Akuntansi

Accrued Payroll: Pengertian, Jenis dan Contoh

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Accrued Payroll

Accrued payroll merupakan metode dalam akuntansi yang digunakan sebagai pelacakan data, pengarsipan atau hal yang berkaitan dengan pengelolaan gaji atau kompensasi karyawan. Segala jenis pengeluaran terkait gaji yang belum dibayarkan adalah accrued payroll.

Metode accrued payroll ini berbeda dengan akuntansi berbasis kas, yang mana pencatatan hanya berupa jumlah uang sudah masuk atau keluar. Pada accrued payroll beberapa hal yang diamati yaitu alur uang yang telah dipotong dari gaji, pajak atau tunjangan karyawan. 

Sebelum itu penting untuk mengetahui  basis akuntansi akrual agar lebih mudah dalam memahami accrued payroll. Dengan adanya basis akuntansi akrual, pemilik usaha dapat melakukan pencatatan dana yang belum keluar dan begitu pula sebaliknya. Seperti contoh saat klien melakukan pembayaran dengan cek maka pemilik usaha dapat mencatat nilai pembayaran tersebut meskipun cek belum dicairkan.

Jenis Accrued Payroll

Terdapat beberapa jenis accrued payroll, diantaranya sebagai berikut

  • Gaji dan Upah

Kemungkinan sumber terbesar dari accrued payroll adalah dari pembayaran gaji dan upah kepada karyawan. Yang mana gaji dan upah merupakan kewajiban yang harus diberikan kepada karyawan.

Perhitungan gaji dan upah juga perlu diperhitungkan dan dipahami dalam akuntansi akrual agar perputaran usaha tetap lancar.

  • Bonus 

Jenis selanjutnya dalam accrued payroll adalah bonus. Bonus sendiri merupakan pembayaran selain upah ketika karyawan mendapatkan komisi. Pembayaran bonus ini perlu dicatat dalam accrued payroll agar dapat terhitung dengan lebih teliti.

  • Cuti Berbayar

Kebijakan cuti berbayar biasanya diterapkan pada Sebagian besar perusahaan. Jika terdapat kebijakan ini pada perusahaan maka perlu juga untuk dicatat dalam accrued payroll. Karena jika karyawan tidak mengambil jatah cuti yang sudah ditentukan maka pemilik usaha memiliki utang senilai besaran cuti yang tidak diambil tersebut. 

Selain itu perlu juga untuk menandai cuti berbayar pada accrued payroll jika karyawan meninggalkan perusahaan. Hal ini dikarenakan mungkin pemilik usaha memiliki utang atas cuti berbayar karyawan tersebut.

  • Pajak Gaji

Kewajiban lain bagi pelaku bisnis adalah pajak gaji. Perhitungan pajak gaji ini umumnya harus didasari dengan catatan beberapa porsi anggaran, antara lain

  1. Pajak Penghasilan
  2. Jaminan Pensiun
  3. Jaminan Kesehatan Sosial

Biaya pajak gaji dan pemotongan seperti jaminan merupakan tanggung jawab pemilik usaha. Untuk itu sebagai pemilik usaha perlu mencatat dalam accrued payroll pembayaran biaya pajak gaji serta potongannya sesuai dengan ketentuan.

Cara Menghitung Accrued Payroll

Terdapat rumus umum dalam penghitungan accrued payroll. Mekanisme perhitungannya yaitu sebagai berikut

(upah per jam x jam kerja) + (bonus + komisi + lembur) + (pajak gaji + pension dan asuransi) + cuti berbayar)

  • Upah per jam x jam kerja

Mekanisme perhitungan accrued payroll yang pertama yaitu upah per jam x jam kerja. Sebelumnya perlu diketahui jumlah jam kerja karyawan kemudian dikalikan upah per jamnya. Hasil dari perhitungan ini adalah jumlah total utang perusahaan untuk karyawan dalam satu periode pembayaran.

Perusahaan dapat lebih mudah menghitung gaji karyawan jika dilakukan secara berkala dalam satu periode pembukuan. Jika suatu perusahaan memakai sistem gaji bulanan bukan per jam kerja maka perhitungannya lebih sederhana yaitu dapat dihitung langsung gaji kotor karyawan dalam bulan tersebut.

  • Bonus + Komisi + Lembur

Untuk perhitungan selanjutnya yaitu bonus, komisi dan lembur. Perlu untuk diamati masing-masing karyawan apakah ada komisi, bonus dan lembur yang didapatkan dalam periode tersebut. Jika ada maka perlu dimasukkan dalam accrued payroll. Karena bonus yang diberikan langsung tidak dapat dikategorikan sebagai accrued payroll.

  • Pajak Gaji + Pensiun dan Asuransi

Jumlah gaji kotor yang sudah dihitung sebelumnya masih harus dipotong pajak penghasilan serta asuransi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam hal ini perusahaan memiliki wewenang dalam pemotongan tersebut. Selain itu perusahaan juga perlu untuk memperhatikan dana pensiun serta asuransi karyawan dalam payroll.

  • Cuti Berbayar

Perhitungan selanjutnya adalah jika terdapat karyawan yang berhak mendapatkan cuti berbayar maka perlu untuk ditambahkan dalam perhitungan accrued payroll untuk karyawan tersebut.

Contoh Accrued Payroll

Agar lebih mudah dalam memahami perhitungan accrued payroll dapat dilihat contoh penerapannya. Berikut contoh skema seorang karyawan mendapatkan gaji per bulannya Rp. 3.000.000.

Karena kinerjanya yang baik karyawan tersebut mendapatkan bonus Rp. 1.000.000, selain itu juga mendapatkan cuti berbayar sebesar Rp. 200.000. Maka perhitungan accrued payroll adalah

  1. Gaji Kotor : Rp. 3.000.000
  2. Bonus : Rp. 1.000.000
  3. Cuti Berbayar : Rp. 200.000
  4. Pajak gaji, Pensiun dan Asuransi : Rp. 200.000 + Rp. 100.000 + Rp. 100.000

Sehingga dapat diketahui total accrued payroll pada karyawan tersebut adalah Rp. 4.600.000

Perhitungan pada karyawan lain dapat dilakukan sesuai dengan mekanisme seperti diatas. Karena setiap karyawan mungkin mendapatkan hak yang berbeda dari bonus atau cuti berbayar.

Untuk itu perlunya perhitungan accrued payroll dengan teliti, rapi dan cermat agar mendapatkan jumlah accrued payroll yang tepat. Selain itu accrued payroll yang rapi akan membantu proses manajemen keuangan menjadi lebih baik.