Bahasa Indonesia

Teks Laporan Percobaan: Ciri – Struktur dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Penting bagi kita untuk memahami bagaimana cara menyusun teks laporan percobaan, sebab kita pasti perah ditugasi untuk menuliskan hasil suatu percobaan.

Percobaan seringkali dilakukan, khususnya untuk mata pelajaran ilmu pengetahuan alam. Oleh karena itu, kita harus memahami bagaimana cara menulis sebuah teks laporan percobaan yang baik dan benar.

Untuk memudahkan kita memahami penulisan teks laporan percobaan, simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Teks Laporan Percobaan

Laporan merupakan teks yang menyajikan informasi mengenai sesuatu berdasarkan hasil observasi dan analisis. Laporan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan segala sesuatu yang dilaporkan; berita.

Sementara percobaan atau eksperimen merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menguji atau membuktikan sebuah teori.

Dengan demikian, laporan percobaan dapat diartikan sebagai teks yang menyajikan informasi hasil percobaan yang diperoleh berdasarkan percobaan dan analisis dengan apa adanya. Bedanya adalah observasi dan percobaan. Teks laporan percobaan menyajikan hasil percobaan yang telah dilakukan dengan sebagaimana adanya.

Ciri-ciri Teks Laporan Percobaan

Adapun ciri-ciri teks laporan percobaan adalah sebagai berikut.

  • Merupakan teks yang bertujuan untuk melaporkan hasil percobaan
  • Terdapat percobaan yang dilakukan sebelum menuliskan teks laporan.
  • Pada umumnya berisi tujuan, alat dan bahan, prosedur percobaan, hasil percobaan, pembahasan, dan simpulan.
  • Berisi fakta hasil percobaan.
  • Bersifat objektif atau menilai sesuatu sesuai dengan fakta yang ada.
  • Biasanya disertai gambar, grafik, foto, diagram, dan sejenisnya.

Kaidah Kebahasaan Teks laporan Percobaan

Adapun kaidah kebahasaan yang umumnya digunakan dalam laporan percobaan adalah sebagai berikut.

  • Menggunakan kata tugas hubungan logis
    Kata tugas hubungan logis merupakan kata tugas yang menerangkan hubungan logis antara unsur sebelum dan sesudah kata tugas. Kata tugas digunakan agar tiap kalimatnya koheren. Contoh kata tugas hubungan logis antara lain: ketika, maka.
  • Menggunakan kalimat aktif
    Kalimat aktif merupakan kalimat yang subjeknya melakukan suatu perbuatan. Misalnya: Pembiasan memisahkan cahaya putih menjadi spektrum warna yang berbeda-beda.
  • Menggunakan kata kerja aktif
    Kata kerja aktif merupakan kata kerja yang digunakan di dalam kalimat aktif, yaitu ketika subjek kalimat melakukan suatu perbuatan. Umunya kata kerja aktif dibentuk dengan imbuhan me– dan ber-. Contohnya: mendengar, mengasah, mengendus, berwarna, mengaitkan, memisahkan, membiaskan, menerangkan, menggunakan dsb.
  • Menggunakan kalimat fakta
    Kalimat fakta merupakan kalimat yang berisi fakta yang isinya dapat dibuktikan kebenarannya.
  • Banyak menggunakan nomina dan frasa nominal
  • Beberapa laporan teks percobaan menggunakan istilah teknis atau istilah khusus bidang ilmu tertentu tergantung dari objek percobaan.

Fungsi Teks Laporan Percobaan

Berikut ini beberapa manfaat teks laporan percobaan:

  • Sebagai sumber informasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan.
  • Sebagai salah satu sarana untuk mendokumentasikan suatu percobaan
  • Sebagai bukti dilakukannya suatu percobaan.
  • Menyempurnakan percobaan sebelumnya.
  • Sebagai referensi percobaan selanjutnya. Laporan percobaan dapat digunakan sebagai referensi untuk percobaan sejenis yang dilakukan selanjutnya sehingga dapat menyempurnakan percobaan sebelum-sebelumnya.
  • Sebagai bentuk pertanggungjawaban suatu kegiatan.

Stuktur Teks Laporan Percobaan

Teks laporan percobaan umumnya terbagi menjadi dua bagian penting, yaitu:

  • Pernyataan Umum
    Pernyataan umum terdiri dari klasifikasi dan pernyataan. Pada bagian ini menentukan klasifikasi aspek dari sesuatu yang diuji, seperti alam, tumbuhan, hewan, dan sebagainya. Pembahasan tersebut masih pembahasan umum.
  • Uraian
    Pada bagian ini sesuatu yang dibahas pada pernyataan umum dibahas kembali dengan lebih rinci, bagian per bagian, kebiasaan atau kebutuhan hidup makhluk hidup dan penggunaan alat dan bahan, perilaku alamiah dan hal khusus. Akan tetapi, setiap teks laporan percobaan memiliki struktur yang berbeda tergantung dari jenis percobaan yang dilakukan. Berikut ini struktur teks laporan percobaan yang umumnya digunakan disertai contohnya:
  • Judul
    Judul ditulis secara lengkap disertai objek penelitian dan metode yang digunakan. Bisa juga disertai teori yang digunakan. Contohnya: Laporan Percobaan Membuat Pelangi Buatan
  • Tujuan
    Bagian tujuan berisi tujuan dilakukannya percobaan, misalnya: Untuk mengetahui cara membuat pelangi buatan secara sederhana.
  • Kajian Teori
    Bagian kajian teori berisi teori yang digunakan sebagai pedoman dalam percobaan.
  • Alat dan Bahan
    Pada bagian ini ditujukan alat yang digunakan dalam percobaan serta bahan-bahan yang diperlukan. Misalnya, dalam percobaan membuat pelangi sederhana, maka alat dan bahan yang diperlukan antara lain:
    • Air secukupnya
    • Satu buah kaca
    • Satu buah gelas kaca
    • Satu buah senter
    • Ruang gelap
  • Prosedur/Langkah Kerja
    Pada bagian ini disebutkan langkah-langkah yang dilakukan dalam percobaan. Perhatikan contoh prosedur/langkah kerja percobaan membuat pelangi sederhana berikut ini:
    1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
    2. Tuangkan air ke dalam gelas yang telah disiapkan.
    3. Letakkan gelas berisi air di atas meja.
    4. Masukkan kaca ke dalam gelas secara serong.
    5. Buatlah ruangan setertutup mungkin sehingga tidak ada cahaya yang memungkinkan untuk masuk.
    6. Sorotkan cahaya senter ke kaca di dalam gelas.
    7. Perhatikan pelangi yang muncul di sudut kaca.
  • Hasil Percobaan
    Pada bagian hasil percobaan disampaikan hasil percobaan berdasarkan fakta yang diperoleh melalui percobaan yang telah dilakukan. Misalnya: Hasil Percobaan: Pelangi terbentuk di sudut kaca dalam gelas.
  • Pembahasan
    Pada bagian pembahasan berisi analisis data dari hasil percobaan berdasarkan teori yang digunakan. Hasil percobaan dianalisis dan dikaitkan dengan teori yang digunakan. Perhatikan contoh pembahan percobaan membuat pelangi buatan:
    Pelangi terbentuk karena cahaya dari senter dibiaskan oleh air di dalam gelas sehingga tercipta pelangi di sudut kaca. Ketika cahaya senter menembus melewati air, cahaya tersebut akan dibiaskan menembus kaca dan keluar menjadi spektrum warna pelangi. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, pelangi terbentuk melalui beberapa proses, yaitu:
    1. Cahaya senter melewati air di dalam gelas.
    2. Cahaya dibiaskan kemudian dibelokkan membentuk spektrum warna pelangi.
    3. Terbentuklan pelangi pada sudut kaca.
  • Simpulan
    Bagian simpulan berisi simpulan hasil percobaan. Contohnya:
    Pelangi terbentuk akibat pembiasan cahaya oleh tetesan air sehingga cahaya dibelokkan dan berpindah tempat dan menghasilkan warna-warna yang terpisahkan yang disebut spektrum warna. Spektrum warna tersebut antara lain merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Hal tersebut dibuktikan dengan cahaya dari senter yang dibiaskan oleh air di dalam gelas sehingga mengahasilkan pelangi di sudut kaca dalam gelas.
  • Daftar Pustaka
    Pada bagian daftar pustaka, disebutkan buku atau sumber-sumber yang digunakan dalam percobaan. Contohnya: Trianto, Anto dkk. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX– Edisi Revisi. 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Contoh Teks Laporan Percobaan

Judul : Laporan Percobaan Membuat Pelangi Buatan

Tujuan : Untuk mengetahui cara membuat pelangi buatan secara sederhana dengan menggunakan lampu senter dan kaca.

Kajian Teori

Pelangi merupakan salah satu fenomena alam yang dinanti-nanti oleh banyak orang karena mampu memberikan keindahan. Pelangi umumnya akan muncul setelah hujan turun. Secara ilmiah, pelangi terbentuk akibat pembiasan cahaya matahari oleh tetesan air sehingga cahaya dibelokkan dan berpindah tempat dan menghasilkan warna-warna yang terpisahkan. Pembiasan tersebut memisahkan cahaya putih menjadi spektrum warna yang berbeda-beda. Mata manusia setidaknya sanggup melihat tujuh warna yaitu mejikuhibiniu, merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Ketika cahaya matahari menembus melewati tetes air, cahaya tersebut akan dibiaskan menembus prisma kaca dan keluar menjadi spektrum warna pelangi. Pelangi sebenarnya berbentuk lingkaran, hanya saja jarak pandang mata manusia yang terbatas sehingga terlihat seperti busur dari permukaan bumi.

Alat dan Bahan:

  • Air secukupnya
  • Satu buah kaca
  • Satu buah gelas kaca
  • Satu buah senter
  • Ruang gelap

Langkah Kerja:

  1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
  2. Tuangkan air ke dalam gelas yang telah disiapkan.
  3. Letakkan gelas berisi air di atas meja.
  4. Masukkan kaca ke dalam gelas secara serong.
  5. Buatlah ruangan setertutup mungkin sehingga tidak ada cahaya yang memungkinkan untuk masuk.
  6. Sorotkan cahaya senter ke kaca di dalam gelas.
  7. Perhatikan pelangi yang muncul di sudut kaca.

Hasil Percobaan: pelangi terbentuk di sudut kaca dalam gelas.

Pembahasan:

Pelangi terbentuk karena cahaya dari senter dibiaskan oleh air di dalam gelas sehingga tercipta pelangi di sudut kaca. Ketika cahaya senter menembus melewati air, cahaya tersebut akan dibiaskan menembus kaca dan keluar menjadi spektrum warna pelangi. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, pelangi terbentuk melalui beberapa proses, yaitu:

  1. Cahaya senter melewati air di dalam gelas.
  2. Cahaya dibiaskan kemudian dibelokkan membentuk spektrum warna pelangi.
  3. Terbentuklan pelangi pada sudut kaca.

Simpulan

Pelangi terbentuk akibat pembiasan cahaya oleh tetesan air sehingga cahaya dibelokkan dan berpindah tempat dan menghasilkan warna-warna yang terpisahkan yang disebut spektrum warna. Spektrum warna tersebut antara lain merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Hal tersebut dibuktikan dengan cahaya dari senter yang dibiaskan oleh air di dalam gelas sehingga mengahasilkan pelangi di sudut kaca dalam gelas.

Daftar Pustaka

Trianto, Anto dkk. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX– Edisi Revisi. 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.