Biologi

Sistem Pernapasan Pada Capung: Alat Pernapasan dan Prosesnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Saat kalian sedang berada di lapangan luas atau padang rumput hijau, mungkin kalian dapat menemukan serangga ini sedang terbang berkelompok. Capung atau biasa disebut juga sibar-sibar, mereka memiliki cara terbang menyamping namun juga bisa ke segala arah.

Capung merupakan hewan dari kemlompok serangga dan digolongkan pada bangsa odonata. Warna capung biasanya mencolok, terlebih capung jantan. Capung suka menghabiskan waktunya di dekat air, mereka bertelur dan menjadi dewasa tak jauh dari tempat telur mereka menetas.

Capung memiliki usia yang cukup panjang, bahkan capung dapat hidup di air selama 2 hingga 4 tahun.

Capung memiliki kemampuan terbang yang lincah, gerakan sayapnya ini karena capung punya otot-otot sayap yang kuat, yang juga digunakan untuk memindah arah terbang seketika. Capung dewasa ada juga yang dapat memangsa kecebong atau ikan kecil, sebab capung termasuk hewan karnivora.

Sama dengan kupu-kupu, capung juga merupakan hewan yang mengalami metamorfosis. Namun metamorfosis capung adalah metamorfosis tidak sempurna. Tidak seperti kupu-kupu yang mengalami perubahan menjadi pupa, capung tidak melalui fase menjadi pupa.

Kelebihan yang dimiliki capung adalah indera pengelihatannya, capung memiliki mata majemuk yang jumlahnya sampai 30 ribu. Mata capung dapat melihat 360 derajat dan juga mampu mengenali warna di sekitarnya yang tidak dapat dilihat oleh indera pengelihatan manusia.

Dalam proses metamorfosisnya, setelah telur capung menetas capung menjadi nimfa kemudian beralih menjadi larva, sistem pernapasan larva dan capung dewasa juga beralih. Lalu bagaimanakah cara capung bernapas? berikut penjelasannya.

Alat Pernapasan Capung

Sebagai hewan yang mengalami metamorfosis, capung tak hanya berubah bentuk fisiknya saja, namun sistem dan alat pernapasannya juga mengalami perubahan, baik fungsinya maupun bentuknya. Berikut alat pernapasan yang dimiliki capung.

  • Tabung Udara
    Capung memiliki tabung udara atau yang sering dikenal dengan trakea. Trakea ini bentuknya bercabang-cabang dan disebut trakeola. Semakin besar ukuran capung maka tabung atau trakea yang dimiliki juga berukuran lebih besar. Trakea pada capung bentuknya seperti anyam-anyaman.
  • Spirakel
    Spirakel adalah lubang-lubang sebelum udara masuk ke trakea. Spirakel berfungsi sebagai tempat masuknya udara dari luar tubuh, di dalam spirakel terdapat bulu-bulu halus yang tugasnya sebagai filter udara, agar kotoran tidak ikut masuk ke dalam trakea. Spirakel juga memiliki katup udara yang dapat membuka dan menutup, gerakan katup ini digerakkan oleh otot capung.
  • Insang Trakea
    Alat pernapasan capung saat masih menjadi larva adalah insang trakea, alat pernapasan ini hanya berfungsi saat capung masih menjadi larva, hal ini karena saat menjadi larva capung tinggal di air. Fungsinya insang trakea ini yaitu untuk mengikat oksigen yang terdapat di dalam air dengan cara difusi.

Proses Pernapasan Capung

Sistem pernapasan pada serangga pada umumnya menggunakan trakea yang juga bertugas menjadi tempat pertukaran udara yang didapat dari luar tubuhnya. Sistem ini juga dapat disebut sistem pembuluh trakea yang letaknya di seluruh tubuh capung.

Tabung atau trakea capung memiliki sel-sel interior, oksigen yang didapatkan akhirnya bergerak lewat trakea hingga sampai pada sel-sel tersebut. Jika ukuran tubuh capung semakin besar, maka tabung trakea ini juga ikut tumbuh mengikuti ukuran tubuhnya.

Spirakel yang dimiliki capung atau disebut juga stigma, mengambil udara yang ada di sekitar capung. Spirakel akan menyaring udara dari benda-benda yang membahayakan sistem pernapasan capung. Jumlah spirakel pada capung jumlahnya ada delapan pasang pada tiap sisi perutnya.

Katup yang terdapat pada spirakel akan membuka dan menutup spirakel, saat otot capung tegang atau melakukan kontraksi maka trake akan mengembang untuk mendapatkan udara.

Dari trakea ini udara akan mengalir melalui trakeola, tugas trakeola ini adalah mengedarkan oksigen hingga sampai ke membran plasma sel, lalu oksigen akan berdifusi.

Hasil respirasi ini juga mengeluarkan karbondioksida dari tubuh capung, karbondioksida akan melewati spirakel saat trakea capung mengecil karena otot capung mengalami relaksasi.

Capung memang tak secantik saudaranya sesama serangga yang juga melakukan metamorfosis yaitu kupu-kupu, namun capung memiliki tubuh yang lebih kuat dan masa hidup yang lebih panjang.

Tak hanya itu, capung juga memberikan manfaat bagi manusia, yaitu sebagai predator hama pada pertanian, karena capung suka memakan wereng dan kutu yang biasanya merusak tanaman.

Seiring dengan tingginya polusi baik di udara dan air yang juga mengakibatkan rusaknya ekosistem alami, habitat capung juga semakin terancam. Hal ini dapat kita amati dengan semakin jarangnya kita menemukan capung di tempat yang semestinya dapat menjadi habitatnya.

Dengan fakta semakin berkurangnya species capung di muka bumi, maka beberapa negara membuat tempat suaka fauna untuk melindungi habitat capung. Satu-satunya ada di Asia yaitu di Jepang, terletak di di kota Shimanto, taman ini bernama Dragonfly Nature Park.

Inggris juga memiliki tempat perlindungan capung, tempat ini baru diresmikan pada tahun 2009, letaknya ada di Cagar Alam Cambridgeshire. Tempat ini didirikan karena ada 42 species capung berasal dari wilayah Inggris yang populasinya sudah mulai sedikit ditemukan di wilayah Inggris.