Biologi

Relung: Pengertian – Klasifikasi dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setiap makhluk hidup yang berada di Bumi memiliki tempat tersendiri untuk tinggal dan berkembang biak yang biasa kita kenal dengan istilah habitat. Pada kenyataanya kehidupan sebuah organisme tidak hanya berkaitan dengan habitat saja, tetapi juga dengan relung atau niche. Lalu apakah itu relung?

Pengertian Relung

Joseph Grinnell

Relung pertama kali dikemukaan oleh Joseph Grinnell di tahun 1917, dia mengatakan bahwa relung atau nische adalah bagian dari habitat yang disebut mikrohabitat. Grinnell berpendapat bahwa setiap relung hanya dapat dihuni oleh satu spesies yang lebih dikenal dengan istilah relung habitat.

Charles Elton

Selain Grinnell, di tahun 1927 Charles Elton mengatakan bahwa relung merupakan suatu fungsi atau peranan spesies yang terdapat di dalam komunitasnya. Artinya kedudukan suatu spesies pada komunitas berkaitan dengan peristiwa makan memakan dan pola-pola interaksi lainnya yang dikenal dengan istilah relung trophik.

Hutchinson

Menurut Hutchinson di tahun 1958 mengatakan bahwa relung merupakan kisaran dari berbagai variabel fisik dan kimia serta peranan biotik yang memungkinkan suatu spesies dapat bertahan hidup dan berkembang biak di dalam sebuah komunitas. Pernyataan tersebut disebut juga sebagai relung multidimensi atau hipervolume.

Resosoedarmo

Pengertian relung menurut Resosoedarmo (1992) yakni profesi atau status organisme di dalam suatu komunitas dan ekosistem tertentu, akibat adanya adaptasi struktural, fungsional serta perilaku spesifik organisme itu sendiri.

Niche atau relung ekologi adalah ruang fisik yang diduduki organisme, peranan fungsionalnya di dalam masyarakat, dan juga posisinya di dalam kondisi lingkungan tempat tinggal serta keadaan lain dari keberadaannya tersebut.

Fungsi Relung

Relung memiliki fungsi yang amat penting sebagai tempat bagi spesies untuk hidup bersama tanpa adanya persaingan. Masing-masing spesies tahu mengenai posisinya di dalam sebuah ekosistem dan rantai makanan. Banyaknya relung pada suatu ekosistem mempengaruhi jumlah spesies di dalamnya termasuk keanekaragaman lingkungan tersebut.

Klasifikasi Relung

Relung (Niche) Fundamental

Salah satu jenis relung yang menyiratkan berbagai kondisi berbeda pada suatu organisme di mana mereka dapat hidup dan bereproduksi untuk spesiesnya. Terlepas dari kondisi yang berbeda-beda, terkadang ada usaha untuk mendominasi suatu wilayah untuk menciptakan persaingan antara dua spesies sama yang dikenal dengan kompetisi interspesifik, kedepannya memberikan posisi tertinggi dan terkuat.

Relung Realitas

Relung realitas adalah jenis relung yang menggambarkan spektrum terbatas akan kondisi-kondisi dan sumber daya alam yang dibutuhkan untuk bertahan tak terkecuali apabila muncul kompetitor dan predator. Ketika terjadi pengurangan dalam kompetisi interspesifik, spesies dapat menjelajah lebih banyak ke beberapa area dalam relung sehingga terjadi pelebaran relung yang efektif.

Karakteristik Relung

Hal-hal utama yang bisa kita ketahui dan amati dari relung antara lain:

  1. Seluruh makhluk hidup yang tinggal di Bumi memiliki peran masing-masing dalam lingkungannya.
  2. Peran makhluk hidup bergantung pada fungsi dan tempat mereka pada sebuah lingkungan.
  3. Untuk hewan yang terdapat di dalam relung memiliki fungsi berbeda dan pastinya unik.
  4. Jika ditemukan terdapat dua spesies memainkan peran sama, besar kemungkinan terjadi kompetisi interspesifik.
  5. Diskripsi relung atau niche yang benar mencangkup tentang kehidupan, habitat dan tempat organisme dalam sebuah rantai makanan.
  6. Relung berhubungan dengan cara memberi makan, berburu, bersaing, dan mempertahankan diri.
  7. Relung berkaitan erat dengan habitat, meskipun keduanya memiliki perbedaan.

Perbedaan Relung Dengan Habitat

Sekilas antara relung dan habitat memiliki atribut yang sama, hanya saja terdapat perbedaan di antara keduanya. Hal terpenting yang harus diketahui dari keduanya yakni berdasarkan pada definisi.

Untuk habitat lebih fokus terhadap lokasi atau tempat lingkungan di mana suatu organisme hidup. Dalam hal ini ketersediaan sumber daya untuk setiap spesies baik secara fisik maupun biologis sangatlah penting.

Sedangkan untuk relung terfokus pada respon organisasi dan juga pesaing mereka. Di sisi lain, habitat fokus kepada tempat organisme hidup serta tentang bagaimana lingkungan mempengaruhi mereka.

Singkatnya, relung mempelajari tentang bagaimana suatu organisme hidup di dalam komunitas ekologi. Sedangkan habitat lebih terfokus pada tempat suatu organisme hidup. Meskipun begitu keduanya berkorelasi dalam keanekaragaman hayati.

Untuk mempermudah memahami perbedaan antara relung dan habitat, berikut ini ringkasan perbedaan keduanya:

  1. Relung adalah suatu studi yang lebih sulit dipahami jika dibandingan dengan habitat.
  2. Relung tentang bagaimana organisme berperilaku di tempat-tempat organisme berada, sedangkan habitat fokus kepada tempat-tempat di mana organisme berada.
  3. Relung mempelajari tentang bagaimana organisme bereaksi terhadap lingkungan mereka. Habitat lebih pada bagaimana lingkungan mempengaruhi suatu organisme.
  4. Jika dilihat secara definisi, relung merupakan organisme yang hidup pada tempat yang dimiliknya. Sedangkan untuk habitat lebih kepada tempat tinggal organisme.

Contoh Relung

Berikut beberapa contoh spesies beserta relung atau nichenya:

  1. Pinguin Kasiar, mereka banyak ditemukan di Antartika dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berendam di air. Untuk makanan, mereka akan berburu cumi-cumi dan krustasea kecil.
  2. Paus Biru, hampir sebagian besar dari meraka berada di Samudera Pasifik di sekitar Antartika, India dan kawasan timur laut. Mereka mengkonsumsi hewan-hewan kecil seperti krustasea bernama krill. Ukurannya yang besar memungkinkan paus biru untuk tidak pernah diburu oleh hewan lainnya.
  3. Warbler Kirtland, burung langka yang hidup di wilayah kecil Semenanjung Utara Bagian Bawah dan Semenanjung Atas Michigan. Relung dari burung ini yaitu hutan pinus jack dengan kondisi spesifik yakni dengan luas lebih dari 80 hektar.
  4. Tanaman xerofit yang hidup di lingkungan kering seperti kaktus dan lidah buaya beradaptasi dengan niche ekologi kering. Bentuk adaptasi tersebut bisa dilihat dari bentuk daun tebal untuk menyimpan air, akar panjang untuk menjangkau air lebih jauh ke bawah tanah, terdapat lapisan lilin sebagai pencegahan penguapan di siang hari.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa relung dan habitat saling berhubungan, hanya saja terdapat perbedaan antara keduanya. Meskipun begitu, hubungan antara relung dan habitat tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan pada sebuah ekosistem. Semoga informasi di atas bermanfaat.