5 Jenis Nasionalisme yang Perlu diketahui!

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Nasionalisme merupakan paham kebangsaan yang timbul dari kecintaan terhadap negeri. Istilah nasionalisme ini seringkali kita kaitkan dengan semangat seorang individu untuk memajukan dan melindungi bangsanya dengan segenap jiwa raganya. Atau bisa dikatakan bahwa nasionalisme juga merupakan wujud kesetiaan tertinggi seseorang yang diorientasikan untuk negaranya. Paham nasionalisme ini tidak mungkin muncul secara tiba tiba.

Melainkan berasal dari kesadaran yang muncul dari tiap individu untuk bersatu dan berdaulat dengan individu lainnya dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rasa nasionalisme harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan. Karena hal tersebut nantinya berdampak pada tingkat integrasi nasional yang terbangun.

Semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kesadaran akan paham nasional ini, akan semakin mudah pula mereka untuk bersatu. Karena perbedaan yang ada pada nyatanya tidak membuat kita dengan yang lainnya menjadi semakin jauh, justru menjadikan kita semakin dekat antar satu sama lain.

Tidak memandang perbedaan budaya, adat, agama, dan lain sebagainya semua bisa disatukan asal semua masyarakat Indonesia memiliki keinginan yang sama, yaitu keinginan untuk bersatu. Secara umum, nasionalisme ini dibagi menjadi beberapa jenis. Yang mana dikelompokkan berdasarkan dengan konteks paham kebangsaannya. Berikut merupakan jenis jenis nasionalisme beserta dengan pemaparannya secara mendetail.

1. Nasionalisme Humaniter

Nasionalisme humaniter merupakan paham kebangsaan yang lebih ditekankan pada pandangan bahwa setiap negara ataupun bangsa yang ada di dunia berhak untuk meraih kemerdekaannya, memperjuangkan kesejahteraannya dan juga meraih kebebasannya dengan menggunakan caranya sendiri. Karena seperti yang kita tahu, antar negara satu dengan negara lainnya pasti memiliki perbedaan, baik perbedaan latar belakang, pemahaman, sejarah,dan lain sebagainya.

Sehingga cara ataupun strategi yang diterapkan untuk bisa mencapai kemerdekaan dan kebebasan tersebut berbeda beda. Dan setiap bangsa memiliki haknya untuk menentukan caranya bagaimana untuk merdeka,bagaimana untuk melawan kolonialisme dan sebagainya.

Karena tak hanya sebuah bangsa, seorang individu satu dengan individu lainnya pun memiliki perbedaan pola pikir mengenai masa depannya dan apa yang akan ia raih untuk kedepannya.

2. Nasionalisme Jacobin

Nasionalisme yang lebih bersifat demokratis. Seperti yang kita tahu istilah demokratis ini lebih bermakna pada penyelesaian sebuah masalah melalui cara damai, dan kekuasaannya juga lebih ditekankan pada rakyatnya. Sehingga nasionalisme Jacobin ini merupakan nasionalisme yang tumbuh sebagian besar pada jiwa setiap rakyatnya, entah hal tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan rakyat terhadap ideology negara yang diusung dan lain sebagainya.

Namun, yang lebih ditekankan disini adalah, prinsip demokrasi yang dilaksanakan tidak bersifat doktriner dan penerapan dari nasionalisme ini pun tidak terlalu fanatic terhadap bangsa lainnya. Yang mana bisa diartikan bahwa paham nasionalisme yang muncul tidak semata mata diadopsi dari paham nasionalisme yang berasal dari negara lainnya, terutama negara negara besar seperti yang di Eropa dan Amerika Serikat.

Melainkan paham nasionalisme yang tumbuh lebih berasal dari masyarakat dan bangsanya sendiri. Hal ini sama seperti pernyataan yang pernah dipaparkan oleh Ir.Soekarno bahwa paham nasionalisme Indonesia berbeda dengan paham nasionalisme yang ada di negara negara besar Eropa dan Amerika Serikat.

Hal itu dikarenakan paham nasionalisme Indonesia lebih menganut peri kemanusiaan dan tidak menindas pihak pihak lainnya.

3. Nasionalisme Tradisional

Nasionalisme tradisional adalah jenis nasionalisme yang tumbuh dan berkembang dari keunikan keunikan yang dimiliki oleh bangsa. Baik keunikan adat istiadatnya, budayanya, bahasa, dan keanekaragaman lainnya. Semua keanekaragaman yang ada dilestarikan dan dipertahankan adanya. Karena keaslian dan kenaturalan yang muncul dari keanekaragaman itu yang sangat berdampak pada nasionalisme kita.

Dengan kata lain, dengan berbagai keanekaragaman dan perbedaan yang ada, kita semakin sadar bahwa bangsa ini merupakan bangsa yang besar. Walaupun memiliki perbedaan yang banyak, tetap bisa bersatu padu dalam satu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Nasionalisme Liberal

Seperti susunan katanya liberal, dimana identik dengan pemahaman akan kebebasan. Paham nasioanalisme liberal ini lebih ditekankan pada paham nasionalisme yang berpegang teguh pada ungkapan atau pola pikir bahwa setiap negara ataupun bangsa yang ada di duni berhak untuk menentukan nasibnya sendiri. Dalam kata lain, setiap negara bebas untuk menentukan kemana arah jalan negaranya dan kemana negara ini akan di bawah kedepannya.

Setiap negara ataupun bangsa yang merdeka memiliki hak itu. Akan sangat tidak adil apabila, suatu negara harus bergerak dan berkembang dibawah arahan dan perintah negara lainnya. Karena hal tersebut sudah termasuk pada penjajahan.

5. Nasionalisme Integral

Nasionalisme integral merupakan nasionalisme yang lebih ditekankan pada pemahaman bahwa kepentingan nasional suatu bangsa harus diletakkan paling atas dibandingkan dengan kepentingan lainnya yang bersifat individu ataupun kelompok. Karena ketika seorang individu telah mencapai tingkat kesetiannya di tahapan tertinggi dan itu diberikan untuk negaranya, individu tersebut akan berkecenderungan untuk mengutamakan kepentingan negaranya di atas segala galanya. Karena menurutnya, tidak ada yang paling penting jika dibandingkan dengan negaranya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn