Sejarah

Zaman Megalitikum : Sejarah, Ciri-ciri, dan Peninggalannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sebelum zaman moderen seperti sekarang ini, dahulu manusia telah mengalami zaman praaksara atau zaman batu. Disebut dengan zaman batu karena dulu hampir semua peralatan yang digunakan sehari-hari terbuat dari batu.

Selain dari batu ada juga yang terbuat dari bambu, kayu ataupun tulang. Karena terbuat dari bambu maka jarang ditemukan fosil dari bahan tersebut.

Ingin tau lebih jelas lagi tentang zaman Megalitikum, yuk kalian simak penjelasan singkat berikut ini :

Zaman Megalitikum merupakan zaman batu besar, disebut dengan zaman batu besar karena pada waktu itu manusia masih hidup menggunakan batu berukuran besar sebagai peralatan sehari-hari.

Menurut hasil analisis dari para ahli Arkeolong menyatakan bahwa “Ciri-Ciri zaman atau masa megalitikum ini terletak pada fosil yang ditemukan. Dimana pada zaman ini terdapat banyak peninggalan seperti : Kapak batu, rumah batu, dan perlengkapan lain yang terbuat dari batu.

Sejarah Kebudayaan Megalitikum

Menurut Von Heine Geldrn kebudayaan megalitikum ini menyebar di Indonesia melaui 2 gelombang, yaitu :

  1. Megalitikum Tua

Megalitikum tua menyebar ke Indonesia pada zaman Neolithikum sekitar 2500 sapai 1500 SM yang dibawa oleh pendukung Kapak Persegi ( Proto Melayu) .

Contoh peninggalan Megalitikum Tua antara lain : Arca-Arca Statis,Menhir, Punden Berundak.

2. Megalitikum Muda

Megalitikum muda ini menyebar di Indonesia pada zaman perunggu sekitar tahun 1000 sampai 100 SM. Yang dibawa oleh pendukung Kebudayaan Dongson (Deutro Melayu )

Contoh bangunan Megalitikum Muda : Dolem, Arca-Arca Dinamis, Peti Kubur Batu,Waruga Sarkofagus.

Manusia zaman megalitikum telah memiliki kepercayaan sendiri. Mesikupu bukan kepercayaan kepada Tuhan. Melainkan Kepercayaan kepada Roh Nenek Moyang.

Bahkan sampai masa sekarang, Kepercayaan kepada Roh nenek moyang masih dipercayai oleh beberapa Kebudayaan.

Ciri-Ciri Zaman Megalitikum

Adapun ciri-ciri mendasar pada zaman Megalitikum antaralain sebagai berikut :

  • Telah mengetahui sistem pembagian kerja
  • Telah ada pimpinan atau kepala suku
  • Sudah memanfaatkan logam untuk dijadikan peralatan sehari-hari.
  • Sudah menerapkan sistem Food Producing atau Bercocok Tanam
  • Sudah ada norma-norma yang berlaku.
  • Menggunakan sistem hukum rimba”Primus Interpercis” Yaitu memilih yang terkuat dari yang terkuat.

Kehidupan Zaman Megalitikum

  1. Kehidupan Sosial

Kehidupan sosial ini sudah ada sejak zaman Neolithikum sampai dengan zaman Perunggu. Manusia pada zaman megalitikum ini sudah dapat membuat dan meninggalkan kebudayaan di zaman batu besar.

2. Kehidupan Kebudayaan

Megalitikum meninggalkan kebudayaan yang cukup unik dan menarik. Bahkan dizaman modern sekarang ini kita dapat menemui kebudayaan tersebut.

Hal tersebut disebabkan adanya Suku Indonesia yang masih tetap melestarikan kebudayaan zaman Megalitikum.

Ada beberapa temuan berikut diantaranya :

3. Kehidupan Ekonomi

Pada kehidupan ekonomi, alat-alat yang digunakan pada zaman megalitikum berbahan dasar batu.

4. Kehidupan Kepercayaan

Pada zaman megalitikum kehidupan kepercayaan mulai berinisiatif buat mendirikan bangunan batu yang berukuran besar atau megalitik sebagai tempat beribadah.

Budaya megalitik inilah yang menjadi ciri khas asli dari nenek moyang Indonesia. Sebelum menerima pengaruh dari Hindu, Islam serta Kolonial.

Manusia Pendukung Zaman Megalitikum

Ada beberapa manusia pendukung pada zaman Megalitikum , Diantaranya sebagai berikut :

  • Meganthropus Paleojavanicus ( Manusia berukuran besar dan jalannya tegak)
  • Pithecantropus Erectus ( Manusia kera yang jalannya tegap dan tegak)
  • Pithecantropus Mojokertensis (Manusia kera yang berasal dari Mojokerto)
  • Pithecantropus Soloensis( Manusia kera yang berasal dari Solo)

Peninggalan Zaman Megalitikum

  1. Kubur Batu

Kubur batu merupakan sebuah peti mati yang terbuat dari batu besar. Dan kuburan batu ini dipakai buat menyimpan mayat jenazah.

Diindoneisa banyak sekali peninggalan kubur batu sampai saat ini terdapat di : Yogyakarta, Cirebon, Cepu,Sulawesi Selatan dan Bali.

2. Sarkofagus

Sarkofagus merupakan batu besar berupa peti besar untuk menyimpan mayat atau jenazah. Sarkofagus yang ditemukan ini mempunyai bentuk seperti sebuah patung atau lesung yang terbuat dari batu besar.

Batu tersebut merupakan batu yang masih utuh dan kemudian diatasnya diberikan tutup. Sarkofagus ini banyak ditemukan di Bali dan Bondowoso Jawa Timur.

3.Dolmen

Dolmen merupakan meja besar yang digunakan untuk tempat sesaji atau pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Peninggalan berupa dolmen ini mempunyai fungsi sebagai penutup sarkofagus. Dolmem ini banyak ditemukan di daerah Besuki, Jawa Timur yang dikenal dengan Pandhusa.

4. Menhir

Menhir merupakan batu besar yang cuma satu dan berbentuk seperti tugu atau tiang yang diletakkan dengan posisi berdiri di atas tanah.

Menhir mempunyai fungsi sebagai tanda peringatan dari sang nenek moyang. Menhir banyak ditemukan didaerah Pasemah Sumatera Selatan, Ngada Flores, Rembang, serta Lahat Sumatera Selatan.

5. Punden Berundak

Punden Berundak merupakan bangunan dari batu besar yang bertingkat-tingkat. Struktur punden berundak berupa bentuk teras yang mengarah keatas pada satu titik. Puden Berundak berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang.

Hal itu disebut oleh para ahli sebagai awal terbentuknya sebuah candi diberbagai wilayah di Indonesia. Punden Berundak bisa ditemukan di daerah Banten Selatan, Kuninyan Jawa Barat dan Garut.

6.Arca atau Patung

Arca atau Patung merupakan batu besar yang dibentuk seperti manusia maupun hewan yang melambang sebagai nenek moyang. Arca atau patung memiliki fungi sebagai pemujaan. Para peneliti menemukan arca di Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan.

7.Waruga

Waruga merupakan makam yang terbuat dari batu besar dengan dua bagian, yaitu atas dan bawah.

Bagian batu atas dipakai sebagai atap yang berbentuk segituga. Sedangkan buat batu bawah fungsinya sebagai alat menyimpan mayat para leluhur. Alat tersebut berbentuk kotak dan Waruga merupakan sebuah makam peninggalan dari Leluhur suku Minahasa.

Waruga dapat ditemukan di Daerah-daerah Minahasa (Sulawesi Utara)

Corak Kehidupan Zaman Megalitikum

Pada zaman Megalitikum ini, masyarakatnya sudah bisa melakukan aktivitas dengan baik. Aktivitas sehari-hari yang bisa dilakukan untuk mencari makan yaitu dengan bercocok tanam dan juga berburu hewan.

Kegiatan tersebut didukung dengan alat-alat yang terbuat dari bahan dasar batu besar.