Catatan Kaki: Pengertian, Jenis dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sebuah catatan kaki yang berada bagian bawah teks atau tulisan dibuat sebagai salah satu dari ciri karya tulis ilmiah. Catatan kaki juga dapat menjadi bukti jika karya tulis dibuat bukan berdasarkan khayalan namun berdasarkan data yang kuat.

Pengertian Catatan Kaki

Catatan kaki merupakan keterangan yang ditambahkan pada bagian bawah halaman. Pada umumnya catatan kaki ditulis menggunakan huruf berukuran lebih kecil daripada huruf pada teks, hal ini berguna untuk menambahkan rujukan uraian yang terdapat pada teks utama.

Catatan kaki bisa menjadi daftar keterangan khusus yang ditulis pada bagian paling bawah setiap lembar terutama di akhir bab dari sebuah karya ilmiah seperti makalah, skripsi, tesis dan lain sebagainya.

Catatan kaki juga tergolong pada keterangan referensi yang terletak di kaki tulisan atau teks karya ilmiah.

Jenis-Jenis Catatan Kaki

Setidaknya ada dua macam catatan kaki yang dapat digunakan untuk penulisan karya ilmiah, antara lain:

Catatan Kaki Lengkap

Yakni catatan kaki yang ditulis secara lengkap dengan mencantumkan nama pengarang, judul buku, nama atau nomor seri (jika ada), jumlah jilid (jika ada), nomor cetakan, nama penerbit, tahun penerbit dan nomor halaman.

Catatan Kaki Singkat

Yakni catatan kaki yang ditulis singkat dan terdiri atas 3 macam, yakni:

  • Ibid. (singkatan dari Ibidum, berarti sama dengan atas), catatan kaki berasal dari sumber yang sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis menggunakan huruf besar, digarisbawahi, diikuti oleh titik (.) dan koma (,) dan nomor halaman.
  • Op.cit. (singkatan dari opere citato, berarti dalam karya yang telah dikutip), dipakai untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, namun telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Ditulis dengan cara: nama pengarang, op.cit., nomor halaman.
  • Loc.cit. (singkatan dari loco citato, berarti tempat yang telah dikutip), seperti di atas namun dari halaman yang sama, cara penulisannya: nama pengarang, loc.cit. (tanpa nomor halaman).

Fungsi Catatan Kaki

Adapun beberapa fungsi catatan kaki antara lain sebagai berikut:

  • Memberi keterangan dan penjelasan yang berhubungan dengan sumber dari sebuah kutipan penyusunan karya ilmiah, sehingga kutipan tersebut dapat dengan mudah dimengerti oleh para pembaca.
  • Menghargai sumber dari kutipan yang dikutip, sehingga pembaca tahu berasal dari manakah kutipan yang digunakan.
  • Menunjukan sumber referensi lainnya agar pembaca karya ilmiah bisa mengetahui lebih jauh dan jelas tentang istilah yang pernah digunakan dalam karya ilmiah itu.

Ciri-Ciri Catatan Kaki

Ciri-ciri dari catatan kaki antara lain:

  • Diberi nomor secara berurutan.
  • Pada umumnya catatan kaki berada di bagian paling bawah tulisan atau teks.
  • Menggunakan huruf berukuran lebih kecil dari pada tulisan atau teks.
  • Terdapat halaman yang dikutip.
  • Kota terbit dan juga penerbit ditulis dalam tanda kurung ().
  • Judul buku dicetak dalam bentuk miring.

Struktur Catatan Kaki

Struktur atau unsur yang terdapat pada catatan kaki antara lain:

  • Nama pengarang (editor atau penerjemah)
  • Judul buku
  • Nama atau nomor seri (jika ada)
  • Data publikasi (jilid, kota penerbit, nama penerbit, nomor cetakan, tahun terbit)
  • Nomor halaman

Teknik Membuat Catatan Kaki

Dalam membuat catatan kaki, ada aturan penulisan yang harus diikuti. Aturan tersebut berguna agar pembaca dapat mengerti dengan jelas tentang karya ilmiah yang sedang dibaca. Dan berikut cara menulis catatan kaki yang benar:

  1. Penulisan catatan kaki harus dipisahkan oleh garis yang memiliki panjang hingga 14 karakter dari batas margin bagian kiri, berjarak 4 spasi hingga tulisan atau teks.
  2. Catatan kaki harus diketik atau ditulis oleh satu spasi.
  3. Catatan kaki harus diberi nomor sesuai urutan.
  4. Nomor pada catatan kaki harus diketik dengan jarak 6 karakter terhadap batas margin sebelah kiri.
  5. Apabila catatan kaki melebihi satu garis, artinya pada baris kedua atau berikutnya dimulai sama dengan margin teks yang umumnya tepat berada di bagian margin sebelah kiri.
  6. Apabila catatan kaki lebih dari satu, jarak antara catatan kaki dan catatan lainnya diberi spasi seperti jarak spasi dalam teks.
  7. Catatan kaki juga harus ditulis di halaman yang sama, apabila terlalu panjang sebaiknya potong bagian teks saja dibandingkan memotong catatan kaki.
  8. Mempunyai jarak 3 cm dengan margin bagian bawah, sama dengan aturan pada teks.
  9. Apabila nama pengarang dua hingga tiga orang, maka harus ditulis keseluruhannya. Apabila nama pengarang lebih dari tiga orang dapat di tulis nama pengarang pertama kemudian bagian belakang ditulis et.al., atau dkk.
  10. Nama pengarang harus ditulis dengan nama asli, pangkat atau gelar tidak perlu ditulis.
  11. Di bagian judul buku atau sumber harus diberi garis bawah, namun apabila diketik menggunakan komputer harus tulisan harus dimiringkan.
  12. Ibid digunakan ketika catatan kaki satu dengan lainnya mempunyai keterangan sama dan tidak diselingi dengan catatan lainnya. Penulisan untuk catatan kaki yang berada dalam satu halaman, cukup menggunakan istilah Ibid. Tetapi, bila terdapat beberapa halaman, bentuk penulisan: Ibid, nomor halaman, penulisan Ibid harus menggunakan garis bawah atau dimiringkan.
  13. Op.cit. digunakan saat mengutip istilah yang berasal dari dua sumber serupa namun ditulis dalam catatan kaki, tidak berurutan serta letaknya di halaman berbeda. Cara penulisan: nama penulis, op.cit., dan nomor halaman.
  14. Loc.cit. digunakan sama dengan di atas. Akan tetapi digunakan pada halaman yang sama dan sudah disisipi dengan referensi lainnya dari halaman sama. Cara penulisan: nama dari penulis lalu loc.it.
  15. Apabila keterangannya mengenai referensi dari sebuah artikel atau buku, maka penulisnya hampir sama dengan daftar pustaka akan tetapi nama penulis tidak dibalik.

Contoh Catatan Kaki

Contoh catatan kaki 1 hingga 3 pengarang:

  • Chairil Anwar, Deru Campur Debu, (Jakarta: PT. GRAMEDIA PUSTAKA, 1992), hlm 9.
  • Abdul Khalik, Rapi Armad, Bagus Kuncoro, Belajar Bahasa Indonesia, (Surabaya: Dwikarya, 2009), hlm 25.

Contoh catatan kaki 4 atau lebih pengarang:

  • Mahmud Efendi, dkk. Bahasa dan Sastra Indonesia, (Solo: Citra Aji Pratama, 2008), hlm 47.
  • Wiwin Indarti, et.al. Buku Ajar Geografi, (Jakarta: Airlangga, 2015), hlm 57-59.

Contoh catatan kaki dari terbitan pemerintah:

Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2000 tentang Penyusunan Arsip, pasal 9.

Contoh catatan kaki dari terbitan organisasi:

Developing and Oprating a Records Retention Programmer, ARMA, 1999, hlm. 72.

Contoh catatan kaki dari lisan:

Wawancara dengan Joko Widodo, tanggal 21 April 2019 di Istana Negara.

Contoh catatan kaki dari jurnal online dan offline:

  • Niken Larasati, “Einstein’s Relativity at Photovoltaic Effect”, Journal of Mathematical and Fundamental Sciences, Volume 66, September 2019, p. 55. (Visited on http://journals.itb.ac.id/index.php/jmfs at 10 November 2019.
  • Ahmad Arifin, “Peran Perempuan dalam Konstruksi Sosial”, Journal of Indonesian Islam, Edisi 21, Februari 2018, hlm 33.

Contoh catatan kaki dari skripsi, tesis dan disertasi:

  • Dian Sastrowardoyo, Skripsi: “Kompleks Industri Kecantikan: Sebuah Kritik Sosio Filosofis”, (Depok: Universitas Indonesia, 2007), hlm 25.
  • Gamal Tamrin, Tesis: “Penerapan Metode Diskusi dan Bedah Film dalam Pembelajaran IPS kelas 11 SMA Tunjungan”, (Bandung, UPI, 2014), hlm 67.
  • Susilo Bambang Yudhoyono, Disertasi: “Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Sebagai Upaya Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran: Analisis Kebijakan Ekonomi dan Fiskal”, (Bogor, IPB, 2004), hlm. 44 – 45.
fbWhatsappTwitterLinkedIn