Negara Maritim: Pengertian – Karakteristik dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sebagai warga negara Indonesia tentu sudah mengetahui bahwa negara kita memiliki banyak julukan dari bangsa-bangsa lainnya di dunia. Dari sekian banyaknya julukan yang tersemat untuk NKRI salah satu yang paling terkenal adalah julukan “Negara Maritim”.

Julukan ini sudah melekat secara resmi sejak tahun 1982 yakni dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982  yang disebut Prinsip Negara Kepulauan (Archipelagic State Principle). 

Namun apakah kamu sudah memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan negara maritim? jika belum, maka simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Negara Maritim

Negara maritim dalam bahasa Inggris disebut sebagai Maritim state memiliki beberapa definisi berbeda. Secara umum negara maritim adalah sebutan bagi negara yang luas teritorial nya sebagian besar adalah wilayah perairan. Dengan kata lain luas perairannya lebih luas daripada daratan

Namun ada juga yang mengatakan bahwa negara maritim adalah sebutan untuk negara yang terdiri dari gugusan kepulauan. Pengertian lain menyebutkan negara maritim adalah setiap negara yang berbatasan dengan laut dan bergantung pada penggunaannya untuk sebagian besar kegiatan negara tersebut. 

Negara maritim juga bisa digunakan untuk menyebut suatu negara yang memperdulikan dan mampu mengelola dengan bak sumber daya alam yang ada di dasar hingga di permukaan laut bahkan hingga samudera nya. Pemanfaatan tersebut meliputi segala aspek mulai dari ekonomi, geopolitik hingga aspek militernya. 

Meski berbeda-beda pengertian namun yang pasti istilah maritim berhubung erat dengan segala hal-hal mengenai kelautan baik perdagangan, transportasi, perang, ataupun untuk menentukan batas-batas teritorialnya. 

Syarat Negara Maritim

Mengacu pada gagasan dari seorang Perwira Tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat yakni Alfred Thayer Mahan dalam bukunya yang berjudul The Influence of Sea Power upon History mengatakan bahwa untuk menjadi negara maritim harus memenuhi 6 syarat. Ke-6 syarat tersebut adalah lokasi geografis yang ter, karakteristik dari tanah dan pantai, luas wilayah, jumlah penduduk, karakter penduduk, dan lembaga pemerintahan. 

Beliau juga menambahkan bahwa  atau kekuatan maritim adalah unsur terpenting bagi kemajuan dan kejayaan suatu bangsa. Apabila negara tersebut mampu memberdayakan kekuatan lautnya, maka akan kesejahteraan dan keamanan negara tersebut akan meningkat. Namun jika sebaliknya, yakni negara tersebut tidak memberdayakan kekuatan-kekuatan lautnya maka akan mendapat kerugian bahkan meruntuhkan bangsa tersebut tersebut.

Sementara itu syarat untuk menjadi negara maritim juga dikemukakan oleh ahli maritim berkebangsaan China yaitu  Xu Qi yang mengatakan ada 3 tahap untuk menjadi negara maritim. Tahap pertama adalah kesadaran bangsa akan keadaan faktual serta kemungkinan ancaman dari dalam maupun luar teritorial negara. Tahapan kedua yakni adanya pengakuan mengenai keadaan pertama sehingga dapat membantu konseptualisasi geostrategi. 

Serta tahap ketiga adalah pelaksanaan dari kedua konsep tahap pertama dan tahap kedua. Tahap yang terakhir ini yang dianggap paling rumit karena membutuhkan kesiapan intelektual dari masyarakat negara tersebut terlebih jika tidak ada kesepahaman antara karakter nasional dan karakter pemerintah. 

Karakteristik Negara Maritim 

Setelh membahas syarat menjadi negara maritim, selanjutnya kita akan membahas bagaimana karakteristik dari negara maritim:

  • Perairan Lebih Luas daripada Daratan 

Ciri utama yang dimiliki oleh sebuah negara maritim adalah wilayah perairannya lebih luas dari daratannya. Wilayah perairan mencakup ⅔  dari keseluruhan wilayah daratan.

  • Merupakan Negara Kepulauan 

Sebuah negara maritim erat kaitannya dengan negara yang berbentuk kepulauan. Negara maritim dikelilingi oleh lautan yang luas. 

  • SDA Laut yang Melimpah

Ciri negara maritim selanjutnya adalah memiliki sumber daya alam terutama SDA laut yang melimpah baik dari segi mineral, energi, dan lainnya. Tak hanya dimiliki, negara tersebut pun mampu mengelola hingga menjadi penunjang ekonomi negaranya. 

  • Penduduknya Merupakan Nelayan

Jika pada negara agraris mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, maka pada negara maritim penduduknya bermata pencaharian nelayan. Mereka mengandalkan sektor kelautan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. 

Konsep Ekonomi Negara Maritim

Sebuah bangsa tentu memiliki konsep yang diterapkan untuk menunjang keberlangsungan negaranya. Konsep ekonomi yang diterapkan pada negara maritim adalah ekonomi maritim yaitu sebuah kegiatan ekonomi yang berpusat baik di pesisir pantai maupun di tengah laut  yang masih menjadi teritorial negaranya. 

Konsep ekonomi maritim berbeda dengan ekonomi kelautan dimana ekonomi kelautan hanya berpusat pada SDA yang ada di pesisir dan daratan sekitar yang menghasilkan barang dan jasa mengenai kelautan. Umumnya konsep ekonomi maritim hanya bisa diterapkan di negara dengan lautan yang luas. 

Kegiatan Ekonomi Maritim 

Berikut ini adalah contoh kegiatan ekonomi yang ada di negara maritim. 

  • Jasa Pembuatan Kapal

Kapal adalah transportasi utama yang digunakan dalam bidang kelautan. Negara-negara maritim pada umumnya akan memproduksi kapal-kapal berkualitas dan sesuai dengan standar. 

  • Jasa Perbaikan Kapal

Selain memproduksi, negara maritim juga membuka industri perbaikan kapal. Hal ini tentu akan menunjang pendapatan negara karena didalamnya terdapat sebuah transaksi

  • Jasa Penyebrangan Kapal

Negara maritim dapat memanfaatkan wilayah perairannya dengan membuka jasa penyebrangangan kapal. Penyebrangan kapal tersebut bisa mencakup wilayah antar pulau bahkan bisa juga antar negara. Hal ini selain menunjang ekonomi juga dapat membantu menghubungkan daerah satu dengan daerah lainya yang terpisah oleh perairan. 

Sebuah industri besar biasanya akan memasarkan produk-produk mereka hingga ke luar daerah. Barang yang dikirim pun umumnya dalam skala besar. Hal ini akan lebih efektif jika melalui jalur air. 

  • Pembuatan Tol Laut

Jalan tol saat ini tidak hanya dibangun di atas di daratan saja tetapi bisa di laut seperti yang ada di Selat Bali Indonesia. Orang-orang yang akan menggunakan tol harus membayar terlebih dahulu sehingga terjadi transaksi ekonomi di sana yang akan masuk sebagai pendapatan negara. 

  • Jasa Pernavigasian Kapal

Kapal ketika berlayar di lautan atau di samudera tentu memerlukan navigasi agar tidak tersesat. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh negara maritim dengan membuka jasa pernavigasian bagi kapal-kapal yang akan melintas di wilayah perairannya. 

Usaha Pengembangan Ekonomi Maritim 

Seperti yang dikatakan oleh Mahan yakni sebuah negara akan sejahtera jika kekuatan maritimnya baik. Maka negara-negara maritim tentu sudah selayaknya memanfaatkanya mengupayakan berbagai cara untuk mengembangkan ekonomi maritimnya. Adapun beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengebagkan ekonomi maritim adalah sebagai berikut. 

Langkah awal usaha untuk memngembangkan ekonomi maritim adalah adanya perubahan paradigma pembangunan nasional. Maksudnya adalah pemerintah harus menyadari bahwa pembangunan jangan hanya berpusat di daratan saja. Sudah saatnya mulai membangun fasilitas-fasilitas kelautan sehingga dapat menunjang sektor perekonomian negara. 

  • Mengoptimalkan Infrastruktur Maritim

Tak hanya membangun, pemerintah juga bisa mengoptimalkan fasilitas-fasilitas yang sudah ada di bidang kelautan. Contohnya ada pelabuhan dengan segala fasilitas yang dapat memudahkan proses keluar masuknya kapal. 

  • Aturan Kemaritiman yang Tegas

Sama halnya dengan lalu lintas di darat, lalu lintas di laut juga memerlukan aturan. Juga sudah ada aturannya maka langkah selanjutnya adalah menegakkan peraturan tersebut agar dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Contoh Negara Maritim 

Beberapa negara berikut adalah contoh dari negara maritim. 

  • Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan sekaligus maritim terbesar di dunia. Garis pantai yang dimiliki oleh Indonesia adalah 54.716 KM dan total luas lautnya adalah 3.257.357 km². Sementara itu luas daratan Indonesia hanya 1,91 juta km². 

  • Filipina

Masih berada di satu daratan yang sama dengan Indonesia, Filipina juga termasuk sebagai negara maritim. Negara ini memiliki panjang garis pantai 36.289 km dengan luas total wilayah perairannya 1,934,000 km². Sementara itu luas daratannya hanya 300.000 km². 

  • Inggris

Penguasa Eropa yakni Inggris juga masuk sebagai negara maritim dengan panjang garis pantainya 12.429 km. Sementara itu total luas daratannya adalah 130,279 km2. 

  • Jepang

Negara terkaya di Asia ini memiliki garis pantai sepanjang 29.751 km. Total luas wilayah kemaritimannya yakni 4,479,674 km persegi sedangkan luas daratannya 377.975 km². 

fbWhatsappTwitterLinkedIn