IPA

Sistem Pernapasan pada Burung: Alat – Saluran dan Mekanisme

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sebagaimana halnya sistem pernapasan manusia, hewan juga memiliki sistem pernapasan yang sesuai dengan struktur tubuh dan tempat hewan itu hidup.

Alat-alat pernapasan pada hewan berperan dalam proses pertukaran udara antara tubuh dan lingkungan.

Salah satu sistem pernapasan pada hewan yang akan dibahas berikut ini adalah sistem pernapasan pada aves atau burung.

Pengertian Pernapasan Pada Burung

Secara umum, yang dimaksud dengan pernapasan adalah proses pertukaran gas yang dibutuhkan untuk metabolisme dalam tubuh.

Adapun pernapasan pada burung adalah proses pertukaraan gas yang terjadi pada burung yang dibutuhkan untuk metabolisme dalam tubuh burung.

Alat Pernapasan Pada Burung

Sebagaimana halnya manusia, burung juga bernapas dengan menggunakan paru-paru sebagai alat pernapasan yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas.

Bedanya, paru-paru pada burung dilengkapi dengan kantung udara yang berjumlah sembilan buah yang terdiri dari tiga kantung udara berpasangan, dan tiga buah kantung udara tunggal.

Kantung udara pada burung merupakan perluasan dari paru-paru yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung udara cadangan.

Berikut adalah gambar alat pernapasan pada burung.

Dari gambar di atas, alat pernapasan pada burung terdiri dari paru-paru dan kantung udara yang berjumlah sembilan buah.

1. Paru-paru

Paru-paru burung terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru burung terdiri dari dua bagian yaitu paru-paru kiri (pulmo sinister) dan paru-paru kanan (pulmo dexter).

Berbeda dengan paru-paru manusia, paru-paru burung tidak bergelambir (lobus).

Paru-paru burung berukuran lebih kecil dari paru-paru manusia bahkan jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya sendiri.

2. Kantung udara (saccus pneumaticus)

Kantung udara pada burung merupakan semacam perluasan dari paru-paru burung.

Jumlah kantung udara pada burung adalah sembilan buah yang terdiri dari tiga kantung udara berpasangan dan tiga buah kantung udara tunggal.

Letak masing-masing kantung udara tersebut terhadap paru-paru pun bervariasi, yaitu sebagai berikut.

  • Kantung udara servikal (saccus cervicalis) adalah kantung udara yang terletak di pangkal leher.
  • Kantung udara karakoid (saccus interclavicularis) adalah kantung udara yang terletak di antara tulang selangka.
  • Kantung udara ketiak (saccus axillaris) adalah kantung udara yang terletak di ketiak.
  • Kantung udara toraks anterior (saccus thoracalis anterior) adalah kantung udara yang terletak di ruang dada bagian depan.
  • Kantung udara toraks posterior (saccus thoracalis posterior) adalah kantung udara yang terletak di ruang dada bagian belakang.
  • Kantung udara rongga perut (saccus abdominalis) adalah kantung udara yang terletak di rongga perut.

Adapun fungsi kantung udara pada sistem pernapasan burung adalah sebagai berikut.

  • membantu burung bernapas ketika terbang
  • membantu memperkeras suara ketika berkicau
  • mencegah tubuh kehilangan panas dalam jumlah yang besar
  • melindungi tubuh dari rasa dingin yang teramat sangat
  • memperkecil atau memperbesar berat jenis tubuh burung perenang ketika berenang

Saluran Sistem Pernapasan Pada Burung

Saluran sistem pernapasan pada burung atau jalur masuknya udara ke dalam tubuh pada burung berturut-turut sebagai berikut.

1. Hidung dan lubang hidung

Hidung adalah saluran pernapasan pada burung yang pertama. Pada ujung hidung terdapat lubang hidung atau nares yang berjumlah dua buah.

Lubang hidung terletak pada pangkal paruh sebelah atas dan pada langit-langit rongga mulut.

Fungsi lubang hidung pada burung adalah untuk menghirup udara bebas dan menyalurkannya ke faring, laring, trakea, dan siring melalui saluran yang disebut nostril.

2. Laring

Laring pada burung terletak di dasar orofaring yang disokong oleh cricoid dan sepasang aritenoid bertulang rawan. Burung tidak memiliki epiglottis dan pita suara.

Fungsi utama laring pada burung adalah mencegah benda-benda asing masuk ke saluran pernapasan.

3. Faring

Celah tekak yang terdapat pada dasar hulu kerongkongan atau faring yang menghubungkan rongga mulut dengan trakea.

4. Trakea

Trakea atau batang tenggorok yang panjang, berbentuk pipa, dan disokong oleh cincin tulang rawan.

5. Siring

Siring adalah organ vokal yang terdapat pada burung. Siring terletak di dasar trakea dan berfungsi menghasilkan suara sebagaimana pita suara pada manusia.

6. Paru-paru

Paru-paru burung terletak di dalam rongga dada dan berjumlah dua buah yaitu paru-paru kiri atau pulmo sinister dan paru-paru kanan atau pulmo dexter.

Paru-paru burung terdiri dari bronkus kanan dan bronkus kiri sebagai percabangan akhir dari trakea.

Bronkus bercabang lagi menjadi bronkus sekunder atau mesobronkus yang dibedakan menjadi ventrobronkus (bagian ventral) dan dorsobronkus (bagian dorsal).

Antara ventrobronkus dan dorsobronkus dihubungkan oleh parabronkus yang merupakan pembuluh udara dan berhubungan dengan pembuluh darah kapiler. Karena itulah terjadi proses pertukaran udara secara difusi.

7. Kantung udara

Pada burung terdapat alat lain yang membantu burung bernapas yaitu kantung udara.

Kantung burung yang berjumlah sembilan buah merupakan perluasan paru-paru yang menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap.

Kantung udara ini terdapat pada pangkal leher, rongga dada, antara tulang selangka atau korakoid, ketiak, dan di antara lipatan usus atau rongga perut.

Kantung udara berselaput tipis. Meskipun kantung udara berkaitan erat dengan paru-paru dan membantu burung bernapas saat terbang, tidak terjadi proses difusi udara di sana. Kantung udara membuat pernapasan pada burung menjadi efisien.

Mekanisme Pernapasan Pada Burung

Mekanisme pernapasan pada burung dapat dibagi ke dalam dua hal yaitu pernapasan saat tidak terbang dan pernapasan saat terbang.

1. Pernapasan saat tidak terbang

Mekanisme pernapasan saat burung tidak terbang adalah sebagai berikut.

  • Saat inspirasi, otot tulang rusuk berkontraksi sehingga menyebabkan rongga dada mengembang. Demikian pula paru-paru ikut mengembang. Akibatnya, udara akan masuk ke dalam paru-paru dan sebagian udara diteruskan ke pundi-pundi udara.
  • Saat ekspirasi, rongga dada akan mengecil dan tekanan paru-paru menjadi lebih besar daripada tekanan udara luar, akibatnya udara keluar dari paru-paru. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada, udara dari pundi-pundi udara masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler paru-paru. Dengan demikian, pengambilan oksigen pada burung dilakukan baik pada tahap inspirasi maupun tahap ekspirasi.

2. Pernapasan saat terbang

Mekanisme pernapasan burung pada saat terbang adalah sebagai berikut.

  • Saat inspirasi, ketika sayap diangkat, kantung udara antarkorakoid terjepit sedangkan pada ketiak mengembang sehingga oksgen dapat masuk ke paru-paru.
  • Saat ekspirasi, saat gerakan sayap ke bawah kantung udara ketiak terjepit, sedangkan kantung udara antarkorakoid mengembang, Akibatnya, udara dari paru-paru keluar. Semakin tinggi burung terbang, semakin cepat gerak sayapnya guna memenuhi kebutuhan oksigen.