Geografi

4 Tujuan Pembangunan Ekonomi Kelautan

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam laporan Bank Dunia pada tahun 2003 yang ditulis dalam buku yang berjudul “Beyond Macro Economic Stability”, Indonesia memiliki daya saing industri yang berfokus pada sumber daya alam salah satunya adalah perikanan.

Sumber daya alam terkhusus pada sektor pertanian merupakan salah satu strategi pembangunan yang memiliki potensi dan bersifat prospektif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, sumber daya alam perikanan juga dinilai memiliki keuntungan yang kompetitif dan bisa diandalkan.

Akan tetapi, realitanya Indonesia masih belum mengoptimalisasikan manfaat dari perikanan yang kaya ini. Dari persentase, jika boleh menilai pemanfaatan sumber daya alam perikanan baru mencapai kurang lebih 35% dari potensi keseluruhan yang tersedia.

Oleh karena itu, terhitung empat tahun ini, Departemen Kelautan dan Perikanan ditunjuk untuk menjadi salah satu lembaga yang menggerakkan pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang dapat mendukung semua stakeholders yang memiliki peran cukup baik. Adapun empat tujuan dari tujuan pembangunan kelautan di Indonesia antara lain sebagai berikut.

1. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Secara Berkelanjutan

Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam lingkup nasional adalah dengan melakukan ekspor industri maritim. Ekspor perikanan yang terjadi di Indonesia semakin naik setiap tahunnya. Bahkan dari tahun 2019 ke tahun 2020, sektor ini mengalami peningkatan sebesar 9,82% atau jika dalam berat mencapai 295,13 ton.

Adapun lima negara tujuan utama ekspor antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, beberapa negara di ASEAN, dan juga Jepang. Yang perlu ditekankan bahwa udang mampu mendominasi ekspor pada negara yang telah disebutkan di atas. Setelah udang, urutan selanjutnya ada tuna, tongkol, cakalang yang nilainya mencapai ratusan juta.

2. Mendorong Peningkatan Kesejahteraan Bagi Semua Pelaku Usaha

Terdapat beberapa pelaku usaha yang berfokus pada bidang perikanan antara lain nelayan, pembudidaya ikan, rumput laut, hingga masyarakat yang tinggal di daerah laut yang berskala kecil.

Dalam upaya memaksimalkan kesejahteraan para pelaku usaha, pemerintah khususnya Kementrian Industri telah mencoba berbagai macam usaha untuk mengembangkan sentra IKM atau Industri Kecil Menengah dengan kegiatan pendampingan. Ruang lingkup dalam kegiatan pendampingan antara lain tenaga ahli, pelatihan itu sendiri, serta fasilitas pendukung berupa mesin pengolahan.

Sebelum itu, kalian perlu mengetahui bahwa Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar di dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang berkontribusi sebagai penghasil rumput laut yang telah diakui oleh seluruh dunia.

Menurut data Kementrian Perindustrian, rumput laut yang diekspor Indonesia sejak tahun 2014 hingga 2018 menunjukkan kenaikan yang signifikan yakni sebesaar 0,81%. Selanjutnya pada tahun 2019 naik lagi mencapai 3,98% dengan nilai 89,37 juta USD.

Rumput laut yang mendominasi pasar ekspor Indonesia merupakan rumput laut mentah yang bernama Eucheuma spp baik olahan kering maupun masih fresh, yang mana nilainya mencapai 140,41 juta USD.

Tak hanya rumput laut, Indonesia juga berkontribusi sebagai produsen yang mengekspor agar dan karagenan. Oleh karena itu, dengan adanya wawasan luas terhadap potensi yang tersedia dapat mendorong kesejahteraan masyarakat terutama sebagai pelaku usaha kelautan.

3. Melestarikan Lingkungan Hidup dan Memelihara Sumber Daya Kelautan

Salah satu tanggung jawab dan kewajiban dari warga negara adalah menjaga dan memelihara sumber daya yang ada salah satunya kelautan serta melestarikan lingkungan. Upaya yang dilakukan tersebut diharapkan untuk selalu menjaga sumber daya kelautan yang nantinya juga akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Cara yang dapat kita lakukan untuk melestarikan hutan menjadi kewajiban kita sebagai warga negara tanpa terkecuali. Banyak cara yang dapat kita lakukan antara lain dengan membuat dan melestarikan hutan mangrove pada daerah pesisir, menyelamatkan ekosistem terumbu karang di dalam program taman bawah laut yang bisa dilakukan dengan transplantassi terumbu karang.

Contoh nyata yang dapat kita jadikan acuan dapat ditemukan di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah tepatnya di sekitaran pantai Tanjung Gelam.

Tujuan dari adanya program taman bawah laut adalah untuk merestorasi terumbu yang dapat menyerupai taman bawah laut guna meningkatkan dan melindungi sumber daya laut pada berbagai aspek mulai dari sosisal kemasyarakatan, alam, sumber daya manusia, maupun aspek ekonomi.

Metode biorock dapat diterapkan dalam pembuatan taman laut. Metode biorock itu sendiri merupakan suatu proses yang melibatkan teknologi deposit elektro mineral yang nantinya akan tumbuh di dalam laut.

4. Laut Menjadi Pemersatu dan Penegak Kedaulatan Bangsa

Seperti yang kita ketahui bahwa negara kita tercinta ini merupakan negara kepulauan atau archipelagic state pertama yang memiliki badan pemisah antar alur laut di kepulauan Indonesia. Bahkan, siang Maritime Safety Committe atau MSC menjadikan Indonesia menjadi negara kepulauan pertama d dunia dengan TTS atau pemisah alur laut dengan mengesahkan IMO.

Penutup

Kita perlu merenungkan dan bersyukur karena Indonesia merupakan negara kelautan yang memiliki kelimpahan dan potensi sumber daya laut yang luar biasa. Bahkan sumber daya kelautan di Indonesia bisa merambah ke pasar dunia dan menjadi pendorong perekonomian dan kesejahteraan bagi para pelaku usaha kelautan.

Tak hanya berfokus pada hasil, kita sebagai warga negara juga harus melestarikan kehidupan laut dan segala sumber daya yang tersedia. Hal – hal tersebutlah yang menjadi tujuan dari pembangunan ekonomi kelautan.