Ekonomi

5 Tujuan Ekonomi Maritim

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ekonomi maritim merupakan segala aktivitas yang berada di sekitar kawasan pesisir laut maupun lautan. Kegiatan ekonomi ini banyak dilakukan oleh negara-negara kepulauan ataupun negara yang memiliki lautan yang luas.

Mereka memanfaatkan potensi alam yang dimilikinya dengan cara mengembangkan sektor maritim. Kegiatan ekonomi maritim menjadi salah satu sektor pendapatan yang menjanjikan. Banyak sekali kegiatan yang dapat digali dan mendatangkan pundi-pundi pendapatan.

Setiap negara yang melakukan kegiatan ekonomi Maritim tentunya dilatarbelakangi oleh alasan lain. Sebagian besar negara mungkin melakukan kegiatan ekonomi Maritim sebagai sumber pendapatan masyarakat. Namun, terdapat beberapa tujuan lain yang melatarbelakangi adanya kegiatan ekonomi maritim.

Berikut ini tujuan-tujuan diadakannya kegiatan ekonomi Maritim.

1. Memperkuat Identitas sebagai Negara Maritim

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki luas laut sekitar 5,8 juta kilometer dan lebih dari 17.000 pulau serta 95.000 kilometer garis pantai. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia selain disebut sebagai negara agraris, disebut pula sebagai negara maritim.

Laut indonesia menyimpan kekayaan yang begitu besar. Berdasarkan data dari departemen bioteknologi laut PKSPL IPB, di laut Indonesia terdapat paling tidak sekitar 35.000 spesies biota laut hidup. Biota laut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan industri seperti makanan, obat-obatan, bioenergi, minuman dan lainnya.

Tidak hanya itu laut Indonesia juga kayak akan sumber daya mineral. Sumber daya mineral yang terdapat di laut indonesia adalah monasit, Zirkon, pasir kuarsa, emas, perak, fosfor, timbal, gas alam, minyak bumi, mineral hidrotermal, dan agregat biogas laut.

Adanya potensi pada kekayaan laut Indonesia sayang jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, kekayaan di laut nusantara harus bisa dimanfaatkan menjadi sumber pendapatan negara. Untuk bisa dijadikan sumber pendapatan negara sudah pasti harus disokong dengan berbagai sarana dan prasarana.

Untuk mendukung Indonesia menjadi negara maritim, pemerintah yang dalam hal ini Joko Widodo telah meluncurkan poros Maritim yang dinamakan dengan Doktrin Jokowi atau World Maritime Fulcrum saat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur yang dilaksanakan di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Di mana salah satu hal yang terdapat dalam poros Maritim itu adalah lima pilar utama dalam pembangunan sektor industri maritim Indonesia. Pemerintah begitu serius untuk menggenjot perekonomian dari sektor maritim.

Tidak hanya itu, untuk mendukung penguatan identitas maritim pemerintah merubah basis pembangunan ekonomi yang tidak hanya berfokus di daratan saja. Selama ini kegiatan ekonomi selalu dilakukan di darat. Padahal, di laut banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan.

Oleh sebab itu, pemerintah merubah arah pembangunan nasional menjadi basis kelautan. Perubahan arah pembangunan ini diiringi dengan adanya percepatan pembangunan fasilitas penunjang transportasi laut. Sebagaimana halnya perekonomian di darat, perekonomian di sektor laut pun memerlukan berbagai fasilitas pendukung. Salah satunya yakni tol laut dan pelabuhan.

2. Membantu Pengelolaan Sumber Daya Laut

Adanya industri maritim membantu mengelola berbagai sumber daya laut. Seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwasanya Indonesia kaya akan sumber daya laut. Kekayaan sumber daya laut tersebut perlu dikelola dengan baik sehingga menghasilkan pendapatan bagi negara.

Berbagai kegiatan ekonomi maritim dapat membantu pengelolaan sumber daya laut lebih maksimal. Sebagai contoh salah satu kegiatan ekonomi maritim adalah adanya industri galangan kapal. Kapal merupakan alat transportasi di laut.

Dengan adanya industri galangan atau pembuatan kapal tentunya akan mempermudah transportasi laut. Semakin banyak kapal yang dihasilkan maka akan semakin lancar kegiatan transportasi laut. Kapal dapat digunakan untuk mengangkut berbagai hasil laut.

Kapal membantu proses distribusi hasil laut menjadi lebih cepat. Semakin cepat hasil laut diangkut maka akan semakin cepat diproses dan diperjualbelikan. Tidak hanya itu, keberadaan kapal juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan wisata bahari.

Adanya kapal pesiar membantu masyarakat untuk menikmati perjalanan di laut. Jika semakin banyak masyarakat yang mengunjungi laut maka akan semakin banyak potensi laut yang dapat disalurkan. Sebagai contoh, keindahan laut sayang jika tidak dinikmati secara komersial.

Maka dari itu, laut bisa dijadikan sebagai salah satu tempat untuk menghabiskan akhir pekan bersama orang tercinta. Saat pengunjung mengunjungi laut, akan semakin membuka banyak potensi ekonomi. Masyarakat sekitar bisa memanfaatkan itu dengan cara berjualan hasil laut, memandu wisatawan, menyewakan penginapan, berjualan makanan, dan lain sebagainya.

Dapat kita lihat dari satu sektor kegiatan saja ternyata bisa membuka jalan bagi pemanfaatan hasil laut yang maksimal. Masih banyak lagi kegiatan ekonomi maritim lainnya yang bisa mendukung pengembangan hasil laut.

Terlebih lagi jika keberadaan kegiatan ekonomi maritim didukung dengan berbagai akses dan fasilitas yang memadai. Seperti keberadaan tol laut. Keberadaan tol laut sangat bermanfaat bagi lalu lintas laut. Tidak hanya di darat saja, di laut pun memerlukan tol. Tol laut berfungsi untuk memperlancar kegiatan transportasi laut.

Sebagai upaya untuk mencapai Indonesia maritim secara serius pemerintah mulai membangun tol laut terutama di daerah 3T. Pembangunan tol laut difungsikan agar semua bahan bahan makanan dapat tersalurkan dengan baik.

Mengingat wilayah Indonesia yang begitu luas. Penyaluran bahan makanan terutama bahan pokok bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui jalur laut. Dengan adanya tol laut mempermudah kegiatan penyaluran barang ke seluruh Indonesia.

3. Pemerataan Pembangunan Nasional

Pembangunan nasional merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kegiatan ekonomi. Namun, pada praktiknya kegiatan pembangunan di Indonesia memiliki satu masalah besar yakni ketidakmerataan pembangunan.

Ketidakmerataan pembangunan disebabkan oleh banyak faktor terutama dalam hal geografis dan ekonomi. Secara geografis Indonesia memiliki wilayah yang luas dan tersebar dari Aceh hingga ke wilayah timur Papua.

Sudah menjadi tugas pemerintah untuk melakukan pembangunan yang merata pada semua wilayah Indonesia. Namun, sayangnya selama ini pembangunan nasional selalu difokuskan pada pembangunan di pulau Jawa.

Tak heran jika terlihat perbedaan yang mencolok antara wilayah Jawa dengan wilayah Indonesia lainnya terutama wilayah timur dalam hal infrasturktur. Adanya ketidakmerataan ini tentu menimbulkan masalah di masyarakat.

Masyarakat merasa tidak dipedulikan karena pemerintah terlalu fokus pada pembangunan di wilayah Jawa. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya untuk melakukan pemerataan pembangunan nasional. Salah satu upaya untuk melakukan pemerataan pembangunan adalah dengan melakukan perbaikan pembangunan di sektor laut.

Terlebih saat ini arah pembangunan nasional difokuskan pada pembangunan laut. Salah satu cara melakukan pembangunan di sektor laut adalah dengan memperbaiki sarana dan prasarananya. Seperti pembangunan tol laut dan pelabuhan.

Sejak tahun 2015, pemerintah telah melakukan trayek di 15 titik yang tersebar di wilayah Indonesia. Pembangunan trayek ini tidak hanya difokuskan di daerah Jawa saja melainkan juga wilayah timur seperti Pulau Nias, Morotai, Bengkulu dan lainnya. Tidak hanya membangun tol laut, pemerintah juga melakukan pembangunan pelabuhan.

Indonesia termasuk ke dalam ruang lingkup ASEAN CONNECTIVITY yang di mana salah satu fokusnya adalah membangun ruang konektifitas di laut. Pembangunan ruang konektifitas laut dilakukan dengan mempersiapkan pelabuhan besar.

Terdapat 47 pelabuhan yang dikembangkan oleh ASEAN yang di mana 14 di antaranya berada di Indonesia. Bahkan 5 di antara pelabuhan itu termasuk ke dalam pelabuhan besar seperti pelabuhan tanjung Priok, pelabuhan Belawan, pelabuhan Makasar, Kalimantan dan Surabaya.

Dengan melakukan pembangunan di sektor laut dapat mempermudah akses untuk ke berbagai wilayah terutama wilayah 3T. Dengan begitu, pemerintah akan lebih mudah melakukan pembangunan nasional di wilayah tersebut.

Tidak hanya itu, pembangunan di sektor laut juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kegiatan ekonomi dan pendapatan masyarakat pesisir. Hal ini akan berdampak baik bagi perekonomian negara dan wilayah. Wilayah tersebut dapat bersaing dengan wilayah-wilayah lainnya saat keadaan ekonomi wilayah sudah stabil.

4. Meningkatkan Hubungan Antarpulau dalam Suatu Negara

Adanya kegiatan ekonomi Maritim dapat meningkatkan hubungan antar pulau dalam suatu negara. Hal ini dapat terjadi dikarenakan salah satu kegiatan dalam ekonomi Maritim yakni menyediakan jasa penyebrangan antar pulau bahkan antar negara.

Dengan adanya jasa penyebrangan, membuat hubungan antar pulau dapat terjalin dengan baik sekalipun itu wilayah 3T. Wilayah 3T itu sekalipun dapat berhubungan dengan wilayah-wilayah lainnya karena adanya pelabuhan-pelabuhan. Keberadaan pelabuhan membuat wilayah 3T tidak merasa terisolir.

Mereka masih bisa melakukan interaksi bahkan kegiatan ekonomi dengan wilayah lainnya. Dengan adanya hubungan antar pulau dapat meningkatkan kegiatan ekonomi. Mereka akan saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan.

Keberadaan tol laut juga mendukung adanya peningkatan hubungan antar pulau suatu negara. Seperti yang sudah dijelaskan tol laut membangun penyaluran makanan menjadi lebih mudah. Proses distribusi makanan lebih mudah dilakukan jika akses transportasi laut mendukung.

Berbeda halnya jika transportasi laut tidak mendukung maka proses penyaluran makanan menjadi tersumbat. Akibatnya, wilayah tersebut akan kesulitan untuk mendapatkan makanan.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa harga makanan di wilayah timur lebih mahal jika dibandingkan wilayah barat karena sulitnya transportasi untuk menyalurkan makanan tersebut. Sehingga membuat harga melambung tinggi padahal dengan barang yang sama.

5. Peningkatan seluruh pelaku usaha

Laut merupakan salah satu sumber kegiatan ekonomi maritim dan kelautan. Kedua bentuk kegiatan ekonomi ini dapat dilakukan di wilayah laut dan sekitarnya. Dengan keberadaan dua kegiatan yang berbeda namun saling berhubungan ini membuat pemerintah merubah arah pembangunan nasional.

Banyaknya potensi yang dapat dimanfaatkan di laut untuk dijadikan sumber pendapatan. Di laut banyak sekali pelaku usaha yang menggantungkan hidupnya pada mata pencaharian ini. Contohnya seperti nelayan. Sebagian besar wilayah pesisir memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.

Mereka mengandalkan hidupnya dari laut seperti dari hasil tangkapan ikan, udang, rumput laut, garam, udang dan lainnya. Banyaknya hasil laut yang bisa dimanfaatkan untuk sektor perekonomian membuat masyarakat berfokus hanya mengandalkan sektor itu sebagai mata pencaharian.

Sayangnya, pendapatan dari sektor ini tidak menjanjikan. Banyak warga pesisir yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini dikarenakan kurangnya pemanfaatan hasil laut yang membuat harga jual menjadi rendah.

Oleh sebab itu, keberadaan potensi laut memerlukan sebuah perhatian yang serius. Pemerintah perlu turun tangan agar kegiatan ekonomi di wilayah pesisir mengalami peningkatan. Dengan adanya keterlibatan pemerintah dapat membuat adanya peningkatan dalam sektor ekonomi pesisir.

Pemerintah bisa melakukan berbagai upaya seperti pengembangan dan pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan ekonomi. Tidak hanya itu, pemerintah juga dapat merangkul pelaku usaha di sektor laut untuk mengikuti berbagai pelatihan agar terjadi peningkatan hasil olah laut. Dengan adanya keberagaman pengolahan hasil laut dapat membuat tingginya nilai jual hasil laut.