Ekonomi

Valas: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Valas sering disebut juga sebagai forex. Valas adalah pasar keuangan global di mana orang dapat memperdagangkan satu mata uang dengan mata uang lainnya.

Pengertian Valas

Valas adalah perdagangan satu mata uang dengan mata uang lainnya yang melibatkan pembelian dan penjualan, dengan tujuan menghasilkan keuntungan. Transaksi valas terjadi di pasar valas. Pasar valas dioperasikan secara virtual dan buka sepanjang hari serta hanya tutup pada akhir pekan.

Jenis Valas

1. Transaksi Forward

Transaksi forward adalah transaksi dimana penjual dan pembeli mengadakan perjanjian jual beli mata uang dalam jangka waktu 3 bulan. Perjanjian tersebut dilakukan untuk tanggal tertentu di masa depan. Waktu dimana kesepakatan tersebut ditetapkan disebut sebagai Kurs Forward.

2. Transaksi Spot

Transaksi spot adalah pertukaran mata uang oleh penjual dan pembeli yang membutuhkan pengiriman segera. Biasanya dilakukan dalam waktu dua dari kesepakatan tanpa kontrak yang ditandatangani. Pasar Spot adalah tempat melakukan transaksi dan Kurs Spot adalah nilai tukar yang berlaku di pasar. Metode transaksi Spot adalah cara tercepat untuk menukar mata uang.

3. Transaksi Swap

Transaksi swap adalah dua investor yang melakukan peminjaman dua mata uang yang berbeda. Seorang investor meminjam mata uang dan membayarnya kembali dalam bentuk mata uang kedua kepada investor lainnya. Transaksi swap dilakukan untuk melunasi kewajiban tanpa menanggung risiko nilai tukar mata uang asing.

4. Transaksi Future

Transaksi future memiliki cara menangani perjanjian yang tidak berbeda dengan transaksi forward.

Berikut ini perbedaan antara transaksi forward dan transaksi future adalah:

  • Transaksi forward dapat dirancang sesuai permintaan klien. Sedangkan transaksi future seperti fitur, tanggal, dan ukuran sesuai standar kontrak.
  • Transaksi forward dapat diperdagangkan di mana saja. Sedangkan transaksi future hanya dapat diperdagangkan di bursa terorganisir.
  • Transaksi forward tidak memerlukan margin. Sedangkan transaksi future memerlukan margin awal sebagai jaminan dan menetapkan posisi di masa depan.

5. Transaksi Option

Transaksi option adalah perjanjian yang memberikan hak kepada investornya. Hak yang diberikan yaitu untuk membeli dan menjual sejumlah aset pada harga tertentu dan tanggal tertentu pada masa depan. Setiap investor memiliki hak untuk mengkonversi mata uang tetapi tidak wajib untuk melakukannya.

Option untuk membeli mata uang disebut Call Option. Sedangkan option untuk menjual mata uang disebut sebagai Put Option.

6. Arbitrase

Arbitrase merupakan pembelian mata uang asing di satu pasar dan secara bersamaan menjualnya di pasar lain dengan harga lebih tinggi. Sehingga investor dapat mendapat keuntungan dari selisih nilai tukar di pasar yang berbeda.

Sistem Valas

1. Fixed Exchange Rate

Kurs tetap atau Fixed Exchange Rate artinya pemerintah suatu negara yang menentukan nilai kurs mata uangnya terhadap mata uang lain.

2. Managed Floating Rate

Kurs distabilkan atau Managed Floating Rate artinya pemerintah ikut campur tangan menstabilkan kurs jika nilai mata uang negaranya terlalu rendah. Sehingga, tidak terjadi inflasi.

3. Floating Exchange Rate

Kurs mengambang atau Floating Exchange Rate artinya nilai kurs mata uang yang besarnya ditentukan oleh permintaan dan penawaran mata uang asing. Sehingga, pemerintah tidak ikut campur menangani kurs mata uang.

Mengapa ada Valas?

Pada masa lalu, manusia sudah melakukan kegiatan ekonomi yaitu dengan menggunakan sistem barter. Namun, sistem barter tersebut digantikan emas dan perak kerena dianggap memiliki banyak kelemahan oleh masyarakat. Sehingga, emas dan perak dijadikan sebagai bentuk transaksi atau uang.

Pada masa Perang Dunia 1 di tahun 1880, emas murni menjadi nilai standar transaksi. Akan tetapi, emas murni juga dianggap memiliki banyak kelemahan. Sehingga, pada tanggal 22 Juli 1944 dilaksanakan Konferensi Moneter Internasional dan dihadiri oleh 44 negara.

Negara lain juga menggunakan sistem mata uang mengambang. Dengan penerapan sistem mata uang mengambang, pasar valas mulai muncul dan menciptakan keuntungan. Pada awalnya valas hanya dipakai untuk kepentingan individu. Pasar valas sudah menjadi pasar dengan nilai transaksi yang terbesar di dunia.

Fungsi Valas

1. Transfer

Fungsi pertama dari valas adalah transfer mata uang asing, dari suatu negara ke negara lain untuk pembayaran. Pada dasarnya mencakup konversi dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Fungsi transfer dapat dilakukan, misalnya melalui wesel dan cek.

Misalnya, jika eksportir Indonesia mengimpor barang dari Amerika Serikat dan pembayarannya dilakukan dalam dolar. Maka valas akan menyediakan konversi rupiah ke dolar. Demikian pula sebaliknya, jika Amerika mengimpor barang dari Indonesia, maka valas juga akan menyediakan konversi dolar ke rupiah.

2. Kredit/ Pinjaman

Valas juga memiliki fungsi memberikan pinjaman jangka pendek kepada importir. Hal ini dilakukan untuk kelancaran arus barang dan jasa dari satu negara ke negara lain.

Misalnya sebuah perusahaan Indonesia yang ingin membeli mesin dari Amerika Serikat dapat membayar pembelian dengan wesel di valas, pada dasarnya dengan waktu dalam 90 hari jatuh tempo.

3. Lindung Nilai

Biasanya pihak – pihak dalam valas sering merasa takut akan perubahan harga satu mata uang terhadap mata uang lainnya. Perubahan nilai tukar dapat menimbulkan keuntungan atau kerugian bagi pihak yang bersangkutan. Oleh karena itu, valas menyediakan layanan untuk melindungi pertukaran mata uang, yang disebut sebagai forward contracts.

Forward contracts merupakan kontrak dengan jangka 12 minggu untuk membeli atau menjual valas untuk mata uang lain. Valas dapat dijual atau dibeli pada tanggal tetap di masa depan dengan harga yang disepakati hari ini. Dengan demikian, tidak ada uang yang dipertukarkan pada saat kontrak.

Contoh Valas

Berikut ini beberapa contoh valas sebagai berikut:

  • Valas fisik: Uang kertas dan logam
  • Valas non-fisik: Wesel, cek, IMO, dan lain-lain
  • Mata uang asing: Dolar, Euro, Yen, dan lainnya
  • Saldo kredit
  • Surat wesel luar negeri
  • Hak penerima pembayaran