Akuntansi: Pengertian – Tujuan dan Siklus

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar akuntansi, apakah akuntansi? Berikut pembahasannya.

Pengertian Akuntansi

Pengertian Akuntansi Secara Umum

Akuntansi adalah kegiatan mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan.

Pengertian Akuntansi menurut Para Ahli

  • Frederich D.S. Choi, Gerhard G. Mueller

Akuntansi adalah proses pengindentifikasian, pengukuran dan pengkomunikasian informasi ekonomi.

Dengan tujuan agar pengguna dapat membuat pertimbangan dan keputusan-keputusan.

  • Soemarsono S.R

Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi.

Tujuannya adalah memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

  • S. Munawir

Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan dan peringkasan dari pada peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian bersifat keuangan.

Dinyatakan dengan uang, serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul dari padanya.

  • American Accounting Association (AAA)

American Accounting Association merupakan lembaga di Amerika Serikat yang bergerak dalam bidang riset, pengembangan dan pengajaran akuntansi.

Menurut AAA akuntansi berfungsi sebagai alat analisa data atau transaksi keuangan yang berguna untuk proses pengambilan keputusan bagi penggunanya.

Tiga aktivitas dasar akuntansi yaitu:

• Identifikasi
• pencatatan
• komunikasi.

Pengguna laporan keuangan di dalam perusahaan terdiri dari pihak internal dan eksternal.

Pihak internal misalnya manajemen perusahaan, sedangkan pihak eksternal misalnya investor dan kreditor.

Sejarah Akuntansi

Akuntansi ada sejak manusia melakukan transaksi menggunakan uang sebagai alat pembayaran yang sah. Maka dibutuhkan pencatatan transaksi keuangan.

Sejarah Akuntansi Dunia

Pada tahun 1494, Luca Pacioli seorang Italia mempublikasikan bukunya yang berjudul

“Summa de Aritmatica, Geometrica Proportioni et Propotionalita.”

Didalam bukunya terdapat bab yang berjudul “Tractatus de Computies et Scriptoris” yang mengenalkan sistem pembukuan berpasangan atau juga disebut sistem kontinental.

Sistem berpasangan adalah sistem pencatatan semua transaksi yang dibagi menjadi dua bagian, yaitu debet dan kredit. Kedua bagian ini harus selalu seimbang.

Sistem berpasangan ini menghasilkan pembukuan yang sistematis dan laporan keuangan yang terpadu karena dapat menggambarkan laba rugi, kekayaan, dan hak pemilik perusahaan.

Unsur sistem akuntansi yang kita pakai saat ini diambil dari nama orang yang mengembangkannya atau asal negara masing-masing.

Contohnya sistem Amerika Serikat yang bernama Sistem Anglo Saxon dan sistem Belanda yang bernama Sistem Kontinental.

Sistem akuntansi yang paling banyak digunakan adalah Sistem Anglo Saxon karena sistem ini dapat mencatat macam-macam transaksi.

Selain itu juga bersifat universal jika dibandingkan dengan sistem lainnya. Sistem lain lebih sulit dan tidak praktis digunakan karena memisahkan antara pembukuan dengan akuntansi.

Pada sistem Anglo Saxon, pembukuan adalah bagian dari akuntansi.

Sejarah Akuntansi Indonesia

Praktik dan konsep dasar akuntansi di Indonesia dimulai pada era penjajahan Belanda sekitar tahun 1642.

Amphioen Societeit yang berpusat di Jakarta membuktikan bahwa pada tahun 1747 telah ada kegiatan akuntansi di Indonesia.

Pada era penjajahan Belanda, pembukuan dilakukan dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookeeping).

Pembukuan berpasangan (double entry bookeeping) adalah gagasan Lucas Paciolo.

Pada tahun 1907 di Indonesia diperkenalkan pada sistem pemeriksaan (auditing) untuk menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan.

Tetapi sistem ini belum bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia sampai pada masa penjajahan berakhir.

Indonesia awalnya menganut sistem kontinental bawaan Belanda.

Namun, sebenarnya sistem kontinental atau pembukuan tidak sama dengan akuntansi.

Pengertian dan kegiatan akuntansi lebih luas dari itu karena tidak hanya mencakup pembukuan, tetapi juga mencakup berbagai transaksi bisnis perusahaan dan transaksi keuangan lainnya.

Pembukuan (bookkeeping) hanya bagian atau salah satu elemen dari akuntansi.

Pembukuan sebagai bagian dari aktivitas proses akuntansi meliputi pencatatan (catatan atas laporan keuangan), pengelompokan, dan kegiatan lain yang menghasilkan produk akuntansi berdasarkan data.

Perkembangan pengetahuan dan teknologi yang semakin maju membuat sistem pembukuan ditinggalkan.

Karena beberapa kondisi banyak perusahaan di Indonesia yang menerapkan sistem akuntansi Anglo Saxon.

Sistem akuntansi yang berasal dari Amerika ini semakin umum digunakan oleh perusahaan Indonesia.

Pada tahun 1957 terjadi peristiwa konfrontasi Irian Barat yang melibatkan Indonesia dan Belanda.

Hal ini menyebabkan seluruh pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Belanda ditarik kembali.

Mereka melanjutkan studinya kembali di berbagai negara termasuk Amerika Serikat.

Tokoh-tokoh yang berperan penting dalam perkembangan akuntansi di Indonesia sebagian besar menyelesaikan pendidikannya di Amerika.

Kemudian pulang ke Indonesia membawa sistem akuntansi Anglo Saxon untuk diterapkan.

Pada akhirnya, sistem inilah yang mendominasi sistem akuntansi kontinental di Indonesia.

Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan dampak yang positif bagi perkembangan akuntansi khususnya sistem akuntansi Anglo Saxon.

Akuntansi berkembang pesat karena kondisi bisnis dan sistem keuangan global yang semakin berkembang.

Tujuan Akuntansi

Garis besar tujuan akuntansi adalah melaporkan arus kas dan kondisi keuangan. Tujuan akuntansi ada dua yaitu tujuan umum dan khusus.

Tujuan umum akuntansi

  • Memberikan informasi keuangan yang terdiri dari aktiva dan pasiva.
  • Memberi informasi tentang perubahan pada sumber-sumber ekonomi yang sudah dikurangi dengan pajak dan berbagai biaya (netto).
  • Memberikan informasi keuangan suatu perusahaan yang bertujuan membantu memperkirakan potensi keuntungan perusahaan.
  • Memberikan informasi tentang perubahan pada sumber-sumber ekonomi perusahaan berupa aset, utang, dan modal.
  • Memberikan informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan dengan tujuan membantu pengguna laporan keuangan.

Tujuan khusus Akuntansi

Tujuan akuntansi secara khusus yaitu memberikan informasi dalam bentuk laporan yang berisi posisi keuangan,

hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU).

Fungsi Akuntansi

Akuntansi adalah sistem pelaporan keuangan yang di dalamnya memuat untung rugi perusahaan.

Akuntansi sangat dibutuhkan di dalam dunia bisnis. Berikut adalah fungsi-fungsi akuntansi dan penjelasannya:

  • Recording Report

Fungsi pertama dari akuntansi adalah merekam catatan transaksi secara teratur dan sesuai dengan kronologis.

  • Melindungi Aset

Fungsi akuntansi yang kedua adalah menghitung penyusutan aset yang sebenarnya

dengan menggunakan metode tertentu yang sesuai dan berlaku untuk aset.

  • Mengkomunikasikan Hasil

Fungsi akuntansi adalah untuk mengkomunikasikan hasil dan transaksi yang sudah dicatat ke semua pihak yang memiliki kepentingan.

Misalnya investor, kreditor, karyawan, kantor pemerintahan dll.

  • Metting Legal

Selain itu, fungsi akuntansi juga berhubungan dengan perancangan dan pengembangan suatu sistem.

Sistem yang digunakan harus memenuhi persyaratan hukum untuk memenuhi kebutuhan dan kewajiban,

seperti pengembalian penjualan pajak, pengembalian pendapatan pajak dan lain sebagainya.

  • Mengklasifikasikan

Fungsi akuntansi yang lain adalah sebagai klasifikasi.

Dengan adanya pengklasifikasian tersebut bisa memudahkan pengelompokan jenis transaksi.

Biasanya aktivitas klasifikasi ini dilakukan pada buku yang disebut dengan istilah “Legder”.

Fungsi akuntansi juga untuk meringkas penyajian data yang sifatnya rahasia dengan penyampaian yang singkat dan mudah dimengerti

dan berguna bagi internal maupun eksternal dari laporan akuntansi tersebut.

Biasanya aktivitas ini berupa Neraca saldo, laporan rugi laba, dan neraca.

  • Analisis dan Menafsirkan

Fungsi lain dari akuntansi yaitu analisa suatu data keuangan.

Data keuangan ini merupakan data yang sudah melalui proses analisis lalu akan diinterpretasikan dengan cara yang mudah dimengerti,

sehingga dapat membantu penilaian kondisi keuangan dan rencana operasional bisnis.

Manfaat akuntansi

Manfaat akuntansi tentu saja membantu kegiatan keuangan manusia baik untuk kepentingan perseorangan maupun perusahaan.

Berikut adalah manfaat akuntansi bagi kegiatan manusia khususunya untuk aspek keuangan dan ekonomi.

Informasi keuangan yang tersedia otomatis melalui proses perencanaan, koordinasi, pengawasan dan kontrol

di semua kondisi keuangan perusahaan. Dengan begitu sebuah perusahaan dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

  • Menetapkan Aktifitas Perusahaan

Laporan keuangan yang disajikan dapat membantu aktifitas perusahaan untuk mengalokasikan sumber dana, juga untuk membayar hutang jangka pendek atau jangka panjang. Dapat juga untuk menentukan arus uang untuk kebutuhan yang lain.

  • Dasar Perhitungan Pajak

Semua perusahaan adalah wajib pajak. Untuk dapat mengetahui besaran pajak maka dibutuhkan laporan keuangan yang benar.

Untuk mengetahui pajak sebuah perusahaan biasanya dengan melihat laba perusahaan di akhir tahun.

  • Mendapatkan Pinjaman Bank

Salah satu syarat untuk mendapatkan pinjaman dari bank adalah melampirkan laporan keuangan.

Agar bank dapat menilai perusahaan layak mendapatkan pinjaman dan mampu membayar hutang bank.

  • Informasi Keuangan Untuk Investor

Seorang calon investor pasti akan menilai terlebih dahulu kondisi keuangan sebuah perusahaan.

Berguna untuk mempertimbangkan keputusannya akan berinvestasi atau tidak.

Dalam hal ini manfaat laporan keuangan sangatlah penting sebagai salah satu syarat bagi calon investor.

Laporan keuangan yang disajikan sangat bermanfaat bagi perusahaan lain yang ingin menjalin kerja sama.

Dengan adanya laporan keuangan yang diberikan maka dapat membantu memberikan informasi terkait kondisi sebuah perusahaan.

  • Menentukan Kebijakan

Sebelum menentukan sebuah kebijakan, pihak manajemen sebuah perusahaan akan mempelajari laporan keuangan dan kondisi perusahaan baik dari sisi internal maupun eksternal.

  • Memudahkan Pembukuan

Sebuah perusahaan pasti sangat terbantu dengan akuntansi sebagai kegiatan pencatatan.

Efisiensi dan sistem yang digunakan memudahkan pembukuan keuangan sebuah perusahaan.

Prinsip Akuntansi

Prinsip akuntansi adalah acuan dalam melaksanakan proses kegiatan akuntansi.

Prinsip akuntansi bertujuan agar dapat menilai produk akuntansi secara obyektif sehingga tidak menyebabkan terjadinya perbedaan atau permasalahan.

Selain itu, laporan keuangan harus bisa dipahami oleh semua pihak. Karena itu perlu adanya penyeragaman pada prosedur akuntansi.

Penyeragaman prosedur akuntansi disebut Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU).

Tiap negara memiliki prinsip akuntansi yang berbeda. Menyesuaikan kebutuhan dan faktor-faktor lain yang ada di masing-masing negara.

Di Indonesia, prinsip akuntansi diatur oleh IAI atau Ikatan Akuntansi Indonesia. IAI adalah badan yang mengatur peraturan dan kebijakan akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Adapun prinsip-prinsip akuntansi adalah sebagai berikut :

  • Prinsip Entitas Ekonomi (Economic Entity Principle)

Prinsip entitas ekonomi, mengakui konsep kesatuan usaha sebuah perusahaa.

Menuntut adanya pemisahan aset perusahaan dengan kekayaan pribadi pemilik perusahaan.

Seluruh pencatatan atas semua transaksi keuangan tidak boleh bercampur pencatatan perusahaan dengan pencatatan pribadi pemilik.

Prinsip ini juga berlaku untuk utang atau kewajiban. Utang perusahaan dengan utang pribadi berdiri masing-masing dan terpisah.

Prinsip ini menciptakan adanya tanggung jawab yang jelas terhadap keuangan perusahaan.

  • Prinsip Periode Akuntansi (Period Principle)

Prinsip periode akuntansi atau prinsip kurun waktu. Penilaian dan pelaporan keuangan entitas usaha dibatasi oleh periode waktu tertentu.

Periode akuntansi yang biasanya dipakai dalam menjalankan usaha adalah 1 tahun atau 12 bulan, yaitu mulai tanggal 1 Januari sampai 31 Desember.

  • Prinsip Satuan Moneter (Unit Monetary Principle)

Prinsip satuan moneter adalah pencatatan transaksi keuangan yang dinyatakan dalam bentuk mata uang,

tanpa melibatkan faktor-faktor non kuantitatif. Faktor non kuantitatif ini misalnya prestasi, mutu, kinerja, dan strategi usaha.

Inti dari prinsip moneter yaitu menekankan pada pencatatan yang terbatas pada segala sesuatu yang bisa diukur dan dinilai dengan satuan uang.

  • Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)

Prinsip biaya historis yaitu mencatat transaksi keuangan atas suatu barang atau jasa berdasarkan biaya-biaya

yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang atau jasa tersebut. Dapat juga disebut pencatatan harga kesepakatan antara penjual dan perusahaan.

  • Prinsip Kesinambungan Usaha (Going Concern Principle)

Prinsip kesinambungan usaha yaitu pola pemikiran bahwa sebuah entitas usaha akan terus ada.

Kecuali terjadi hal-hal di luar kuasa manusia seperti bencana alam.

  • Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)

Prinsip ini meringkas seluruh transaksi yang terjadi dalam satu periode.

Secara informatif dan lengkap kepada penggguna informasi keuangan.

  • Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)

Pendapatan atau penambahan kekayaan pada suatu perusahaan dicatat dalam jumlah kas atau setara kas yang didapatkan dari transaksi keuangan.

Pada prinsip ini, pendapatan diakui saat terjadi transaksi keuangan dan sudah ada kepastian nilai nominal atas pendapatan tersebut.

Tetapi prinsip ini tidak selalu bisa diterapkan oleh pelaku usaha maka biasanya akan ada ketentuan lain untuk bisa mengakui pendapatan.

Misalnya, pengakuan pendapatan saat produksi barang telah selesai atau pengakuan pendapatan ketika kas atau setara kas telah diterima perusahaan.

  • Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)

Prinsip Mempertemukan ini artinya menentukan nilai penghasilan bersih tiap periode dari biaya yang dikeluarkan perusahaan.

Prinsip ini sangat bergantung pada prinsip pengakuan pendapatan. Ada kekurangan pada prinsip ini misalnya, biaya yang dikeluarkan tidak berhubungan langsung dengan pendapatan yang diterima.

Contoh : Biaya administrasi. Biaya administrasi memang mendukung terjadinya pendapatan,

akan tetapi tidak secara langsung. Biaya ini bisa dibebankan pada periode terjadinya pendapatan tersebut. Disebut juga dengan Period Cost.

  • Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)

Prinsip konsistensi yaitu prinsip akuntansi yang digunakan pada pelaporan keuangan secara konsisten, dalam hal metode, prosedur dan kebijakan yang digunakan.

Tujuannya agar laporan keuangan yang dihasilkan pada suatu periode bisa dibandingkan dengan laporan keuangan periode-periode sebelumnya.

  • Prinsip Materialitas

Prinsip materialitas yaitu prinsip yang mengakui pengukuran dan pencatatan akuntansi secara material atau bernilai.

Bernilai secara nominal dan bisa dijual. Jika tidak material, maka tidak perlu dinilai dan diakui.

Jenis-jenis Akuntansi

Secara umum ada enam jenis akuntansi. Berikut penjelasannya.

  • Akuntansi biaya

Akuntansi biaya adalah suatu kegiatan pencatatan, pengukuran dan proses pelaporan keuangan dengan cara menggolongkan, meringkas biaya produksi suatu produk, penjualan produk, atau jasa dengan memakai cara tertentu yang lengkap dengan penjelasannya.

  • Akuntansi keuangan

Akuntansi keuangan yaitu suatu sistem dalam kegiatan akuntansi yang berhubungan dengan segala persiapan laporan keuangan bagi pihak luar.

Pihak luar yang dimaksud antara lain pemegang saham, pemasok, kreditor dll. Yang mengatur semua pencatatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan.

Akuntansi pemerintahan berkaitan dengan dunia akuntan milik pemerintah.

Akuntansi pemerintahan adalah sistem akuntansi keuangan negara yang mengatur pelaksanaan anggaran.

Menurut Revrisond Baswir, akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan lembaga pemerintahan dan lembaga lainnya yang bertujuan tidak mencari keuntungan.

  • Akuntansi anggaran

Akuntansi anggaran yaitu suatu teknik yang dipakai dalam dunia akuntan untuk mencatat semua transaksi yang terjadi pada setiap anggaran.

Pengertian akuntansi anggaran berkaitan dengan segala bentuk penggunaan anggaran yang digunakan baik untuk kepentingan perusahaan ataupun untuk kepentingan umum.

Akuntansi syariah adalah akuntansi yang mengacu pada nilai-nilai syariat Islam.

Proses dan kegiatannya berkaitan dengan hukum-hukum Islam yang berperan penting untuk menjaga kesejahteraan sosial.

Menurut Karim (1990) akuntansi syariah adalah bidang baru dalam ilmu akuntansi yang dikembangkan menggunakan landasan-landasan nilai, etika, dan syariah Islam, sehingga disebut juga dengan akuntansi Islam.

  • Akuntansi manajemen

Akuntansi manajemen yaitu suatu sistem dalam dunia akuntan yang berkaitan dengan manajemen sebuah perusahaan atau organisasi.

Akuntansi dijadikan dasar manajemen untuk sebuah keputusan bisnis, pengarahan, pengendalian atau pengelolaan.

Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi adalah sebuah periode tertentu yang dibuat, atau ditentukan untuk membuat informasi yaitu berupa laporan keuangan tentu saja.

Siklus akuntansi dilakukan secara berulang-ulang sesuai waktu yang ditentukan, mulai dari pencatatan bukti transaksi hingga penyajian laporan keuangan.

Perusahaan kecil maupun besar penting memiliki siklus akuntansi agar pengambilan keputusan lebih tepat.

Tahapan Proses Siklus Akuntansi

  • Pencatatan Bukti Transaksi Keuangan

Siklus akuntansi diawali dengan mencatat bukti-bukti transaksi keuangan.

Bukti-bukti ini contohnya kuitansi, surat pengakuan utang-piutang, akte, surat perjanjian, faktur penjualan, faktur pembelian dll.

Setelah itu proses selanjutnya adalah menganalisa dan mengidenifikasi transaksi,

Apakah nilainya sudah benar atau bagaimanakah status transaksinya.

  • Membuat Jurnal Transaksi

Setelah menganalisa bukti, selanjutnya dalah membuat jurnal transaksi. Jurnal transaksi dicatat setiap hari dalam sebuah buku.

Dalam jurnal transaksi ada beberapa kolom yang tersedia, antara lain kolom tanggal, nomor bukti, akun transaksi, keterangan, debit, kredit, dan saldo.

Catatan jurnal dipindahkan dan dikelompokkan ke dalam kelompok dengan jenis transaksinya.

Misalnya, akun utang terdiri dari transaksi yang berupa utang saja dan akun kas hanya terdiri dari transaksi yang berupa kas saja.

Siklus transaksi akan lebih teratur dan membantu untuk melihat nilai akhir.

  • Menyusun Neraca Saldo atau Neraca Percobaan

Membandingkan nilai jenis akun bersaldo debit dengan nilai jenis akun bersaldo kredit.

Neraca percobaan atau trial balance ini dilakukan saat menjelang penutupan buku dengan membandingkan nilai jenis akun bersaldo dengan nilai jenis akun bersaldo kredit.

  • Membuat Laporan Keuangan

Umumnya, laporan keuangan terdiri dari laporan laba atau rugi, laporan perubahan modal, dan neraca.

Ada empat jenis laporan keuangan yang wajib antara lain:

  • Laporan laba/rugi dalam periode tertentu
  • Neraca, yaitu berisi laporan posisi keuangan pada a aset, modal, dan kewajiban.
  • Laporan arus kas yaitu laporan yang berisi aliran dana kas masuk dan keluar dalam periode tertentu.
  • Laporan perubahan modal yaitu laporan yang berisi perubahan modal pemilik perusahaan dalam periode tertentu.
  • Catatan atas laporan keuangan yaitu laporan tambahan yang berisi informasi lebih detail atas suatu akun tertentu.
fbWhatsappTwitterLinkedIn