sistem saraf otomatis atau bisa disebut dengan otonom terbagi menjadi dua yaitu saraf simpatik dan parasimpatik. Saraf simpatik berfungsi untuk mengatur respon tubuh saat terjadi tekanan. Sedangkan saraf parasimpatik berfungsi untuk merespon tubuh dalam keadaan rileks atau santai. Fungsi saraf parasimpatik tidak hanya mengecilkan pupil, meningkatkan kadar urin, melambatkan detak jantung, meningkatkan produksi mukosa hidung, […]
Related Posts
- Positivisme: Pengertian – Ciri dan Contohnya
- 2 Proses Terwujudnya Integrasi Sosial yang Wajib Kamu Tahu
- 15 Fungsi Komunikasi Organisasi Beserta Penjelasannya
- 5 Manfaat Menjalankan Norma Sosial dalam Masyarakat yang Perlu dipahami
- 2 Dampak Perubahan Sosial Terhadap Hubungan Antar Individu dan Kelompok yang Perlu dipahami
