Penjaskes

Sejarah Seni Bela Diri Campuran (MMA) dan Perkembangannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Mixed Martial Arts (MMA) atau seni bela diri campuran merupakan salah satu olahraga dengan perkembangan cepat di dunia. Olahraga ini menggunakan kombinasi dari berbagi seni bela diri. Meskipun dalam prakteknya terlihat seperti dua orang yang sedang bertarung, namun sebenarnya para petarung sedang memanfaatkan berbagai teknik bela diri dan/atau olah raga ketika bertanding.

Sejarah Awal MMA

Banyak ahli meyakini bahwa kemunculan seni bela diri campuran (MMA) diawali oleh “Pankration” dipertandingkan di Olimpiade sekitar tahun 648 SM. Pankration berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti “semua kekuatan”.

Pankration merupakan kombinasi dari berbagai teknik bertarung seperti tinju, gulat, dan teknik pertarungan jalanan. Kala itu, Pankration menjadi salah satu acara paling populer karena kualitas pertarungannya yang dinilai “penuh totalitas”.

Di daratan Asia, bentuk seni bela diri campuran pertama kali muncul di Tiongkok dengan istilah Lei Tai (sebelum 1928). Lei Tai merupakan gabungan antara seni bela diri tradisional Tiongkok dengan tinju dan gulat.

MMA di Era Modern

Pertengahan abad ke-19 sebagai titik awal perkembangan MMA di era modern. French Savate, petarung profesional asal Perancis, menguji kemampuannya melawan petinju profesional Inggris. Savate mengombinasikan gaya tinju dengan tendangan taktis.

Hal ini memicu ketertarikan bangsa Eropa terhadap seni bela diri campuran, karena pada zaman itu tinju telah dianggap sebagai olahraga pertarungan utama dan paling populer di Eropa.

Sekitar waktu yang sama, dilaporkan bahwa di Amerika Serikat ada sebuah kontes di mana petinju profesional menguji keterampilannya melawan pegulat profesional.

Maju sedikit lebih cepat ke abad 20, pertandingan olahraga dengan gaya bertarung seperti Pankration kembali muncul di Brazil, yang dikenal dengan Vale Tudo (awal 1920-an). Pertandingan ini dipopulerkan oleh Carlos dan Helio Gracie, yang mendirikan sekolah jujitsu di Rio de Janeiro (1925).

Penyebaran MMA ke Jepang

Seni bela diri campuran mulai menyentuh daratan Asia Timur, yaitu Jepang. Pada 1985, pegulat tembak profesional Satoru Sayama mengembangkan Shooto yang merupakan asosiasi profesional MMA pertama di dunia.

Pada 1995, Organisasi Shooto menjadi tuan rumah turnamen Vale Tudo. Meskipun awalnya telah dilarang, namun integrasi Vale Tudo ke dalam Organisasi Shooto menjadi awal dilegalkannya turnamen gulat profesional.

Pancrase Inc. menjadi organisasi selain Shooto yang ikut mempromosikan MMA di Jepang pada awal 1990-an yang dipopulerkan oleh petarung juara UFC Ken Shamrock.

Penyebaran MMA ke Amerika Serikat

Pada 1920, seorang praktisi Judo, Carlos Gracie membuat sebuah acara The Gracie Challenge. Tantangan tersebut merupakan upaya pembuktian kepada dunia bahwa Gracie Brazilian Jiu-Jitsu adalah yang terbaik. Kemudian bergabunglah ia bersama saudaranya Helio dalam tantangan tersebut.

Selama bertahun-tahun Keluarga Gracie bertarung menghadapi lawan dari berbagai disiplin ilmu, seringkali memiliki fisik jauh lebih besar. Beberapa kekalahan sering dialami, namun mereka akan terus maju dan mendominasi jalan mereka diantara para praktisi tinju, judo, karate maupun gulat.

Pada 1978, Rorion, putra tertua Helio Gracie, membawa warisan keluarganya ke California Selatan. Perlahan namun pasti, Rorio mulai membangun reputasi Gracie Brazilian Jiu-Jitsu di AS.

Setelah hampir satu dekade pindah ke AS, Rorion bersama saudara-saudaranya terus berjuang atas nama The Gracie Challenge. Hingga pada 1993, Rorion melakukan kerja sama dengan promotor Art Davie membuat sebuah turnamen The Ultimate Fighting Championship.

Kemunculan UFC

Ultimate Fighting Championship (UFC) adalah promotor MMA terbesar di dunia. Telah menggelar sebanyak lebih dari 500 turnamen sepanjang tahun 2020. Turnamen pertama UFC digelar pada 12 November 1993 ketika WOW Promotions (nama atau bentuk awal dari UFC) mengadakan acara seni bela diri campuran pertamanya, UFC 1: The Beginning.

UFC 1 digelar untuk battle royale tempur pamungkas dengan menampilkan 8 petarung tanpa aturan. Tidak ada kelas berat, jumlah ronde, maupun juri. Satu-satunya aturan yang wajib dipatuhi adalah tidak diperbolehkan mencongkel mata dan menyerang bagian selangkangan.

Hadiah yang diperebutkan sebesar $50.000. Bertempat di Arena Olahraga McNichols di Denver, Colorado dengan dihadiri 7.800 penonton, dan disiarkan secara langsung di PPV (langganan Pay Per View). Turnamen ini menjadi awal lahirnya sebuah dinasti ketika Royce Gracie mampu mengalahkan praktisi Karate Belanda, Gerard Gordeau dengan kuncian rear-naked choke.

Inspirasi dari acara tersebut berasal dari beberapa tahun ke belakang, tepatnya September 1989 ketika Davie memiliki ketertarikan kepada Rorion melalui artikel majalah Playboy, di mana ia merilis sebuah tawaran untuk bertarung dengan siapapun di AS dengan imbalan sebesar $100.000.

Selama itu pula, UFC banyak mengalami fase jatuh bangun dalam mengembangkan MMA. Sebanyak 36 negara bagian secara terus menerus melarang penyelenggaraan olahraga dengan unsur kekerasan. John McCain, salah satu senator negara bagian di AS, berusaha memblokir turnamen UFC dan memandang olahraga itu sebagai ‘adu manusia’ karena dianggap terlalu brutal.

Kemunculan Pride FC

Berkembang pada 1997, dengan berkiblat pada Pankration dan Union of Wrestling Forces International, Pride Fighting Championship atau Pride FC digadang-gadang menjadi titik balik kebangkitan MMA di Jepang.

Pertarungan antara pegulat profesional Jepang Nobuhiko Takada dan Rickson Gracie, menyita perhatian sebanyak 47.000 penonton serta media massa di seluruh Jepang dan dunia. Rickson Gracie yang saat itu dianggap sebagai pentolan Gracie Family Jiu-Jitsu, berhasil mangalahkan Nobuhiko Takada di detik-detik terakhir babak pertama.

Beberapa tahun berselang, Pride FC banyak mengalami masa-masa sulit. Benturan demi benturan mereka hadapi, hingga akhirnya mereka kehilangan kontrak dengan televisi penyelenggara, dan pada Oktober 2007 Pride FC resmi ditutup.

MMA di Seluruh Dunia

Selain UFC dan Pride FC, masih ada beberapa organisasi yang menjadi promotor bagi kemajuan MMA profesional. Salah satunya adalah Bellator. Bellator merupakan promotor MMA terbesar kedua setelah UFC yang berbasis di Santa Monica, California, AS. Didirikan pada 2008, dan telah menyelenggarakn sebanyak 222 acara sejak Juni 2019 lalu. Bellator melakukan kerja sama dengan DAZN terkait penyiaran utama mereka ke audiens yang lebih luas.

Dari wilayah Asia Tenggara ada OneFC yang berbasis di Singapura sebagai promotor utama MMA. Event yang diselenggarakan oleh OneFC terdiri dari berbagai kombinasi seni bela diri, seperti Muay Thai, kickboxing, grappling dan masih banyak lagi. OneFC disiarkan ke seluruh dunia dengan melakukan kerja sama dengan Fox Sport Asia guna memperluas cengkeramannya pada pasar MMA.

Seni bela diri campuran tidak hanya terbatas pada pemain laki-laki saja. Invicta Fighting Federation merupakan organisasi MMA profesional di mana semua pemainnya adalah wanita. Didirikan oleh Janet Martin dan Shannon Knap pada tahun 2012, dan berbasis di Denver, Colorado, AS.

Tujuan pendirian Invicta Fighting Federation adalah membuktikan bahwa wanita memiliki kehadiran yang sama kuat dalam dunia MMA layaknya pria, serta dapat bersaing di level tertinggi.