Kewirausahaan

Cross Selling: Pengertian – Strategi dan Contoh Penerapannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tentunya menjadi hal yang biasa, ketika kita berbelanja, produk yang kita beli berakhir dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah produk yang sebelumnya telah kita rencanakan. Hal tersebut bisa dibilang terjadi secara tiba tiba, entah itu dipengaruhi oleh keinginan pribadi yang spontan saja tertarik pada suatu produk yang diluar rencana, atau terjadi karena terpengaruhi oleh penawaran yang diajukan oleh staff perusahaan yang sedang berjaga.

Hal ini menjadi sebuah hal yang tidak bisa dipungkiri tentunya, tak jarang dikasir staff akan menawarkan produk lainnya sebagai tambahan untuk produk yang telah kita beli. Namun, tentunya hal tersebut terserah dengan keputusan dan keinginan kita tentunya.

Hal ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk bisa meningkatkan angka penjualannya. Hal seperti itu biasanya disebut dengan istilah cross selling. Bisa dibilang strategi penawaran yang dilakukan oleh staff kepada konsumen ini merupakan strategi yang efektif, karena berhasil meningkatkan jumlah pendapatan perusahaan akan produk tersebut.

Tidak hanya itu, cross selling ini bisa juga ada karena dipengaruhi oleh adanya diskon pembelian produk produk tertentu pula. Lalu apa sih sebenarnya cross selling itu? Berikut merupakan pemaparan mengenai cross selling yang perlu diketahui.

Pengertian Cross Selling

Secara umum, cross selling merupakan salah satu strategi penjualan produk yang digunakan oleh perusahaan. Seringkali digunakan oleh perusahaan yang berbasis makanan, namun tidak menutup kemungkinan untuk jenis produk lainnya pun menggunakan strategi penjualan produk yang serupa.

Strategi ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan dari perusahaan dan mendorong adanya peningkatan dari penjualan produk lainnya juga disamping dengan produk utama yang disajikan. Strategi penjualan dengan menggunakan system cross selling ini mendorong pelanggan dan konsumen untuk membeli lebih banyak produk dari perusahaan atau market terkait, yang mana bisa saja penambahan dari pembelian produk tersebut berasal dari produk produk penunjang, pelengkap atau bahkan produk utama sejenis.

Untuk bisa mengetahui berbagai jenis produk yang ada, karyawan akan membantu untuk lebih menjelaskannya dan memberikan penawaran terkait dengan hal tersebut. Dan konsumen yang memandangnya sebagai sebuah hal yang menarik dan bisa dibilang menekan harga dari pembelian utama, tentunya akan dengan mudah saja tergoda.

Pentingnya Cross Selling

Berikut merupakan alasan ataupun tujuan yang mendasari strategi marketing cross selling ini menjadi sebuah strategi yang dirasa cocok dan penting untuk bisa diterapkan dalam sebuah bisnis.

  • Meningkatkan Jumlah  Pendapatan
    Seperti mekanisme dari jalannya strategi cross selling yang sudah dipaparkan sebelumnya, karyawan akan melakukan penawaran terkait produk lainnya kepada konsumen. Dalam kata lain, pada strategi cross selling ini perusahaan akan mendorong konsumen untuk bisa membeli lebih banyak produk dari produk yang telah dibelinya. Hal ini tentunya dibantu dan didorong dengan berbagai tawaran produk penunjang dan produk pelengkap yang lainnya. Dan strategi pemasaran yang satu ini bisa terbilang sangat efektif dan efisien untuk bisa diterapkan. Karena terlihat sudah banyak perusahaan produk terkait yang mendapatkan keuntungan dalam jumlah yang banyak dan tingkat pendapatan yang terus meningkat.
  • Meningkatkan Pengalaman Pelanggan
    Penerapan dari strategi cross selling ini juga bisa mempengaruhi tingkat retailer dari konsumen. Karena secara tidak langsung, ketika karyawan menawarkan mengenai produk dan berbagai macam jenis produk penunjang lainnya, konsumen akan terbantu untuk bisa mengetahui ada apa saja produk yang ditawarkan dan disediakan oleh market tersebut. Sehingga hal itu bisa meningkatkan pengetahuan dan pengalam konsumen terkait dengan produk. Semakin luas pengetahuan pelanggan tentang produk, membuat pelanggan akan lebih tau produk apa yang memang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
  • Cross Selling Sama Sekali Tidak Mengganggu
    Penerapan dari cross selling yang identic dengan penawaran produk perusahaan ini sifatnya sama sekali tidak mengganggu kenyamanan dari konsumen. Karena sama sekali tidak ada unsur menipu bahkan unsur pemaksaan didalamnya. Bahkan bisa dibilang bahwa adanya cross selling ini bisa meningkatkan kepuasaan dan pengalaman konsumen dalam berbelanja produk tersebut.

Strategi Penerapan Cross Selling

Berikut merupakan strategi penerapan dari cross selling yang perlu diketahui.

  • Untuk bisa menarik konsumen dengan strategi pemasaran cross selling ini, pihak karyawan bisa memberikan diskon untuk beberapa produk yang dibeli oleh konsumen, terlebih ketika konsumen membeli produk dengan jumlah yang banyak. Strategi jenis ini seringkali digunakan untuk bisa mendorong konsumen membeli lebih banyak produk.
  • Mengetahui segmentasi pelanggan dengan baik, sudah menjadi sebuah hal yang wajib untuk sebuah pemilik bisnis mengetahui karakter dari setiap pelanggannya. Karena hal itulah yang akan membantu perusahaan untuk bisa lebih mudah menerapkan cross sellingnya.
  • Memberikan pertimbangan harga yang baik kepada konsumen, hal ini berlaku untuk menawarkan konsumen lebih banyak produk lainnya. Sehingga bisa dikatakan membeli banyak produk terbilang lebih hemat dibandingkan harus membelinya per satuan.
  • Menawarkan produk yang diminati oleh konsumen lainnya atau merupakan produk yang paling direkomendasikan oleh perusahaan, entah direkomendasikan karena memiliki harga yang terjangkau dan ramah dikantong ataupun memiliki kualitas yang sangat direkomendasikan.

Kelebihan dan Kekurangan Cross Selling

Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan dari cross selling yang perlu diketahui.

Kelebihan Cross Selling

Adapun kelebihan dari strategi pemasaran cross selling yang membuat banyak perusahaan atau tempat bisnis menerapkannya untuk meningkatkan penjualan.

  • Meningkatkan loyalitas dari pelanggan, karena produk yang dibeli tentunya menjadi memiliki harga yang lebih terjangkau.
  • Meningkatkan angka dari penjualan produk, terlebih produk produk pelengkap yang ditawarkan oleh perusahaan.
  • Meningkatkan hubungan yang baik dengan semua pelanggan
  • Meningkatkan brand awareness pelanggan terkait dengan produk perusahaan.
  • Meningkatkan keuntungan dari perusahaan untuk bisa bersaing dengan produk serupa yang berasal dari perusahaan yang berbeda.

Kekurangan Cross Selling

Berikut merupakan kekurangan dari penerapan cross selling yang perlu dipertimbangkan.

  • Dorongan untuk membeli produk tambahan ini seringkali mengganggu kenyamanan dari sebagian konsumen.
  • Membuat pelanggan yang tadinya sudah yakin dengan produk yang dibelinya menjadi ragu dan kebingungan, entah untuk mengganti produknya atau menambah produk yang dibelinya.

Contoh Penerapan Cross Selling

Berikut merupakan contoh dan penerapan cross selling yang perlu diketahui.

  • Penerapan asuransi dari ponsel yang diajukan bersamaan ketika konsumen membeli ponsel tersebut.
  • Cross Selling biasanya diterapkan dalam restoran cepat saji seperti Mc Donald’s, KFC dan restoran cepat saji lainnya.
  • Penerapan dari cross selling juga ada dalam proses pengurusan kartu kredit yang dibarengi dengan penawaran pinjaman instan.

Perbedaan Cross Selling dan Up Selling

Istilah cross selling sendiri seringkali dikaitkan dengan strategi pemasaran lainnya seperti up selling. Kedua strategi tersebut tentunya akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan jika memang bisa direalisasikan dengan baik dan sesuai dengan strategi yang ada. Karena memang tujuan dari cross selling dan up selling sendiri tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan pendapatan dari perusahaan dan meningkatkan jumlah keterjualan produk tentunya.

Namun lebih detailnya, cross selling dilakukan dengan menawarkan produk yang cenderung relevan dengan produk yang ingin dan sudah dibeli oleh pelanggan. Sedangkan up selling sendiri lebih diterapkan dengan menyakinkan pelanggan untuk membeli suatu produk yang berbeda dengan apa yang dibeli oleh pelanggan, dan tentunya membandingkan produk yang ditawarkan dengan produk yang sedang dicari oleh pelanggan. Entah itu sebagai barang pengganti produk yang tidak tersedia atau lainnya.