Hubungan Filsafat Dalam Sosiologi

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dari masa ke masa kajian tentang filsafat selalu menarik untuk dibicarakan banyak orang. Ada beberapa orang yang salah menafsirkan filsafat sebagai ilmu yang sulit dipahami dan tidak seru, padahal filsafat merupakan salah satu pembahasan ilmu yang kompleks.

Salah satu yang akan dibahas disini adalah hubungan antara filsafat dengan ilmu sosiologi. Filsafat adalah suatu disiplin ilmu yang membahas tentang segala hal di alam semesta secara mendalam dengan akal fikiran manusia untuk mengetahui hakikat sebenarnya alam semesta ini.

Filsafat sudah ada sejak 2700 sebelum Masehi oleh bangsa Yunani Kuno. Sedangkan  sosiologi menurut Auguste Comte adalah disiplin ilmu yang memepelajari masyarakat dan gejala-gejala yang disebabkan oleh masyarakat melalui pemikiran yang rasional dan ilmiah.

Berikut hubungan filsafat dalam ilmu sosiologi.

1. Ilmu yang lahir dari salah satu pembahasan filsafat

Pada abad ke-19, khususnya pada tahun 1839 muncullah sebutan sosiologi sebagai sebuah kajian ilmu sendiri yang berpisah dari ilmu-ilmu pengetahuan yang lain. Auguste Comte merupakan seorang filsuf berkebangsaan Perancis yang mencetuskan istilah sosiologi untuk pertama kalinya.

Objek yang digunakan untuk mempelajari ilmu sosiologi adalah manusia atau masyarakat, sedangkan manusia sendiri juga merupakan salah satu objek kajian filsafat.

2. Tidak bisa dipisahkan dari pemikiran-pemikiran para ahli

Bila sosiologi bertujuan untuk mengetahui hubungan dan interaksi antara manusia satu dengan lainnya dan juga masyarakat, maka filsafat bertujuan untuk mengetahui hakikat kebenaran manusia dengan menggunakan akal fikiran yang bijaksana. Hal ini saling berkaitan karena sosiologi juga mempelajari bagaimana interaksi manusia yang dalam hal ini merupakan salah satu hakikat kebenaran manusia.

3. Memahami karakter, prinsip dan cara berpikir manusia

Karena filsafat merupakan induk dari ilmu sosiologi, maka untuk memahami cara berpikir manusia terhadap manusia yang lain dibutuhkan filosofi-filosofi yang menggunakan akal bijaksana. Disinilah peran ilmu filsafat dengan sosiologi terlihat memiliki keterkaitan satu sama lain.

4. Memiliki fenomena di kalangan masyarakat

Filsafat perlu ada dalam ilmu sosiologi untuk menjelaskan atau memaknai fenomena-fenomena yang terjadi di kalangan masyarakat, baik individu maupun kelompok. Hal ini dimaksudkan bahwa segala hal yang terjadi dalam kehidupan sosial dapat di jelaskan dalam filosofi-filosofi milik para filsuf.

Ilmu sosiologi tetap membutuhkan filsafat dalam kajiannya, tetapi ilmu ini dapat berdiri sendiri dan menjadi ilmu mandiri yang membahas tentang perilaku manusia di masyarakat. Mereka saling terkait dan berhubungan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn