Pangkal Tenggorokan : Pengertian, Fungsi dan Anatomi

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pangkal tenggorokan atau biasa disebut laring merupakan salah satu bagian organ dalam sistem pernapasan. Mungkin masih banyak yang belum tahu dari mana asal suara? Apakah dari mulut atau dari tenggorokan?

Suara yang dihasilkan oleh manusia saat berbicara ini dari tenggoroakan lebih tepatnya pangkal tenggorokan. Bagian tenggorokan inilah yang berperan dalam menghasilkan nada suara. Maka dari itu, pada kali ini kita akan membahas terkait pengertian, fungsi, dan anatomi pangkal tenggorokan lebih lanjut.

Pengertian Pangkal Tenggorokan

Pangkal tenggorokan merupakan organ pada bagian leher yang melindungi trakea di mana juga terlibat dalam proses produksi suara. Pangkal tenggorokan juga dikenal dengan kotak suara.

Bagian organ yang satu ini memiliki bentuk seperti tabung berongga yang dapat memungkinkan udara masuk dari tenggorokan menuju trakea dan berakhir di paru-paru.

Pangkal tenggorokan terletak di depan faring yang menuju esofagus dan secara vertical terletak di antara trakea dan akar lidah yakni bagian atas dan depan dari leher.

Fungsi Pangkal Tenggorkan

Pangkal tenggorokan yang berada di dalam leher memiliki posisi sejajar dengan jakun pada laki-laki. Mengingat bahwa pangkal tenggorokan termasuk dalam bagian tenggorokan, tentunya hal ini membantu manusia pada sistem pernapasannya. Adapun fungsi dari pangkal tenggorokan lebih lanjut dalam sistem pernapasan manusia:

  • Menghasilkan suara

Fungsi utama dari pangkal tenggorokan adalah menghasikan suara dan nada bicara. Ketika manusia membuang udara melalui hidung, maka glotis akan mendorong udara dan pita suara akan menghasilkan bunyi dari getaran udara yang lewat.

Selama kita bicara, posisi pita suara ini dapat berubah untuk mengubah volume suara. Kecepatan dan ketegangan pita suara juga dapat membuat beragam nada yang keluar dari mulut.

Pangkal tenggorokan memiliki panjang sekitar 5 cm ketika dewasa, sementara laki-laki memilki pangkal tenggorokan yang lebih besar dibandingkan wanita sehingga suaranya menjadi lebih dalam.

Hal ini berbeda pula saat kita masih anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki yang mempunyai ukuran pangkal tenggorokan yang sama. Perubahan ukuran pangkal tenggorokan terjadi saat mengalami pubertas.

  • Mengirim udara

Selain trakea, pangkal tenggorokan juga membantu dalam mengirim udara dari rongga hidung menuju paru-paru. Udara yang masuk melalui hidung dan mulut akan berjalan menuju faring, laring dan bronkus. Saat manusia bernapas secara normal, maka pita suara akan mengendur dan sebagiannya terbuka.

Ketika tubuh memerlukan lebih banyak oksigen, maka pita suara akan terbuka lebih lebar ketika menghirup udara. Saat pangkal tenggorokan mendeteksi partikel-partikel asing yang dapat merusak saluran pernapasan, maka kita akan mengalami batuk.

  • Mencegah tersedak

Pangkal tenggorokan berfungsi untuk mengirimkan makanan ke dalam sistem pencernaan dan mencegah terjadinya tersedak. Ketika kita menelan makanan, epiglottis akan menutup pembukaan pangkal tenggorokan untuk mencegah makanan dan minuman masuk ke saluran pernapasan.

Epiglotis di sini layaknya tutup untuk mencegah makanan dan minuman tersebut. maka dari itu, epiglottis akan bergeser ke bawah untuk menghalangi trakea saat kita menelan makanan dan minuman. Kemudian isi mulut akan bergerak ke kerongkongan melalui trakea.

Anatomi Pangkal Tenggorokan

laring

Adapun anatomi dari pangkal tenggorokan adalah sebagai berikut:

Pangkal tenggorokan disusun oleh jaringan epitel. Akan tetapi sebagian besar jaringan epitel itu tersusun atas epitel silindris bersilia. Adapun epitel lainnya yaitu epitel pipih yang menyusun epiglotis.

Terdapat dua jenis jaringan ikat yang ada pada laring yaitu lamina propia dan ligamen. Lamina propia adalah bagian membran basar yang terletak pada lapisan epitel.

Bagian ini berfungsi untuk menghubungkan lapisan epidermis dengan jaringan lainnya. Selain itu, di dalam lamina propia terdapat tulang rawan laringeal yang akan mengkapir seiring bertambahnya usia.

Ligamen adalah kelompok jaringan ikat padat yang mengaitkan antara otot dan tulang. Berkas ligamen ini membentuk pita suara yang dapat mengeluarkan nada bunyi.

  • Kartilago

Kartilago atau tulang rawan juga termasuk penyusun pangkal tenggorokan. Kartilago yang menyusun umumnya dari tulang rawan hialin. Tulang rawan ini berperan sebagai penyokong struktural dan fungsional laring.

Terdapat dua jenis tulang rawan yang menyusun pangkal tenggorokan yakni tulang rawan besar yang tidak berpasangan seperti Cricoid, Thyroid, dan Epiglotis, dan tulang rawan kecil yang berpasangan seperti Arytenoids, Corniculate, dan Cuneiform.

Jaringan ototo yang menyusun pangkal tenggorokan adalah otot rangka (otot lurik) yakni otot yang dapat digerakkan sesuai dengan kemauan kita. Bersama dengan ligamen, otot berperan juga sebagai penyusun pita suara. Getaran untuk memproduksi suara ini adalah hasil dari gesekan antara pita suara dan otot serta ligament dengan udara yang masuk.

  • Jakun

Adapun penyusun pangkal tenggorokan selanjutnya adalah jakun yakni kelenjar tiroid yang menonjol pada leher pria. Pada perempuan juga memiliki penonjolan itu akan tetapi tidak besar. Jakun ini berada pada tulang rawan tiroid yang menjadi tempat bertemunya dua tulang rawan hialin.

  • Epiglotis

Epiglotis adalah susunan kartilago yang berada di belakang lidah dan di depan pangkal tenggorokan. Epiglotis ini biasanya memiliki konformasi menghadap atas supaya udara bisa masuk ke dalam jalur pernapasan berikutnya. Sementara jika terjadi proses menelan makanan, epiglottis akan menghadap ke arah bawah untuk menutup jalur pernapasan dan membawa makanan ke esofagus.

fbWhatsappTwitterLinkedIn