3 Perbedaan Resesi dan Deflasi yang Perlu dipahami

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Perekonomian menjadi sebuah hal yang sensitive kaitannya apabila dilihat dari segi dampaknya yang langsung berpengaruh terhadap hampir semua segi kehidupan. Saat kondisi perekonomian sedang berada dalam kondisi yang tidak stabil atau bisa dibilang tidak konstan, bisa memicu terjadinya beberapa permasalahan lainnya seperti adanya perubahan harga yang mungkin terjadi secara tiba tiba, adanya perubahan terkait kebijakan dari pemerintah, perubahan preferensi dari konsumen dan dampak dampak lainnya.

Tentunya hal tersebut pun akan berdampak pada permasalahan sosial lainnya, terlebih seperti semakin meningkatnya angka pengangguran. Bahkan yang terburuknya bisa berpengaruh terhadap terjadinya resesi dan deflasi. Lalu apa sih sebenarnya resesi dan deflasi itu? Secara garis besar, resesi merupakan kondisi yang mana perekonomian yang ada dalam suatu negara mengalami penurunan dalam dual kuartal berturut turut.

Tentunya penurunan yang terjadi pun sama antara perekonomian di produksi industri, pendapatan riil, penjualan produk baik eceran ataupun grosir dan lain sebagainya. Sedangkan untuk deflasi sendiri merupakan suatu kondisi dimana harga konsumen dari suatu produk mengalami penurunan dari waktu ke waktu.

Tentunya kondisi yang satu ini yang memicu terjadinya angka penuruan produk yang berdampak pada keterlambatan proses pertumbuhan bisnis. Lalu, apa saja sih perbedaan kondisi resesi dan deflasi ini? Berikut merupakan pemaparan mengenai perbedaan kondisi resesi dan deflasi yang perlu diketahui.

No.ResesiDeflasi
1.Resesi lebih mengacu pada sebuah kondisi dimana perekonomian yang ada di suatu negara sedang mengalami penurunan yang tajam dalam jangka waktu dua kuartal berturut turut. Yang mana penuruan tersebut terjadi pada hampir semua elemen dari perekonomian negara, baik yang berkaitan dengan perekonomian produksi industri, pendapatan riil, kegiatan penjualan. Baik penjualan yang berada dalam ranah produk ecer ataupun produk grosir.Berbeda dengan resesi, deflasi merupakan kejadian ekonomi yang terjadi ketika harga konsumen mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Bahkan untuk harga asetnya pun bisa dibilang jatuh menurun.
2.Terjadinya resesi sebagai salah satu bentuk penurunan perekonomian ini bisa diukur dengan menggunakan dasar produk domestic bruto yang digunakan dalam sebuah negara. Tentunya hal ini karena kaitannya dengan penurunan yang terjadi hampir disemua elemen perekonomian negara.Sedangkan untuk kondisi deflasi sendiri, bisa diukur adanya dengan menggunakan patokan penurunan indeks harga konsumen. Tentunya hal ini sangat relevan dengan kondisi penurunan perekonomian yang terjadi pada sector harga konsumen dan juga asset yang ada.
3.Terjadinya kondisi penurunan perekonomian yang satu ini bisa dibilang terjadi pasca puncak dari segala aktivitas ekonomi yang sudah terjadi dan berakhir pada proses bagian palungnya.Kondisi deflasi atau sebuah penurunan yang terjadi pada harga konsumen ini, seringkali terjadi bersamaan dengan jatuhnya tingkat barang dan jasa yang ditawarkan di pasaran. Sehingga bisa dibilang sangat berkaitan dengan harga konsumen.
fbWhatsappTwitterLinkedIn