3 Permasalahan Ekonomi Klasik

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Masalah ekonomi klasik pertama kali dicetuskan oleh tokoh ekonomi klasik Adam Smith, yang kemudian dipopulerkan oleh tokoh- tokoh setelahnya seperti David Ricardo, Thomas Robert Malthus dan Jean Baptiste Say.

Pemikiran ini kemudian sangat berpengaruh di Eropa sekitar abad ke 18- 19 Masehi yang mendasari sistem kapitalisme dan perhatian utamanya pada pencapaian kemakmuran rakyat dan negara.

Kemakmuran disini berarti terpenuhinya barang dan jasa yang dibutuhkan. Sementara permasalahan ekonomi klasik sendiri dibedakan sesuai dengan bentuk kegiatan ekonominya, yaitu produksi, distribusi dan konsumsi.

1. Masalah Produksi

Masalah produksi adalah masalah yang paling awal. Dalam masalah produksi masyarakat harus mengetahui bagaimana cara memproduksi barang dan jasa agar dapat memenuhi kebutuhan manusia.

Hal ini tentu menjadi tanggung jawab produsen/ rumah tangga produksi selaku pihak yang membuat barang dan jasa.

Produsen selain berperan menentukan ragam barang dan jasa yang akan dibuat, juga berperan mengatur strategi agar proses produksi berjalan efisien dan efektif sesuai dengan strategi produksinya.

2. Masalah Distribusi

Distribusi merupakan kegiatan penyaluran barang atau jasa dari produsen hingga ke tangan konsumen. Dalam kegiatan distribusi ini, yang akan berperan memikul tanggung jawab adalah penyalur atau distributor.

Pihak distributor harus mengatur bagaimana caranya agar barang atau jasa yang diproduksi sampai di tangan konsumen secara efektif dan juga tepat sasaran.

Hal ini tentu sangat penting supaya masyarakat yang membutuhkan dapat memenuhi kebutuhan akan barang atau jasa tersebut.

3. Masalah Konsumsi

Dalam kegiatan konsumsi, pihak yang berperan adalah konsumen selaku pemakai barang atau jasa. Konsumsi sendiri merupakan kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna barang atau jasa.

Masalah dalam konsumsi adalah masyarakat harus memastikan bahwa barang yang dikonsumsi memang barang yang dibutuhkan dan sesuai dengan porsi kebutuhannya masing- masing.

fbWhatsappTwitterLinkedIn