Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sebagaimana provinsi di Jawa yang sudah banyak yang mengeksplor Sumber Daya Alam. Ada beberapa Provinsi di luar Jawa yang juga banyak dimanfaatkan dan masih ada yang belum tereksplor, seperti Sumber Daya Alam yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan.

Salah satu provinsi yang ada di pulau Borneo ini semakin dikenal banyak oleh kalangan untuk diambil Sumber dayanya, salah satunya adalah pertambangan. Namun selain pertambangan ada juga sumber daya alam yang lain. Dan berikut ini adalah beberapa Sumber Daya Alam yang ada di Kalimantan Selatan :

1. Sektor Pertambangan

Sudah jamak diketahui oleh semua kalangan, bahwa Kalsel diberkahi dengan sumber daya alam pertambangan yang luar bisa melimpah.

Banyak sekali investor baik yang berasal dari dalam ataupun luar negeri berani menanamkan saham d bisnis pertambangan di Indonesia ini. Dalam sektor pertambangan yang sering dimanfaatkan adalah hasil tambang batu bara, nikel, dan hasil tambang lainnya.

Sektor pertambangan menjadi penghasil ekonomi primer baik oleh para masyarakat sekitar atau dari daerah lain. Hingga dikhawatirkan bila sektor ini suatu saat akan segera habis dan tak terbarukan.

2. Sektor Perkebunan

Sumber Daya Alam kedua terbesar adalah sektor perkebunan kelapa sawit. Pada sektor ini pemerintah lokal sampai melakukan peremajaan sawit rakyat (PSR), demi kelangsungan perekonomian negara agar tidak selalu bergantung pada sumber daya alam pertambangan.

Perkebunan sawit sangat melimpah di berbagai wilayah di Kalimantan. Salah satunya adalah di Banjarmasin-Kalimantan Selatan.

3. Sektor Perhutanan

Karena banyak masyarakat yang menggantungkan kehidupan ekonomi melalui pertambangan dan perkebunan sawit. Para Ahli mengkhawatirkan akan terjadi kemerosotan jika terus bergantung pada dua sektor sumber daya alam tersebut.

Maka dari itu pemerintah setempat mencari terobosan baru dalam mencari sumber daya alam terbarukan, yaitu melalui sektor perhutanan. Kawasan yang masih dikenal dengan hutan yang masih terjaga inilah yang menjadi ide sebagai terobosan baru sumber daya alam.

Salah satunya adalah dengan mengembangkan hasil hutan non kayu. Sejauh ini pemerintah pusat melalui Kementerian LHK telah meluncurkan program pembangunan berbasis kehutanan dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Di Kalsel pembangunan perhutanan sosial sudah mencapai 48.920 hektar, dan ada 103 izin yang melibatkan 110 kelompok tani dan 90 izin di antaranya sudah beroperasi. Perhutanan sosial meliputi Hutan Desa, Hutan Kemitraan Kehutanan, Hutan Adat dan Hutan Kemasyarakatan.

Kepala Seksi Pemasaran Produk Hasil Hutan dan PNBP Dinas Kehutanan Kalsel, Judita Nurdiana mengungkapkan kawasan hutan Kalsel memiliki banyak potensi yang bisa mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar hutan maupun ekonomi daerah. Dengan mengembangkan hasil hutan non kayu seperti contoh KPH Hulu Sungai telah mengembangkan potensi madu kelulut dan bambu, selain dipakai untuk bahan kontruksi ringan.

Bambu juga dimanfaatkan untuk pembuatan tusuk sate dengan kapasitas produksi 12 ton/bulan. Potensi budidaya bambu di KPH ini mencapai 3.000 hektar. KPH Tabalong, melakukan pengembangan anggrek alam, saat ini ada rumah anggrek dengan 50 jenis lokal Kalimantan dan perbanyakan sistem kultur jaringan bekerjasama BPDAS Barito.

Hal inilah yang bisa membuat para masyarakat akan turut menjaga supaya kawasan hutan tetap lestari dan perambahan hutan dapat berkurang.

4. Sektor Perikanan dan Kelautan

Banjarmasin juga dikenal kaya akan sumber daya perikanan. Salah satunya adalah ikan Arwana.

Seperti yang kita ketahui bahwa nilai jual ikan ini masih tinggi di kalangan masyarakat. Bahkan orientasi ikan jenis ini sampai ke bidang ekspor. Hal inilah yang menjadikan sektor perikanan sebagai sumber daya alam yang meyakinkan untuk turut andil sebagai penghasil devisa negara.

Selan ikan Arwana, ada juga sumber daya ikan laut yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber pereknomian negara dan masyarakat lokal.

fbWhatsappTwitterLinkedIn