Edukasi

10 Negara dengan Inflasi Tertinggi 2023

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Inflasi merupakan kenaikan harga-harga barang secara bersamaan dan terus menerus. Inflasi menjadi salah satu masalah ekonomi yang harus diwaspadai. Hal ini dikarenakan inflasi dapat menyebabkan kemorosotan ekonomi suatu negara. Inflasi dapat disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya karena inflasi yang terjadi pada negara lain.

Beberapa negara berusaha untuk menekan inflasi agar tidak semakin tinggi. Mereka terus bekerja sama dengan mewujudkan ekonomi hijau. Tren inflasi yang tinggi di sejumlah negara rupanya terbawa hingga tahun 2023.

Berikut ini sejumlah negara dengan inflasi tertinggi pada tahun 2023.

1. Argentina

Negara yang mengalami inflasi tertinggi di tahun inu adalah argentina. Bahkan pada bulan Mei 2023, inflasi di negara ini mencapai 114,2%. Di bulan selanjutnya, Argentina kembali mengalami kenaikkan yakni sekitar 115,6%.

Angka ini naik sekitar dua kali lipat jauh dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun sebelumnya argentina mengalami inflasi sekitar 71%. Namun, inflasi di Argentina kembali mengalami kenaikan di bulan Agustus yang mencapai 124,4%.

Tercatat, dalam satu tahun angka inflasi di Argentina hanya mengalami satu kali penurunan. Akibatnya, kemiskinan di Argentina terus meningkat bahkan lebih dari 40%. Inflasi di Argentina disebabkan karena negara ini mengalami krisis ekonomi yang terus menerus terjadi.

Mulai dari hilangnya kepercayaaan pada mata uang setempat, cadangan bank sentral yang negatif, depresi ekonomi, dan lesunya perekonomian. Kondisi ini semakin diperparah dengan kekeringan yang melanda pada sektor pertanian. Dengan kondisi yang demikian, Argentina berada di ambang kebangkrutan dengan sejumlah hutang yang mengintai.

2. Turki

Turki menjadi negara dengan tingkat inflasi tertinggi di dunia pada tahun 2023. Inflasi yang terjadi pada Turki yakni sekitar 47,83% pada bulan Juni 2023. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 38,21%. Pada bulan Mei 2023, tingkat inflasi di Turki sekitar 39,58%.

Meskipun tingkat inflasi di Turki lebih rendah dibandingkan Argentina, tetap saja negara ini menjadi negara dengan tingkat inflasi tertinggi di dunia. Namun, angka inflasi di Turki mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 80,20% pada bulan Agustus 2022.

Pada bulan september, Turki mengalami kenaikan inflasi hingga 61,53%. Hal ini dikarenakan kenaikan pajak dan mata uang lira yang terus melemah. Para ahli ekonomi memperkirakan, Turki akan terus mengalami kenaikan hingga akhir tahun hingga mencapai 70%.

Bahkan jika belum mampu diatasi, inflasi ini akan terus meningkat hingga tahun depan. Untuk menekan laju inflasi, pemerintah Turki melakukan sejumlah kebijakan seperti kenaikan suku bunga bank sentral hingga 2.150 poin.

3. Suriah

Suriah merupakan negara yang terus terlibat perang. Peperangan ini tentunya berdampak negatif bagi kondisi keuangan Suriah. Akibatnya, negara ini menjadi negara dengan tingkat inflasi tertinggi pada tahun 2023. Berdasarkan data dari Trading Economics, tingkat inflasi di Suriah pada bulan Maret 2023 mencapai 139%.

Tidak hanya disebabkan karena pwrang yang tidak kunjung selesai, bobroknya pemerintahan Suriah juga semakin memperparah perekonomian negara ini. Salah satunya, banyaknya terjadi kasus korulsi di mana-mana. Sejak tahun 2019, perekonomian Suriah memang mengalami guncangan karena runtungnya keuangan Lebanon.

Kedekatan perekonomian di antara keduanya membuat perekonomian Suriah menjadi terguncang. Runtuhnya mata uang Lebanon telah mengakibatkan devaluasi dan harga-harga melambung tinggi di pasar Suriah.

Keadaan perekonomian Suriah semakin diperparah setelah adanya covid-19. Covid-19 yang membuat manusia tidak bisa beraktivitas secara bebas mengakibatkan gangguan pada perekonomian. Tidak hanya itu, perang yang terjadi antara Rusia dan Ukriana juga membuat harga bahan bakar secara global meningkat.

4. Lebanon

Lebanon memiliki tingkat inflasi yang tinggi yakni sekitar 124% pada awal tahun 2023. Akibatnya, bank sentrak yang ada di Lebanin terpaksa harus melakukan devaluasi mata uang hingga 90% pada bulan kedua.

Dengan adanya hal tersebut membuat sejumlah supermarket mencantumkan harga dengan menggunakan dolar. Lebanon termasuk negara yang mengalami krisis ekononi yang berkepanjangan. Bahkan krisis ekonominya menjadi salah satu krisis ekonomi terburuk dalam kurun waktu 150 tahun.

Akibatnya, negara ini sulit melakukan pemulihan ekonomi dan fungsi pemerintahan menjadi terganggu. Keadaan ini juga diperparah dengan adanga usulan mengenai kebijakan pajak. Mata uang lebanon mulai tenggelam dan gagal melakukan bayar utang pada Amerika Serikat. Semakin lama, rasio utang Lebanon terus meningkat hingga 170 persen dari jumlah PDB.

5. Sri Lanka

Sri Lanka merupakan negara yang berada di kawasan Asia Selatan. Negara ini menjadi salah satu negara dengan tingkat inflasi tertinggi pada tahun ini. Tingkat inflasi yang menimpa Sri Lanka yakni sekitar 50,6% pada bulan Februari 2023. Angka jnj mengalami penurunan dari beberapa bulan sebelumnya. Di bulan sebelumnya, Sri Lanka memiliki tingkat inflasi sekitar 51,7% dan 59,2% di akhir tahun 2022.

Inflasi di Sri Lanka diakibatkan karena gagal bayar utang yang terjadi di tahun sebelumnya yakni tahun 2022. Selama berbulan-bulan negara ini mengalami krisis ekonomi. Akibatnya, sejumlah protes besar-besaran dilayangkan di mana-mana.

Sri Lanka mengalami krisis bahan bakar dan barang-barang pokok lainnya. Krisis ekonomi dan kelangkaan barang membuat harga barang-barang melambung tinggi. Hal ini yang menyebabkan Sri Lanka mengalami inflasi yang tinggi.

6. Iran

Iran merupakan negara yang terkenal dengan sumber daya minyak yang melimpah. Akibatnya, pada tahun 2021, negara ini memiliki PDB yang mencalai US$ 1,6 triliun dengan pendapatan per kapita yang mencapai US$ 11.556,9. Namun, ternyata negara dengan penghasil minyak bumi terbanyak ini mengakami inflasi di tahun ini.

Pada awal tahun 2023, inflasi di Iran mencapai 46,3%. Tentunya angka ini dapat menyebabkan Iran menjadi negara yang mengalami hiperinflasi. Lonjakan inflasi di Iran disebabkan karena penghapusan subsidi yang dilakukan oleh pemerintah untuk barang-barang impor. Akibatnya, harga-harga barang menjadi naik dan mengakibatkan inflasi.

7. Laos

Laos merupakan negara di kawasan Asia Tenggara dan menjadi bagian dari ASEAN. Laos menjadi negara terkecil di dunia dalam junlah penduduk dan PDB. PDB yang dihasilkan negara ini sekitar US$ 68 miliar. Tidak hanya itu, Negara ini ternyata mengalami tingkat inflasi yang tinggi di tahun 2023.

Inflasi di Laos mengalami puncaknya pada bulan Februari 2023. Inflasi di negara ini mencapai 41,26%. Untuk menekan laju inflasi pemerintah Laos melakukan stabilisasi nilai tukar dan menangguhkan dealer valuta asing yang berkaitan dengan bank komersial.

8. Venezuela

Venezuela termasuk negara dengan inflasi tertinggi pada tahun 2023. Tingkat inflasi negara ini mencapai 317,60% pada bulan September 2023. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapak 394,80%.

Venezuela memang kerap mengalami inflasi yang tinggi bahkan pada tahun 2021 tingkat inflasi negara ini mencapai 686%. Namun, tingkat inflasi di Venezuela terus mengalami penurunan seiring dengan perbaikan kebijakan ekonomi.

Inflasi yang terjadi di Venezuela diakibatkan harga yang dikendalikan pemerintah dan anjloknya harga minyak. Akibatnya, banyak perusahaan minyak yang bangkrut. Akibatnya, pemerintah melakukan pencetakan uang baru untuk mengatasi hal tersebut.

Dampaknya harga-harga mengalami kenaikan dan pengangguran di mana-mana serta PDB menjadi ambruk. Kenaikan barang yang begitu cepat menyebabkan melemahnya nilai mata uang dan akan terjadi kelangkaan barang. Jika hal ini terus terjadi, Venezuela akan mengalami hiperinflasi pada tahun 2024.

9. Zimbabwe

Nilai mata uang di Zimbabwe semakin tidak berharga hal ini dikarenakan tingginya tingkat inflasi yang terjadi pada negara ini. Untuk membiayai keperluan negara pemerintah terus mencetak uang. Akibatnya, jumlah uang menjadi lebuh banyak beredar di mana-mana.

Dengan begitu harga-harga barang di pasar menjadi tinggi sehingga terjadi inflasi. Pada tahun 2008, negara ini pernah mengalami hiperinflasi yang mencapai 500 miliar persen. Kondisi perekonomian Zimbabwe semakin diperparah dengab adanya korupsi dan tumpukan hutang.

Namun, secara perlahan negara ini mulai berbenah. Pada bulan September 2023 tingkat inflasi di Zimbabwe mencapai 18,4%. Penurunan inflasi ini dikarenakan adanya perubahan metodologi inflasi konsumen tahunan yang mengalami kenaikan pada bulan September.

Bahkan inflasi konsumen tahunan Zimbabwe mengalami penurunan selama dua bulan menjadi 77,2% pada bulan Agustus. Penurunan ini diakibatkan adanya penguatan dolar Zimbabwe.

10. Suriname

Suriname menjadi negara yang memiliki inflasi tinggi di tahun ini. Pada tahun sebelumnya, tingkat inflasi di Suriname mencapai 59,8%. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan inflasi pada bulan Maret 2022 yang mencapai 62,20%. Inflasi di Suriname disebabkan karena kenaikan harga pada makanan dan minuman.

Kenaikan harga pada makanan dan minunan menyebabkan Suriname mengalami inflasi karena kedua hal tsrsebur menjadi faktor penting bagi indeks harga konsumen. Sebab, keduanya menyumbangkan sekitar 40,4 persen pada indeks harga konsumen sehingga akan sangat berpengaruh terhadap laju inflasi.

Pada bukan Mei 2023, Negara ini mengalami inflasi yang mencapai 71%. Laju inflasi di Suriname diperkirakan akan mengalami penurunan sampai tahun 2028 dengan total 48,3 poin. Diperkirakan pada tahun 2028, rata-rata inflasi akan menurun menjadi lima persen. Hal ini dikarenakan adanya perubahan indeks harga konsumen dari tahun ke tahun.