Sejarah

6 Negara Paling Banyak Menjajah Negara Lain Beserta Penjelasannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Era kolonialisme dan penjajahan banyak terjadi pada zaman dahulu. Hal tersebut dilakukan oleh negara yang merasa memiliki kuasa terhadap negara-negara yang dianggap kurang berdaya. Tujuannya dapat beragam, seperti memperluas wilayah kekuasaan, mendapatkan sumber daya, menyebarkan ideologi maupun keyakinan, dan lain sebagainya.

Beberapa benua yang negaranya cukup banyak dijajah, di antaranya yaitu Afrika, Asia, dan Afrika. Sementara negara-negara yang menjajah kebanyakan berasal dari benua Eropa. Terdapat beberapa negara yang tidak hanya pernah menjajah, tetapi juga menjajah banyak negara. Berikut adalah 5 negara paling banyak menjajah di dunia.

1. Inggris

Negara yang wilayah kekuasaannya paling luas nomor satu di dunia dalam sejarah adalah Inggris. Bahkan, dilansir dari situs Indy 100, diketahui bahwa total negara yang pernah dijajah Inggris sebanyak 115 negara dan tersebar di hampir seluruh penjuru dunia. Hal itulah yang membuat negara ini mempunyai wilayah jajahan terbanyak.

Beberapa negara yang pernah menjadi wilayah jajahan Inggris, yakni Amerika Serikat, Kenya, Uganda, Kepulauan Zanzibar, India, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Kepulauan Solomon, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan masih banyak negara lainnya.

Nama-nama negara tersebut belum termasuk negara yang secara administratif di bawah kerajaan Inggris, seperti Gibraltar, Bermuda, dan Kepulauan Cayman. Juga negara yang menjadi bagian dari persemakmuran Inggris, seperti Irlanda, Wales, Skotlandia, Kanada, dan Australia.

2. Prancis

Berdasarkan studi oleh Global Security, diketahui bahwa Prancis pernah menguasai wilayah koloni dengan luas lebih dari 10 juta km persegi. Hal inilah yang menyebabkan Prancis menjadi salah satu negara dengan negara jajahan terbanyak.

Wilayah yang dikuasai oleh Prancis kebanyakan terletak di benua Afrika hingga sekitar 95 persen dari benua tersebut dengan jumlah mencapai 51 negara jajahan. Beberapa negara di Afrika tersebut, yaitu Kongo, Sudan, serta Madagaskar yang secara administratif menjadi bagian dari kolonial Prancis.

Akan tetapi tidak hanya itu, Prancis juga pernah menjajah wilayah Antartika dan berhasil menguasainya. Pada akhirnya kolonialisme terhadap Antartika harus dihentikan sebab munculnya peraturan internasional yang mengatur bahwa benua tersebut tidak dapat menjadi wilayah kolonialisme.

3. Portugal

Penjajahan yang dilakukan oleh negara Portugal juga terjadi pada banyak negara. Diketahui jumlah negara yang pernah menjadi wilayah kolonialisme Portugal mencapai 52 negara ketika bangsa ini berada pada masa kejayaan. Beberapa di antaranya adalah Brazil, Guinea Bissau, Angola, Mozambik. 

Mereka melakukan penjajahan untuk mendapatkan sumber daya yang dapat dijual kembali. Caranya adalah dengan menangkap banyak orang di negara jajahan untuk dijadikan budak, yakni sebagai penambang emas dan berlian.

Tidak hanya itu, budak-budak juga dipekerjakan sebagai petani yang menanam tebu, tembakai, kapas, kopi, serta tanaman komoditas berharga lainnya di Brazil. Hutan hujan yang ada di Brazil juga dimanfaatkan kayunya sebagai bahan pewarna tekstil untuk dijual kembali kepada para bangsawan di Eropa.

4. Spanyol

Negara Spanyol juga menjadi bagian dari negara yang pernah memiliki wilayah jajahan paling luas dan paling banyak di dunia dengan jumlah sekitar 44 negara. Diketahui pula bahwa dalam melakukan kolonialismenya, Spanyol menggunakan cara yang cukup agresif karena tujuan mereka sudah jelas, yakni 3G (Gold, Gospel, Glory).

Mulanya pada tahun 1500-an, Spanyol melakukan penjajahan ke beberapa negara di benua Amerika, seperti Meksiko, Kuba, Puerto Rico, dan Amerika Selatan. Kemudian, Spanyol memperluas kekuasaannya di wilayah Afrika dan Asia, seperti Afrika bagian utara, Maroko, sisi barat Sahara, serta Filipina.

Fakta yang lebih menarik lagi adalah bahkan Spanyol pernah menjajah negara tetangganya di Eropa yang kemudian menjadi negara penjajah pula, yaitu Belanda, Belgia, Italia, dan Portugal. Akibatnya, Spanyol justru mempunyai banyak musuh, seperti Inggris dan Prancis.

5. Belanda

Sebagai masyarakat Indonesia, pasti sudah tidak asing lagi dengan negara Belanda sebagai negara penjajah. Meskipun tidak benar-benar dijajah selama 350 tahun dan lebih tepatnya sekitar 300 tahun Belanda berusaha menaklukan Indonesia, tetapi penjajahan dari negara ini tetap sangat membekas.

Selain Indonesia, terdapat beberapa negara bekas jajahan Belanda lainnya, yaitu Afrika Selatan, Amerika Serikat, Belgia, Brazil, Indonesia, Luxembourg, Sri Lanka, serta Suriname. Berdasarkan daftar tersebut dapat dilihat bahwa wilayah kolonialisme Belanda cakupan benuanya sangat luas dengan total negara mencapai 29 negara jajahan.

6. Turki

Pada zaman dahulu, negara Turki dikenal sebagai bagian dari Kekaisaran Ottoman. Kekaisaran tersebut awalnya memiliki wilayah kekuasaan di sekitar kawasan Eropa Tenggara dan terus meluas hingga menguasai beberapa wilayah strategis di benua Eropa. Bahkan hanya Inggrislah satu-satunya negara lain yang dapat mengimbangin kekaisaran ini.

Diketahui bahwa ketika Kekaisaran Ottoman mencapai masa kejayaannya, yakni pada sekitar abad ke-14 hingga abad ke-16, wilayah kekuasaan Turki sudah sangat luas. Kebanyakan negara yang berhasil dikuasai pada saat itu mencakup benua Eropa, Afrika, hingga Asia.

Demikianlah 6 negara yang paling banyak menjajah negara lain. Kesimpulannya, pada zaman dahulu banyak terjadi kolonialisme untuk mendapatkan kekuasaan wilayah, memperoleh sumber daya, serta menyebarkan ideologi atau kepercayaan. Kolonialisme tersebut kebanyakan dilakukan oleh negara Eropa pada negara di Afrika, Asia, bahkan Amerika.

Beberapa negara melakukan kolonialisme pada banyak negara, bahkan disebut sebagai negara paling banyak menjajah negara lain. Negara tersebut di antaranya, yaitu Inggris (115 negara), Prancis (51 negara), Portugal (52 negara), Spanyol (44 negara), Belanda (29 negara), dan Turki.