PPKN

7 Teori Feminisme Menurut Para Ahli

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Gerakan feminisme berawal dari posisi perempuan di tengah masyarakat yang dianggap rendah dan cenderung dipandang sebelah mata karena dominasi posisi dan kekuasaan pria. Elizabeth Cady Stanton dan Susan B. Anthony di New York pada tahun 1800-an adalah yang pertama kali membentuk gerakan sosial penuntutan penyamarataan hak perempuan dan laki-laki ini.

Masyarakat kita lebih mengenal bentuk feminisme sebagai emansipasi wanita, yakni ketika peran dan hak antara wanita dan pria seimbang tanpa adanya diskriminasi dan penindasan lagi. Namun menurut satu ahli dan ahli lainnya, definisi feminisme pemahaman dan pemahamannya sedikit berbeda-beda seperti berikut.

1. Mary Wollstonecraff

Pada tahun 1972, Mary Wollstonecraff mempublikasikan bukunya yang berjudul Vindication of Right of Woman yang membahas tentang feminisme. Menurutnya dalam buku tersebut, gerakan emansipasi wanita adalah arti sesungguhnya dari feminisme.

Bertujuan untuk tidak lagi menerima perbedaan derajat antara perempuan dan pria. Gerakan feminisme adalah suatu upaya dalam memperbaiki kedudukan perempuan agar setara dengan pria di masyarakat.

2. Najmah dan Khatimah Sai’dah

Feminisme merupakan upaya menuntut agar hak antara kaum perempuan dan pria disamaratakan. Gerakan upaya tersebut merupakan hasil dari kesadaran perempuan yang mengalami eksploitasi hingga penindasan agar kondisi dapat diubah secara lebih adil.

Eksploitasi dan penindasan terhadap perempuan sendiri sering dijumpai tidak hanya di tengah masyarakat umum ataupun di tempat-tempat kerja, tapi juga bahkan di dalam keluarga.

3. June Hannam

Definisi feminisme oleh seorang dosen di University of the West of England bernama June Hannam adalah suatu pengakuan adanya peranan sekaligus kekuatan yang tidak seimbang antara perempuan dan pria. Namun, menurut Hannam perubahan dapat terjadi untuk perempuan dan pria memiliki kesetaraan posisi di kehidupan sosial dan perempuan juga bisa lebih mandiri.

Kaum perempuan yang kerap dieksploitasi dan didominasi oleh pria tidak lagi perlu khawatir karena gerakan feminisme mendukung kemandirian perempuan. Kondisi kebergantungan perempuan terhadap pria dalam segala aspek dapat berubah sehingga perempuan tidak lagi harus mengalami penindasan atau berada di posisi lebih rendah daripada pria.

4. Mansour Fakih

Feminisme merupakan gerakan sosial yang dibentuk karena adanya kesadaran akan eksploitasi, penindasan dan tindak kekerasan lainnya terhadap kaum perempuan. Tidak hanya merupakan sebuah kesadaran dan pemikiran untuk mengangkat hak perempuan, feminisme juga gerakan upaya untuk mengatasi eksploitasi dan penindasan perempuan tersebut.

5. Maggi Humin

Feminisme adalah kumpulan gagasan yang bertujuan melepaskan kaum perempuan dari kondisi yang membuat mereka terus berada di bawah pria. Gerakan feminisme adalah bentuk upaya membebaskan perempuan dari ketidakadilan yang mereka alami di masyarakat.

6. Yubahar Ilyas

Feminisme merupakan kesadaran kaum perempuan bahwa mereka mengalami ketidakseimbangan dalam pembagian hak dan peran di masyarakat dan bergerak untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik. Ketidakseimbangan tersebut umum terjadi di dalam lingkungan sosial dan bahkan di dalam lingkup keluarga sendiri.

7. Vera Mackie

Feminisme menurut Vera Mackie melalui bukunya yang bertajuk “Feminism in Modern Japan” (2003) adalah sebuah kesadaran sekaligus perjuangan untuk penyamarataan hak antara kaum perempuan dan kaum pria. Perjuangan yang dilakukan kaum feminis di Jepang saat paham dan pengaruh feminisme menyebar di tahun 1870-an terdiri dari berbagai macam hal.

Setelah penyebaran feminisme di Jepang, sekitar 100 tahun kemudian feminisme lebih jauh berkembang melalui proses eksplorasi sejarah dan berbagai faktor penyebab kaum perempuan ada di posisi yang selalu dirugikan.

Jepang sendiri dikenal sebagai negara kapitalis dan industrialisasi modern, maka ketika modernisasi semakin berkembang di negara tersebut, kaum feminis mengubah situasi dan kondisi kaum perempuan melalui berbagai macam strategi sebagai bentuk perlawanan.

Perkembangan gerakan feminisme di Jepang dimulai pada tahun 1970-an dengan semakin aktifnya para kaum feminis. Upaya perjuangan emansipasi perempuan di sana adalah melalui berdirinya berbagai gerakan perempuan, penerbitan artikel terkait kesetaraan gender, hingga penyelenggaraan kongres perempuan agar penyuaraan pendapat sekaligus harapan para perempuan terealisasikan.

Paham, pengaruh, dan gerakan feminisme terus berkembang seiring waktu ditambah dengan kemunculan beberapa jenis aliran feminisme yang bermula dari abad ke-18 hingga saat ini.