Biologi

3 Fungsi Ribosom pada Sel Hewan

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ribosom merupakan organel sel yang terlibat dalam sintesis protein. Organel tersebut dapat di temukan di semua sel organisme, termasuk sel hewan. Ribosom memiliki bentuk yang khas dan dapat diidentifikasi sebagai partikel globular dalam sel.

Secara umum, bentuk ribosom yaitu bulat atau bulat lonjong, tergantung pada jenis organisme dan lokasi sel. Ribosom terdiri dari dua sub unit yang berbeda ukuran yaitu sub unit besar dan sub unit kecil. Kedua sub unit tersebut bergabung bersama-sama untuk membentuk ribosom fungsional ketika proses translasi dimulai, dan mereka berpisah kembali setelah selesainya sintesis protein.

Ribosom bisa ditemukan dalam sel tubuhan dan hewan. Pada setiap sel tersebut memiliki beberapa fungsi. Adapun beberapa fungsi ribosom adalah sebagai berikut.

1. Sebagai Proses Sintesis Protein

Ribosom berperan dalam proses sintesis protein yang merupakan pembuatan protein dalam sel. Ribosom membaca informasi genetik dari molekul RNA (ribonukleat) yang disebut mRNA (messenger RNA) dan menggunakan informasi tersebut untuk merakit rantai asam amino menjadi protein.

Proses tersebut melibatkan dua subunit ribosom yang berinteraksi dengan mRNA dan tRNA (transfer RNA) sehingga membantu mengatur urutan asam amino yang benar untuk membentuk rantai protein yang spesifik sesuai dengan kode genetik.

Dalam keseluruhan proses, ribosom berperan penting dalam mengkoordinasikan interaksi antara mRNA dan tRNA untuk membentuk rantai asam amino yang tepat sesuai dengan urutan genetik dalam mRNA. Hal ini memungkinkan pembentukan protein yang diperlukan untuk berbagai fungsi seluler, struktural, dan biokimia yang esensial bagi kehidupan.

2. Sebagai Translasi

Pada saat proses pembentukan protein, ribosom akan melakukan translasi. Fungsi ribosom dalam proses translasi adalah mengubah urutan nukleotida dalam molekul mRNA menjadi urutan asam amino dalam rantai protein.

Proses translasi melibatkan dua subunit ribosom (subunit kecil dan subunit besar) yang bekerja bersama-sama dengan mRNA dan molekul tRNA (transfer RNA) untuk menerjemahkan informasi genetik menjadi urutan asam amino yang spesifik. Beberapa proses yang terjadi pada tahap translasi antara lain sebagai berikut.

  • Inisiasi. Subunit kecil ribosom terikat pada mRNA di dekat kode start AUG. Molekul tRNA yang membawa asam amino pertama, biasanya metionin, berikatan dengan kode start tersebut.
  • Elongasi. Ribosom membaca urutan nukleotida dalam mRNA, tRNA membawa asam amino yang cocok berikatan dengan kodon yang sesuai pada mRNA, dan ribosom membantu membentuk ikatan peptida antara asam amino yang berdekatan. Proses ini berulang sampai mencapai kode stop pada mRNA.
  • Translokasi. Ribosom berpindah ke kodon berikutnya dalam mRNA setelah ikatan peptida terbentuk. Proses tersebut melibatkan pergerakan subunit ribosom besar dan pergeseran tRNA ke situs peptidil.
  • Terminasi. Proses translasi berakhir saat ribosom mencapai kode stop pada mRNA. Tidak ada tRNA yang cocok untuk kode stop, dan protein yang baru terbentuk dilepaskan dari ribosom.

Dengan demikian, ribosom merupakan mesin utama dalam proses translasi, yang menghubungkan bahasa nukleotida dalam mRNA dengan bahasa asam amino dalam protein. Proses translasi sangat berperan penting untuk sintesis protein yang akurat dan berfungsi dalam mendukung berbagai aktivitas seluler dan fungsi organisme.

3. Pertumbuhan dan Memperbaiki Sel yang Rusak

Sel hewan memerlukan protein untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan. Ribosom mendukung sintesis protein yang diperlukan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk tulang, otot, dan organ-organ lainnya.

Sel-sel hewan yang terus-menerus melakukan pembelahan atau pertumbuhan juga membutuhkan ribosom untuk menghasilkan protein yang dibutuhkan. Secara keseluruhan, ribosom merupakan organel sel yang sangat penting karena bertanggung jawab atas sintesis protein, yang merupakan aspek kunci dalam menjalankan berbagai fungsi sel hewan.

Ukuran ribosom juga dapat bervariasi. Pada sel hewan, ukuran ribosom biasanya berkisar antara 20 hingga 25 nanometer (nm). Perlu diketahui bahwa ukuran dan bentuk ribosom dapat sedikit berbeda pada berbagai jenis organisme, seperti bakteri, arkea, dan eukariota seperti manusia, kucing, pohon ek, jamur kancing, dan alga hijau.

Semua organisme tersebut memiliki sel-sel dengan nukleus dan struktur seluler lainnya. Meskipun ribosom berukuran kecil dan tidak memiliki membran, mereka berperan sangat penting dalam menjalankan sintesis protein yang menjadi dasar dari berbagai proses biologis dalam sel hewan dan organisme lainnya.

Ribosom bekerja di dalam sel hewan sepanjang waktu, terlibat dalam sintesis protein yang diperlukan untuk fungsi dan pertumbuhan sel, serta proses sintesis protein terus berlangsung sepanjang siklus hidup sel.

Jika tidak ada ribosom, sel hewan tidak akan dapat menghasilkan protein yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup dan fungsi normalnya. Sehingga akan mengakibatkan gangguan serius dalam berbagai proses seluler, dan akhirnya dapat menghambat vitalitas sel dan kelangsungan hidup organisme secara keseluruhan.

Oleh karena itu, ribosom memiliki peran penting dalam mengubah informasi genetik yang disandikan dalam molekul mRNA menjadi rantai polipeptida yang membentuk protein. Dalam sel hewan, ribosom dapat ditemukan terikat pada retikulum endoplasma kasar (REK) atau berada bebas di sitoplasma.