Teori Planetisimal: Pengertian, Penemu, Kelebihan dan Kekurangan

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Beragam teori mengenai bumi dan planetnya, sudah ada sejak dulu, bahkan sebelum kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan seperti sekarang.

Seperti misalnya teori komet, yang lahir pada tahun 1960-an, dengan pencetus yakni Buffon. Kemudian ada lagi teori lain.

Misalnya saja teori nebula, dimana pencetusnya adalah Laplace, dan sebagainya. Salah satu teori yang juga mencuat dan sekarang banyak digunakan sebagai pedoman.

Adalah teori planetesimal. Teori ini lebih menitikberatkan tentang bagaimana proses pembuatan tata surya, mulai dari proses hingga berbentuk seperti sekarang.

Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan selengkapnya:

Pengertian Teori Planetisimal

Teori planetesimal merupakan salah satu teori yang membahas tentang bagaimana, planet-planet bisa terbentuk dan mengelilingi matahari sampai detik ini.

Tercetus oleh dua ilmuwan yakni Forest Ray Moulton, dan Thomas C. Chamberline yang merupakan seorang ahli geologi dari Universitas Chicago.

Mengatakan bahwa planet yang ada dalam tata surya, berasal dari sebuah bintang yang melintas di dekat matahari.

Bintang tersebut mempunyai daya tarik yang sangat besar, sehingga membuat massa daripada matahari, terpental dan membuat gelombang pasang.

Karena daya tarik yang kuat, beberapa masa yang terlempar tersebut, tertahan dan mengorbit di area sekitar matahari.

Semakin lama semakin dingin, dan kemudian mereka membentuk menjadi suatu planet yang sekarang mengitari matahari sampai detik ini.

Salah satunya adalah bumi. Meski begitu, suhu dingin dan keras, hanya ada di bagian luar dari planet-planet yang terbentuk, dan suhu panas pada bagian inti dari planet-planet yang ada.

Siapa Penemu Teori Planetisimal

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa teori ini, terdapat dua ilmuwan yang menemukan, dan menamainya sebagai teori planetesimal. Yakni:

  • Forest Ray Moulton

Forest Ray Moulton, merupakan seorang ahli astronom, yang lahir pada tanggal 29 April tahun 1872 di Amerika, serta wafat pada tanggal 7 Desember tahun 1952, di Wilmette lllinos, Amerika.

Orang tua Moulton, adalah Mary C Smith dan Bella G Moulton. Yang merupakan seorang petani, memiliki setidaknya 160 HA luasnya.

Ia merupakan anak pertama, dan dididik sedemikian rupa untuk mementingkan Pendidikan di hidupnya agar menjadi bekal di masa depannya nanti.

Forest Ray Moulton, pernah menjadi guru di salah satu sekolah di sana. Sekolah tersebut berdiri guna menjadi salah satu gerbang pertama bagi berbagai orang dengan beragam usia.

Untuk bisa lebih siap dalam menghadapi Pendidikan secara formal. Setelah itu Ia pun masuk ke Albion College.

Selama di Albion College, ia bekerja paruh waktu sebagai seorang instruktur sampai dengan ia lulus, dan meraih gelar sarjana.

Kemudian ia melanjutkan kembali studinya sebagai mahasiswa pascasarjana di Universitas Chicago.

Dan pernah diangkat sebagai seorang asisten pada tahun 1896. Lalu tahun 1898, Forest Ray Moulton, resmi lulus dan menjadi professor dan Direktur dari Departemen Astronomi.

  • Thomas C Chamberlin

Selanjutnya adalah Thomas C. Chamberlin, yang merupakan pencetus pertama dari teori planetesimal.

Thomas sendiri merupakan seorang ahli geologi terkemuka saat itu, utamanya adalah seorang ahli gletser.

Thomas C. Chamberlin lahir pada tanggal 25 September tahun 1843, dan merupakan anak dari seorang pendeta Metodis.

Pada tahun 1866, ia lulus sebagai sarjana bidang seni di Beloit College. Kemudian melanjutkan kembali sebagai mahasiswa pascasarjana.

Di University of Wisconsin. Tahun yang sama, saat itu ia menikah dengan Alma Wilson. Setelah lulus, ia pun menjadi seorang professor ilmu alam di Normal School Whitewater, Wis, pada tahun 1870 s/d 1873.

Kelebihan Teori Planetesimal

Tiap teori yang kita kenal, pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan yang ada. Termasuk dengan teori planetesimal.

Yang mempunyai beberapa kelebihan. Diantaranya adalah:

  • Teori yang menjelaskan lebih rinci. Maksudnya adalah, mulai dari cara materi-materi terpecah dan terbentuk menjadi planet yang mengitari matahari, dan sebagainya.
  • Masuk akal. Artinya beragam penjelasan yang rinci tersebut, beberapa peneliti menilai masuk akal, dan mudah diterima dengan logika.
  • Mudah diterima. Seperti yang sudah disinggung, bahwasannya dengan masuk akal dan diterima dengan logika. Teori tersebut juga akhirnya dapat diterima oleh para cendikiawan yang ada.

Meski begitu, ada beberapa kekurangan yang dianggap ambigu, dan masih belum jelas menemukan titik terangnya.

Kekurangan Teori Planetesimal

Dimana kekurangan tersebut antara lain:

  • Gas yang Terkena Tarikan

Dimana karena daya tarikan tersebut gas atau massa yang pada matahari keluar, banyak para ilmuwan mengatakan bahwa harusnya gas atau massa tersebut terpencar di luar angkasa.

Bukan tertahan, dan mengikuti rotasi daripada matahari tersebut. Apalagi dengan bukti dari suhu materi gas yang ada, dimana lebih tinggi karena akibat ledakan tersebut.

  • Materi yang Harusnya Berhamburan di Luar Angkasa

Dimana dalam teori dijelaskan, bahwasannya materi yang berhamburan tersebut, kemudian tertahan, mengelilingi matahari.

Lalu memadat, dan akhirnya berbentuk planet seperti sekarang ini, juga masih dipertanyakan kejelasannya.

Pasalnya, beberapa materi tersebut harusnya berhamburan di luar angkasa, berterbangan, dan bukan mengikuti rotasi dari matahari. Apalagi dengan mendapatkan tarikan dari bintang besar yang menjadi penyebab hal tersebut terjadi. Kemungkinan besar adalah ikut melayang diudara.

fbWhatsappTwitterLinkedIn