Ekonomi

Sistem Ekonomi Campuran: Pengertian – Ciri dan Contoh Negara yang Menganut

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Perekonomian di Indonesia menganut sistem ekonomi campuran. Apa itu sistem ekonomi campuran? Bagaimana penerapannya?

Berikut akan kami ulas tentang sistem ekonomi campuran.

Pengertian Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem ekonomi dimana pihak pemerintah dan swasta saling bekerjasama dalam menjalankan roda perekonomian di suatu negara.

Disebut sistem ekonomi campuran karena merupakan kombinasi antara sistem ekonomi Liberal (kapitalis) dengan sistem ekonomi Komando (terpusat).

Dalam pelaksanaannya, sistem ekonomi ini memperbolehkan pihak swasta untuk melakukan aktivitas perekonomian namun terdapat intervensi dari pemerintah di negara yang bersangkutan.

Intervensi pemerintah tersebut bertujuan agar kegiatan ekonomi dapat memberikan manfaat nyata dan kemakmuran bagi masyarakat umum.

Sistem ekonomi ini banyak digunakan oleh negara-negara di dunia karena dianggap dapat mengatasi masalah perekonomian di masyarakat.

Sejarah Sistem Ekonomi Campuran

Hegel

Hegel yang menemukan fenomena dialektik sebagai suatu teori ini ditemukan oleh kelompok idealisme dalam pasca Kantian dan mengalami masa puncaknya dalam pemikiran filosofi Hegel.

Dialektik itu sendiri pernah diajukan oleh Immanuel Kant sebagai suatu logika dari penalaran terhadap alam dan fenomena dunia untuk memberikan pengesahan yang transenden.

Hegel kemudian menginterpretasikan dialektik sebagai operasionalisasi dari penalaran, tanpa kaitan dengan hal yang transeden. Sebab alam dan isinya bersifat realistis, bukan sesuatu yang abstrak.

Ini memberikan kenyataan lebih benar dan lebih mendalam dibandingkan dengan pemikiran analitis kontradiksi sebagai hasil dari perpaduan ide-ide, yang dapat dicapai melalui cara sintesa untuk menghasilkan pengetahuan lebih benar.

Proses sintesa meningkat, kemudian menjadi alasan utama terwujudnya sistem ekonomi campuran, yang merupakan perpaduan dari sitem kapitalisme dan Marxisme.

Hal ini tidak seperti Karl Marx yang mengadopsi dialektik sebagai pembenturan kelas di dalam sejarah, yang selalu saling berhadapan satu sama lain.

Motif mencari keuntungan adalah unsur penting di dalam kegiatan ekonomi dan produksi, tetapi bukan segalanya sebagaimana ditekankan di dalam sistem ekonomi kapitalisme.

Tanpa motif keuntungan tidak akan ada usaha dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi lamban bila motif ditekan dan dimatikan seperti di negara komunis.

Sistem ekonomi campuran tetap berbasis pada prinsip pasar, yang terkendali oleh aturan pemerintah

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran

Kita dapat mengenali sistem ekonomi ini dari karakteristik yang dimilikinya. Adapun ciri-ciri sistem ekonomi ini adalah sebagai berikut:

  • Pihak pemerintah dan swasta berperan aktif dan bekerjasama dalam roda perekonomian.
  • Pemerintah memberikan kebebasan kepada pihak swasta untuk melakukan kegiatan ekonomi. Namun, pemerintah memberikan batasan dan juga dapat melakukan intervensi.
  • Pemerintah membuat perencanaan, peraturan, dan kebijakan yang berkaitan dengan perekonomian.
  • Persaingan terjadi di pasar dalam batas yang wajar dan bersih dimana pemerintah turut melakukan pengawasan.
  • Mekanisme pasar akan menentukan jenis dan jumlah barang yang diproduksi.
  • Pemerintah menguasai semua sumber daya vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
  • Pihak pemerintah dan swasta memiliki peran yang sama dalam kegiatan ekonomi.

Fungsi Sistem Ekonomi Campuran

Setelah mengetahui apa itu sistem ekonomi, Anda akan bertanya-tanya apa sih fungsinya sistem ekonomi. Yuk simak apa saja fungsi sistem ekonomi di Indonesia.

  • Mendorong kegiatan produksi barang dan jasa di suatu negara
  • Mengkoordinasikan setiap kegiatan individu dengan perekonomian
  • Mengatur hasil produksi agar tersebar merata ke seluruh lapisan masyarakat
  • Menciptakan mekanisme distribusi barang dan jasa agar berjalan lancar.

Tujuan Sistem Ekonomi Campuran

Tujuan pemerintah ikut serta dalam sistem ekonomi campuran adalah untuk menyelesaikan kegiatan ekonomi yang memperleh fluktuasi maupun gelombang ekonomi yang tajam, selain itu juga untuk menjaga dan melindungi masyarakat yang berpindah, tertindas dan lemah.

Berarti tujuan dari sistem ekonomi campuran adalah untuk menghindari penguasaan secara penuh terhadap sumber daya ekonomi dari golongan masyarakat.

Campur tangan pemerintah berbentuk dengan peraturan-peraturan yang bertujuan untuk mengawasi dan mengatur aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh pihak swasta agar berjalan dengan norma yang wajar.

Selain itu pemerintah juga mempunyai kebijakan dan peraturan pada bidang fiskal dan moneter yang bertujuan agar perekonomian berjalan dengan lancar dan pesat tanpa terjadi masalah ekonomi seperti pengangguran dan inflasi.

Contoh Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Campuran

Ada banyak negara di dunia yang menganut sistem ekonomi campuran, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Indonesia
  • India
  • Filipina
  • Malaysia
  • Maroko
  • Perancis
  • Mesir
  • Australia.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Semua sistem ekonomi pasti punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Adapun kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi yang satu ini adalah sebagai berikut:

Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

  • Adanya pengakuan dari pemerintah terhadap hak individual.
  • Proses penetapan harga barang dan jasa di pasar dapat dikendalikan lebih mudah.
  • Pemerintah mengutamakan kepentingan dan kemakmuran warganya.
  • Pihak swasta tidak dapat mengeksploitasi sumber daya dengan semena-mena.
  • Kondisi perekonomian di negara yang menganut sistem ekonomi ini cenderung stabil.
  • Pemerintah memperbolehkan masyarakatnya untuk memperbaiki taraf hidupnya dengan berkreasi dan melakukan kegiatan ekonomi.
  • Perkembangan ekonomi berjalan dengan lebih cepat karena adanya persaingan bebas.

Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

  • Pemerintah memiliki tanggungjawab yang lebih besar dibandingkan pihak swasta.
  • Meskipun pemerintah berperan aktif dalam perekonomian, namun masalah ekonomi tetap terjadi. Misalnya inflasi, pengangguran, dan sebagainya.
  • Pemerataan pendapatan sangat sulit untuk diwujudkna pada sistem ekonomi ini.
  • Pertumbuhan ekonomi cenderung lebih lambat dibandingkan dengan sistem ekonomi liberal.
  • Pihak swasta tidak dapat memaksimalkan keuntungannya karena ada intervensi dari pemerintah.
  • Pembatasan sumber produksi yang dikuasai antara pemerintah dan swasta sulit untuk ditentukan.