Saraf parasimpatik adalah saraf yang merupakan bagian dari sistem saraf otonom. Selain dari saraf simpatik, ada pula saraf parasimpatik di mana keduanya disebut juga adrenergik dan kolinergik, dengan cara kerja keduanya yang disebut bersifat antagonis. Ketika satu sistem menghambat fungsi organ tertentu, maka sistem lainnya justru berperan menjadi stimulator atau bertugas merangsang. Seperti ketika saraf […]
Related Posts
- Sejarah Hari Down Syndrome – Manfaat Memperingati Hingga Cara Memperingatinya
- Samanhudi: Biografi dan Perjuangannya
- Bahasa Sanskerta: Pengertian, Sejarah dan Ciri-Ciri
- Misi Garuda: Latar Belakang, Tujuan dan Konflik yang Ditangani
- Republik Indonesia Serikat (RIS): Latar Belakang, Tujuan dan Pembubaran
