Edukasi

9 Cara Membuat Jurnal Ilmiah dengan Mudah

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Jurnal ilmiah merupakan karya tulis artikel ilmiah yang diterbitkan secara berkala dengan rentang waktu empat bulan atau satu tahun sekali dengan pembahasan yang luas, isi yang padat dan terdiri dari 6 hingga 8 halaman.

Jurnal ilmiah dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan dari penelitian yang telah ditulis atau dijadikan acuan oleh peneliti lain dalam melakukan penelitian yang sejenis.

Untuk mempermudah dalam pembuatan jurnal ilmiah, ada baiknya untuk mengetahui susunannya. Berikut ini susunan dalam jurnal ilmiah, yaitu:

  • Judul
    Pemilihan judul dalam jurnal ilmiah tidak bisa sembarangan, dimana judul harus dibuat agar pembaca dapat mengetahui isi konten yang disampaikan tanpa harus membaca semua isi. Judul juga tidak boleh mempunyai 2 arti dan makna, serta maksimal terdiri dari 14 kata untuk bahasa Indonesia dan 10 kata untuk bahasa Inggris.
  • Nama
    Setelah menulis judul, selanjutnya yaitu mencantumkan nama penulis. Biasanya terdapat dua atau tiga nama penulis yang terdiri dari penulis inti dan satu atau dua penulis pendukung. Dalam penelitian dari tugas akhir mahasiswa, penulis pendukung dapat berupa nama pembimbing tanpa gelar akademill yang dilanjutkan dengan mencantumkan alamat atau email penulis ini dan pendukung.
  • Abstrak
    Susunan selanjutnya yaitu abstrak. Abstrak merupakan gambaran dari keseluruhan isi jurnal namun tidak sama dengan ringkasan. Abstrak juga harus berdiri sendiri tanpa ada kutipan atau catatan kaki serta terdiri dari 250 kata yang berisikan tujuan, metode, hasil dan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan. Sehingga abstrak dalam bermanfaat untuk memandu pembaca sebagai gambaran mengenai isi dari jurnal tersebut.
  • Bagian Pendahuluan
    Dalam bagian pendahuluan harus mencangkup latar belakang masalah seperti ringkasan dari penelitian yang berupa alasan dalam membuat jurnal tersebut dan sertakan juga manfaat atau tujuan sehingga pembaca tidak bingung arah penelitian ditulis.
  • Bahan dan Metode
    Dalam bagian ini, biasanya penulis menjelaskan proses atau bagaimana penelitian dilakukan. Contohnya dapat seperti mencatumkan detail penelitian dengan bahan atau alat yang dipakai serta lokasi dari penelitian tersebut. Hal tersebut bertujuan agar pembaca dapat memiliki pengetahuan atau teknik dasar setelah membaca jurnal tersebut.
  • Hasil
    Dalam bagian hasil dapat memaparkan hasil penelitian yang singkat dan dapat berupa teks, tabel, diagram ataupun gambar yang relevan dengan penelitian. Dengan menggunakan tabel atau gambar dapat membantu pembaca dengan visualisasi agar lebih paham dan jelas terhadap yang ditulis penulis.
  • Pembahasan
    Pembahasan dapat dibuat menjadi beberapa sub bagian dan diketik dalam 2 spasi serta penulisannya kurang lebih 4 hingga 6 halaman. Dalam pembahasan dapat membandingkan hasil penelitian dengan model atau teori yang digunakan agar pembaca dapat melihat perbedaan dan persamaannya.
  • Kesimpulan
    Dalam bagian kesimpulan biasanya merangkum keseluruhan dari jurnal dan mencantumkan pembuktian hipotesis dari penelitian yang dilakukan. Dimana dalam kesimpulan dapat menyakinkan pembaca bahwa penelitian yang dilakukan telah terbukti bukan sekedar dugaan. Selain itu dalam kesimpulan juga terdapat saran yang berisi kemungkinan penelitian lebih lanjut dan potensi yang dimiliki pada metode yang dipakai.
  • Daftar Pustaka
    Susunan terakhir dalam membuat jurnal ilmiah, yaitu daftar Pustaka. Biasanya daftar Pustaka berisi berbagai sumber referensi yang telah digunakan dalam penulisan jurnal. Dimana unsur yang ditulis dapat dari nama pengarang tanpa gelar akademik dan ditulis dari nama akhir, nama awal kemudian tengah. Setelah itu dilanjutkan dengan tahun terbit, judul, tempat penerbit serta nama penerbit. Selain itu unsur tersebut juga dapat bervariasi tergantung kepada jenis sumber pustakanya.