Anak Berkebutuhan Khusus: Pengertian – Ciri dan Jenisnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis dan cara mengajari anak berkebutuhan khusus.

Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus

Pengertian Secara Umum

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang dalam pendidikannya memerlukan pelayanan yang spesifik dan berbeda dari anak pada umumnya.

Seorang anak dapat dikatakan berkebutuhan khusus apabila memiliki sesuatu yang kurang atau lebih dalam dirinya.

Anak berkebutuhan khusus juga dapat diartikan sebagai anak yang memerlukan perhatian, kasih sayang yang lebih spesifik baik di lingkungan, rumah atau sekolah.

Biasanya anak berkebutuhan khusus memiliki berbagai hambatan dalam pertumbuhan atau karakteristik yang berbeda dengan anak pada umumnya.

Pengertian Menurut Para Ahli

Berikut ini ada beberapa pengertian anak berkebutuhan khusus menurut para ahli, yaitu:

  • Menurut Heward, anak berkebutuhan khusus merupakan anak dengan karakteristik yang khusus dan berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan ketidakmampuan dalam mental, emosi atau fisik.
  • Menurut Suron dan Rizzo, anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang memiliki perbedaan dari fungsi kemanusiaannya baik secara fisik, psikologis atau kognitif dalam mencapai tujuan dan potensinya sehingga memerlukan penanganan yang terlatih dari tenaga professional.

Ciri-ciri Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus memiliki ciri-ciri, yaitu:

  • Sulit berkomunikasi karena seringkali memiliki hambatan berbicara meskipun usianya sudah dewasa serta ucapan dan pilihan katanya sering bukan menggunakan kata yang tepat.
  • Memiliki gangguan pada satu atau lebih kemampuan dasar psikologis, dimana biasanya gelombang otaknya juga terganggu sehingga menyebabkan memiliki IQ yang hanya rata-rata atau diatas rata-rata sedikit.
  • Memiliki kondisi fisik atau medis yang berbeda dengan anak pada umumnya.
  • Biasanya bersikap membangkang karena sulit membedakan bahaya atau tidak, salah atau tidaknya.
  • Memiliki emosional yang mudah marah, terperosok dalam kondisi kesepian, depresi atau kesal pada orang lain tanpa sebab jika suasana hatinya sedang buruk.
  • Sulit dalam menulis atau membaca karena umumnya sulit dalam mengekspresikan pikiran mereka.
  • Sulit mencerna logika sendiri karena terkadang mengalami disorientasi seperti disorientasi waktu atau arah.
  • Selalu bersikap sesuai kebiasaan, jika kebiasaan berubah atau terganggu akan menjadi gelisah dan cemas.
  • Senang meniru tapi biasanya tidak mengerti apa yang sedang ditirukan, misalnya seperti menyanyi, mereka tidak mengerti artinya namun selama suka, ia akan terus melakukannya.
  • Berbicara tanpa henti terutama dalam bahasa yang tidak boleh diucap atau dilarang.
  • Bertindak gugup dengan melakukan perbuatan-perbuatan aneh seperti menyedot jari atau gigit jari serta menjulurkan lidah.
  • Memiliki sikap iri hati, dimana selalu merasa kurang senang bilan orang lain senang atau mendapatkan sesuatu yang menguntungkan.
  • Memiliki sensitifitas yang tinggi karena mereka tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan atau perintah umumnya tidak dapat dijalankan.

Jenis Anak Berkebutuhan Khusus

Berikut ini beberapa jenis anak berkebutuhan khusus, yaitu:

Tunagrahita

Tunagrahita merupakan seorang anak berkebutuhan khusus yang memiliki masalah dalam perkembangan mentalnya, biasanya memiliki kondisi yang keterbelakangan dimana sering mengalami masalah dalam berbagai bidang.

Tunagrahita biasanya akan sulit dalam berkomunikasi, bersosialisasi atau kesulitan dalam belajar serta dalam memahami suatu masalah namun tidak menutup kemungkan mereka dapat belajar secara mandiri.

Tunanetra

Tunanetra merupakan seorang anak berkebutuhan khusus yang memiliki masalah dalam penglihatannya, baik total atau sebagian penglihatan saja.

Seorang anak berkebutuhan khusus tunanetra harus mendapatkan pendidikan kebutuhan khusus sejak dini terutama bagi anak yang sejak lahir terlah memiliki kondisi ini.

Tunarungu

Tunarungu merupakan seorang anak berkebutuhan khusus yang memiliki masalah dalam fungsi pendengarannya, dimana bisa sebagian atau kehilangan seluruh fungsi pendengaran.

Biasanya anak berkebutuhan khusus tunarungu akan kesulitan dalam berkomunikasi termasuk dalam bersosialisasi dengan orang lain dan lingkungannya.

Tunalaras

Tunalaras merupakan seorang anak berkebutuhan khusus yang memiliki masalah dalam beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan dan sekitarnya.

Umumnya seorang anak berkebutuhan khusus tunalaras memiliki kesulitan berkomunikasi dan memiliki emosi yang tidak stabil dan kerap tidak dapat bersosialisasi dengan lingkungan dan sekitarnya.

Tunadaksa

Tunadaksa merupakan seorang anak berkebutuhan khusus yang memiliki masalah atau kelainan pada alat gerak tubuhnya, dimana dapat memiliki kondisi yang berupa cacat permanen sejak lahir.

Maka dari itu seorang anak berkebutuhan khusus tunadaksa membutuhkan seorang pendamping dan pendidikan khusus untuk dapat melatih gerak tubuhnya.

Cara Mengajari Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus biasanya memiliki cara tersendiri dalam mengajarinya, yaitu:

  • Berikan dukungan, tanggapan positif serta pujian atas setiap usaha dan keberhasilan yang telah dicapai agar dapat meningkatkan minat belajar.
  • Menggunakan settingan kelas yang sesuai seperti berbentuk huruf “U” yang dapat mempermudah berkomunikasi dan kontak mata antara guru dengan anak berkebutuhan khusus.
  • Pengajar menggunakan komunikasi yang baik, jelas dan akesibel serta posisi wajah menghadap ke anak berkebutuhan khusus ketika mengajar dan memberikan pemaham.
  • Memanfaatkan semua metode komunikasi karena setiap anak berkebutuhan khusus memiliki kapasitas daya ingat yang berbeda-beda baik secara visual, audio ataupun kinetik.
  • Menggunakan strategi pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
fbWhatsappTwitterLinkedIn