk kalimat), jika suamiku sudah mendapatkan pekerjaan (anak kalimat).
  5. Aku akan keluar dari kamar (induk kalimat) ketika ayah membelikan hadiah untukku (anak kalimat).
  6. Tita saat ini sudah dewasa (induk kalimat) sehingga dia sudah lebih lincah (anak kalimat).
  7. Sinta menyapu rumah (induk kalimat) karena ayah akan segera tiba (anak kalimat).

Perbedaan IV – Kata kerja/ kejadian

Dalam kalimat simpleks dan kalimat kompleks juga terdapat perbedaan dalam jumlah kata kerja atau kejadian, berikut ini penjelasannya :

  • Kalimat simpleks terdiri dari satu kata kerja atau proses utama dan satu kejadian tunggal .
    Contoh :
  1. Ayah mengalami kecelakaan tadi malam.
  2. Sinta memarahi Rita kemarin.
  3. Adik membeli buku di toko buku.
  4. Rina membentak ibunya.
  5. Pesta itu berlangsung dengan meriah.
  6. Mobil baru itu sudah rusak.
  7. Peperangan itu terus berlangsung.
  • Kalimat kompleks terdiri dari 2 kata kerja dan dua kejadian yang berbeda tetapi memiliki suatu kaitan satu dengan lainnya.
    Contoh :
  1. Jangan pernah menegur (1) maupun berbicara (2) dengan orang yang tidak dikenal.
  2. Jika kamu mengikuti (1) nasihat orang tuamu, maka hidupmu akan berhasil (2).
  3. Sita membeli (1) berlian baru karena dia memiliki (2) banyak uang.
  4. Rina belanja (1) di supermarket tadi sore namun dia tidak bersama (2) dengan suaminya.
  5. Budi tidak memiliki (1) kekayaan apapun namun gayanya sangat sombong (2).
  6. Sinta memasak (1) air dan Rudi membersihkan (2) halaman rumah.
  7. Rudi menjual (1) sapi di pasar sedangkan adik mencari (2) pelanggan.

Demikian perbedaan dari kalimat simpleks dan kalimat kompleks beserta dengan contohnya dalam bentuk kalimat efektif. Semoga dapat dimengerti!