Sejarah

Zaman Glasial: Pengertian, Ciri-Ciri dan Dampaknya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Siklus antara zaman glasial dan zaman interglasial sudah terjadi sejak 800.000 tahun yang lalu. Setidaknya sudah ada delapan kali periode glasial terjadi hingga saat ini di samping adanya periode interglasial.

Bahkan sampai saat ini, kita masih berada pada zaman es dengan adanya es kutub utara dan kutub selatan, serta beberapa wilayah yang sangat dingin di bumi. 

Beberapa ahli memperkirakan bumi akan kembali pada siklus glasialnya sekitar 50.000 tahun lagi. Akan tetapi, karena adanya pemanasan global yang terus terjadi, rasanya sulit untuk menghentikan periode interglasial saat ini dan perlu adanya pengurangan tingkat karbon dioksida hingga seperti masa praindustrial untuk dapat kembali ke periode glasial.

Pengertian Zaman Glasial

Secara bahasa, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, zaman berarti jangka waktu yang panjang atau pendek yang menandai sesuatu. Sedangkan glasial diartikan sebagai gletser dan es. Maka dari itu, zaman glasial dapat didefinisikan menjadi masa di mana terdapat gletser dan es.

Menurut situs Cambridge Dictionary, zaman glasial adalah waktu di masa lalu di mana temperatur bumi sangat dingin dan gletser menutupi sebagian besar bumi.

Kemudian menurut situs Collins Dictionary, zaman glasial adalah setiap kurun waktu di mana kebanyakan permukaan bumi ditutupi oleh es karena meningkatnya jumlah gletser, seperti pada periode Karbon akhir dan selama sebagian besar zaman Pleistosen.

Dilansir dari situs Britanica, zaman glasial berdasarkan ilmu geologi merupakan episode yang dingin pada zaman es atau zaman glasial. Zaman es itu sendiri adalah masa geologis di mana sebagian besar bagian bumi ditutupi oleh gletser, jauh lebih banyak dari saat ini.

Tidak jauh berbeda dari pengertian di atas, situs Science Education Resource Center at Carleton College menyebutkan bahwa para peneliti menggunakan terminologi zaman glasial atau zaman es untuk mendeskripsikan berbagai periode geologis yang memiliki masa dingin dalam jangka waktu yang panjang serta adanya lapisan es dan gletser.

Ciri-Ciri Zaman Glasial

Dalam buku Sejarah 1 Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial Siswa SMA Kelas X karya Hermawan, dkk. (2018), disebutkan beberapa ciri dari zaman glasial, yaitu di antaranya:

  • Turunnya suhu bumi dalam kurun waktu yang sangat lama.
  • Lapisan es dan gletser menyebar di berbagai pegunungan dan mengarah ke kutub-kutub bumi.
  • Air di lautan menjadi beku sehingga terbentuk daratan es yang luas.
  • Pulau-pulau baru bermunculan karena es menyatukan daratan.
  • Perubahan garis pantai menjadi lebih menjorok ke laut karena berkurangnya volume air laut akibat air yang menjadi es.
  • Zaman glasial terakhir berhenti pada 10.000 sampai 20.000 tahun yang lalu dan berubah menjadi zaman interglasial hingga saat ini.
  • Zaman glasial terakhir terjadi antara 120.000 hingga 11.500 tahun silam (National Oceanic and Atmospheric Administration, 2021).

Perbedaan Zaman Glasial dan Zaman Interglasial

Terdapat perbedaan yang jelas antara zaman glasial dengan interglasial. Pada zaman glasial, temperatur yang sangat dingin dalam jangka waktu lama membuat terbentuk lapisan es di kutub bumi setebal tiga sampai empat kilometer dan menimbulkan lapisan es di daerah perairan pula. Akibatnya, permukaan air laut surut hingga kurang lebih 120 meter.

Sementara itu, pada zaman interglasial lapisan es serta gletser tersebut mencair dan menjadi daerah perairan sehingga permukaan air laut meningkat dan daratan yang tadinya disatukan oleh es menjadi terpisah seperti kondisi bumi saat ini.

Dampak Zaman Glasial

Pada zaman glasial, permukaan bumi sebagian besar ditutupi oleh es, termasuk wilayah-wilayah yang saat ini kita lihat sebagai lautan.

Saat itu, Laut Cina Selatan dalam kondisi kering, daerah nusantara bagian barat disatukan oleh es dengan daratan Asia Tenggara, serta pulau Papua yang terhubung dengan benua Australia.

Kondisi tersebut menyebabkan terjadi migrasi baik manusia maupun hewan ke berbagai daerah termasuk di sekitar Indonesia.

Di Indonesia, dapat kita lihat sendiri adanya binatang-binatang yang memiliki kemiripan dengan binatang yang ada di daerah barat, seperti badak, harimau, dan gajah. Di sisi lain, terdapat juga binatang-binatang yang mirip dengan binatang dari daerah Australia, seperti burung cendrawasih.

Kesimpulan Pembahasan

Demikianlah pengertian, ciri-ciri, dampak, serta perbedaan antar zaman glasial dengan zaman interglasial. Kesimpulannya, zaman glasial merupakan periode ketika temperatur bumi sangat dingin dalam kurun waktu yang lama sehingga sebagian besar wilayah bumi ditutupi oleh lapisan es dan gletser.

Terdapat berbagai ciri dari adanya zaman glasial, seperti suhu bumi menurun, banyak wilayah bumi tertutup lapisan es dan membentuk daratan yang luas, garis pantai berubah menjadi lebih menjorok ke laut, dan lain-lain.

Kondisi tersebut berbeda dengan bumi pada zaman interglasial yang suhunya lebih panas dan lapisan es yang mencair menyebabkan tingkat permukaan air laut meningkat.

Salah satu dampak dari terjadinya zaman glasial adalah migrasi manusia dan hewan ke berbagai wilayah yang masih disatukan oleh lapisan es.

Contoh yang nyata di Indonesia, yaitu adanya binatang di Indonesia bagian barat yang mirip dengan binatang di daerah barat Indonesia dan binatang di Indonesia bagian timur yang mirip dengan binatang di daerah Australia.