4 Perbedaan Return dan Refund yang Wajib dipahami

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ketika menjalankan suatu bisnis atau usaha yang melibatkan konsumen dan atau pembeli, istilah return dan refund tidak akan asing di telinga. Return dan refund memang memiliki hubungan yang dekat. Mereka berdua bagaikan saudara kembar yang hadir menghiasi lahan ekonomi. Berikut akan dibahas mengenai return dan refund.

Secara harafiah, kata return dan refund mengandung makna yaitu sama-sama kembali. Return mengandung makna yaitu kembali, begitu pula dengan refund. Pengembalian yang dimaksud adalah jenis dan bentuk yang berbeda.

Return memiliki arti luas sebagai pengembalian kepada penjual karena barang yang diterima tidak sesuai dengan pembelian yang dilakukan konsumen. Sedangkan refund mengandung arti pengembalian uang dan atau dana secara penuh kepada konsumen.

Secara garis besar return dan refund memiliki perbedaan. Berikut ini perbedaannya.

  1. Sama-sama mempunyai maknai kembali, return dan refund memiliki perbedaan besar dalam hal ini. Return memberikan pengembalian barang dan atau produk ke penjual sebelum dikirim kembali ke konsumen. Dalam hal ini, konsumen yang tidak puas akan barang/produk yang dibeli dapat mereturn barang/produk tersebut ke penjual. Jadi, return memiliki arti pengembalian kehadapan penjual. Return adalah gambaran pengembalian uang/dana ke pihak konsumen. Ketika konsumen mengubah atau membatalkan suatu pesanan barang/produk, maka dana atau uang pada transaksi yang dilakukan akan kembali sepenuhnya kepada konsumen. Jadi, refund adalah pengembalian kepada pihak konsumen.
  2. Return yang dilakukan oleh konsumen biasanya akan berlaku pada barang dan atau produk yang serupa. Misalnya, konsumen membeli baju. Maka, ketika konsumen melakukan return, ia akan mendapatkan baju yang lebih baik tapi dengan spesifikasi sama. Jadi, return akan berlaku pada barang dan atau produk yang sama. Refund yang dilakukan oleh konsumen akan mengembalikan uang sepenuhnya ke pihak konsumen. Uang tersebut biasanya dapat digunakan kembali sesuai keinginan dan kebutuhan konsumen. Berbeda dengan return, konsumen dapat memiliki dan membeli kembali barang/produk sesuai pilihan konsumen ketika uang/dananya direfund.
  3. Return biasanya tidak dapat ditukar dengan uang tunai. Artinya, ketika return dilakukan, konsumen tidak dapat menukar barang/produkya dengan uang sesuai harga barang/produk tersebut. Lain halnya dengan refund. Refund merupakan pengembalian uang kepada konsumen. Refund dapat diproses jika konsumen telah membatalkan transaksi sebelum barang/produk diproses.
  4. Return dan refund tentunya memiliki perbedaan. Perbedaan ini biasanya dibedakan berdasarkan ketentuan tiap-tiap gerai/toko. Jadi, return dan refund dapat juga dilakukan sesuai dengan ketentuan masing-masing dari penjual.
fbWhatsappTwitterLinkedIn