Sejarah

Doktrin Truman: Latar Belakang, Isi dan Dampaknya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Doktrin Truman atau Truman Doctrine adalah sebuah kebijakan yang diambil oleh presiden ke-33 Amerika Serikat yaitu Harry S Truman. Truman merupakan sosok yang sangat berjasa dalam membawa sekutu barat sebagai pemenang perang dunia II.

Truman mengeluarkan kebijakan ini untuk mencegah ekspansi geopolitik Uni Soviet selama perang dingin setelah perang dunia usai. Pernyataan ini dikeluarkan pada 12 Maret 1947 dan berakhir sampai tahun 12 Juli 1948.

Lantas mengapa Truman mengeluarkan kebijakan ini? Berikut penjelasannya. 

Latar Belakang Doktrin Truman

Perang dunia II memang telah berakhir sejak tahun 1945 namun bukan berarti dunia langsung damai begitu saja. Perang dunia II menyisakan negara-negara di segala benua mengalami kerugian besar bahkan ada yang hampir bangkrut termasuk Inggris. 

Kondisi semakin panas dengan kegigihan Uni Soviet untuk menyebarkan paham komunis di wilayah Eropa Timur. Sementara itu Yunani sedang mengalami konflik perang saudara dimana Partai Komunis menyatakan kontra terhadap pemerintah secara terang-terangan.

Begitu juga dengan Turki yang sedang tegang karena terus di konfrontasi oleh Uni Soviet agar mereka dapat melintas dengan bebas di wilayah Selat Dardanella. 

Turki dan Yunani sebelumnya mendapat dukungan dari Britania Raya yang merupakan sekutu terkuat. Namun dukungan militer tersebut telah dihentikan per tanggal 31 Maret 1947 dikarenakan krisis yang dialami Inggris. 

Keadaan tersebut tentu akan sangat menguntungkan bagi Uni Soviet untuk menancapkan paham komunis di negara-negara lain yang sudah dilakukan sejak masa perang dunia II. Melihat langkah Uni Soviet yang semakin mudah, Amerika Serikat dan Inggris tentu merasa khawatir sebagaimana pasukan sekutu sangat menjunjung tinggi paham demokrasi. 

Oleh sebab itu untuk terus menerapkan paham demokrasi dan mencegah Uni Soviet memperluas paham komunisnya, Inggris meminta Amerika Serikat untuk mengambil alih. 

Isi Doktrin Truman

Amerika Serikat menerima permintaan Inggris dengan membuat pernyataan di dalam pidato Presiden Harry S Truman yang dilakukan di depan Kongres atau DPR AS. Di dalam pidatonya Truman mengatakan:

“Atas dasar suara mayoritas warga dunia. Pemerintah kita akan menjamin kebebasan bagi setiap orang,” dan “itu pasti kebijakan Amerika Serikat untuk mendukung orang-orang bebas yang menolak upaya penindasan oleh minoritas bersenjata atau oleh tekanan dari luar.” 

Di depan Kongres Amerika juga meminta bantuan untuk Turki dan Yunani dalam pernyataannya yakni:

“Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dirancang agar mampu mempertahankan kebebasan dan kemerdekaan setiap anggotanya. Tujuan itu tak sepatutnya disadari tanpa keinginan kita untuk membantu memerdekakan bangsa-bangsa yang terancam oleh rezim totalitarian. Ini tidak lebih dari kenyataan bahwa rezim totalitarian yang menguasai bangsa yang bebas, baik lewat agresi langsung maupun tidak, mengancam dasar perdamaian dan juga keamanan Amerika Serikat.”

Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa Amerika Serikat akan  memberikan bantuan berupa keuangan untuk mendukung ekonomi dan militer Yunani dan Turki.

Tidak hanya untuk Turki dan Yunani, pernyataan tersebut juga menyiratkan bahwa AS akan membantu negara apapun yang sedang berada di bawah ancaman komunisme Uni Soviet. Permohonan Amerika Serikat tersebut dikabulkan oleh kongres.

Dampak Doktrin Truman 

Kebijakan Truman memiliki berbagai dampak seperti berikut ini:

  • Turki dan Yunani Mendapat Bantuan

Pernyataan Truman di depan DPR AS tidak disetujui oleh semua pihak begitu saja. Beberapa diantaranya menganggap bahwa Turki dan Yunani sejak dahulu memang bukan negara demokratis. Bahkan ada pihak yang berpendapat bahwa Uni Soviet tidak memiliki niat buruk seperti anggapan Truman

Namun di sisi lain lebih banyak pihak yang mendukung Truman untuk membantu kedua negara tersebut. Setelah melalui banyak pertimbangan DPR AS akhirnya memberikan pernyataan setuju dengan kebijakan tersebut. DPR AS menyetujui pemberian dana kepada Turki dan Yunani sebesar 400 juta USD yang diberikan dua bulan setelahnya. 

Turki mendapat bantuan sebesar 100 USD dan juga armada kapal dan pesawat serta pasukan militer AS untuk menjaga selat Turki. 

  • Pecahnya Perang Dingin

Adanya kebijakan luar negeri Amerika Serikat oleh Harry S Truman ini ternyata berdampak lebih serius. Kebijakan tersebut dianggap sebagai deklarasi resmi perang dingin antara AS dengan Uni Soviet. 

Hal tersebut ditunjukkan dengan bantuan yang diberikan AS tidak hanya untuk Turki dan Yunani melainkan berbagai negara lainnya bahkan termasuk Indonesia

  • Berdirinya NATO

Inggris dan Prancis untuk menjaga keamanan mencegah meluasnya paham komunisme di wilayah timur Mediterania maka memberikan gagasan untuk membentuk North Atlantic Treaty Organization (NATO). 

Organisasi ini kemudian resmi berdiri pada 4 April 1949 di Washington, D.C, AS. Turki dan Yunani yang akhirnya dimenangkan oleh partai demokratik nya bergabung dengan NATO pada tahun 1952. 

Saat ini NATO telah diikuti oleh 30 negara diantaranya adalah Belgia, Kanada, Denmark, Perancis, Islandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Portugal, Inggris, dan Amerika Serikat (AS)