Akuntansi Syariah: Prinsip, Kelebihan, dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Akuntansi merupakan salah satu kata yang sering mendarat di telinga ketika berhadapan dengan hal-hal yang mencakup bidang ekonomi. Salah satu jenis akuntansi yang ada yaitu akuntansi syariah. Berikut akan dibahas mengenai akuntansi syariah.

Pengertian Akuntansi Syariah

Kajian ekonomi sangat dekat dengan akuntansi. Akuntansi adalah kegiatan yang melibatkan keluar masuknya keuangan. Dalam akuntansi, segala macam dan bentuk kegiatan keuangan akan diterima dan diproses agar berlaju dengan benar.

Salah satu bentuk akuntasi yaitu akuntansi syariah. Syariah dimaknai sebagai landasan yang mengandalkan ilmu dan hukum agama.

Akuntasi syariah biasanya berkembang dan hadir di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Jadi, akuntasi syariah yaitu suatu kegiatan keuangan yang menerapkan dan berpokok pada ilmu dan hukum agama Islam.

Karakteristik Akuntansi Syariah

Karakteristik merupakan ciri-ciri yang digunakan untuk mengenali sesuatu. Karakteristik digunakan sebagai pegangan untuk memudahkan menilai dan memahami tentang suatu hal yang ada.

Akuntansi syariah memiliki karakteristik yang membedakannya dengan jenis akuntansi lainnya. Karakteristik paling umum yang dimiliki akuntansi syariah yaitu harus sesuai dengan ajaran-ajaran agama Islam.

Dalam kegiatan yang dilakukan, akuntansi syariah mengajarkan dan mengharuskan untuk tidak curang pada rotasi keluar masuk uang yang ditangani.

Ini berarti, setiap orang yang menerima dan memberi dana tidak boleh melebihkan ataupun mengurangi nominal yang ada. Dengan begitu, tidak ada satupun pihak yang dirugikan dalam kegiatan akuntansi tersebut. 

Akuntansi syariah juga memiliki ciri yaitu saling setuju dan ikhlas pada kegiatan keuangan yang dilakukan. Artinya, setiap transaksi yang ada harus berdasarkan persetujuan sesuai dengan janji serta ikhlas menerima keadaan keuangan yang ada.

Selain itu, dalam akuntansi syariah juga dilarang memanipulasi, memberi dan menerima uang yang tidak sah , dan permintaan dan penawaran yang direkayasa. Intinya, akuntansi mengajarkan pada nilai-nilai baik dan tidak mementingkan diri sendiri dan tidak saling mencari keuntungan pribadi.

Konsep Dasar Akuntansi Syariah

Konsep merupakan gambaran awal yang nantinya digunakan untuk memperluas kajian yang ada. Konsep dari akuntansi syariah berbeda dengan akuntansi yang biasa. Pada akuntansi syariah, penanaman modal yang dilakukan tidak terikat yang artinya kewajiban tersebut tidak menyangkut pautkan ekuitas.

Akuntansi syariah melakukan aktivitas pelaporan keuangan yang terdiri atas laporan laba rugi, perubahan ekuitas, neraca, serta laporan aktivitas mengenai dana yang disumbangkan.

Selain itu, akuntansi syariah juga memberikan konsep pinjaman qardh. Konsep pinjaman ini merupakan konsep yang memperbolehkan kepemilikan dana yang diberikan kepada orang lain dapat diambil kembali.

Akuntansi syariah juga berpegang pada konsep-konsep yang berhubungan dengan hubungan masyarakat. Konsep-konsep tersebut yaitu konsep humanis (hubungan manusia), konsep emansipatoris (kejujuran), konsep transendental (pikiran), serta konsep teleogikal (nilai agama).

Tujuan Akuntansi Syariah

Akuntansi syariah memiliki tujuan yang dapat memudahkan dalam penyampaian laporan keuangan yang ada. Akuntansi syariah hadir di kalangan publik untuk menjaga kepemilikan serta hak lembaga keuangan syariah.

Tujuan akuntansi syariah juga menerapkan dan mengikuti landasan berdasarkan hal-hal yang diperbolehkan dalam syariat Islam, seperti kejujuran, saling percaya satu sama lain, dan menjalankan syariat agama.

Prinsip Akuntansi Syariah

Akuntansi syariah memiliki prinsip yang digunakan agar proses kegiatan pelaporan keuangan dapat berjalan sesuai dengan syariat yang seharusnya. Prinsip akuntansi syariah mempunyai beberapa prinsip.

Prinsip-prinsip tersebut yaitu kegiatan pemberian informasi rotasi keuangan yang dilakukan tidak boleh saling merugikan, menerapkan keadilan dan kejujuran pada transaksi akuntansi, serta menjalankan kegiatan akuntansi dengan normanorma agama dan menjauhi larangan yang ada.

Prinsip-prinsip ini harus dilakukan dan dijalani agar proses aktivitas keuangan berjalan dengan baik tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.

Dasar Hukum Akuntansi Syariah

Dasar hukum merupakan sebuah landasan yang mampu memberikan penopang bagi sesuatu yang dilakukan. Dasar hukum harus dipatuhi dan diterapkan dalam kegiatan yang dilakukan.

Hukum akuntansi syariah memiliki dasar hukum yaitu berpegang teguh pada Al Quran. Selain itu, akuntansi syariah juga berpatokan pada adat dan budaya Islam.

Contoh Akuntansi Syariah

Akuntansi syariah merupakan aktivitas keuangan yang dilakukan berdasarkan syariat dan hukum Islam. Contoh akuntansi syariah diantaranya yaitu bank yang menganut sistem syariah dan mengusung pedoman agama dan norma-norma agama Islam di dalamnya.

Biasanya akuntansi konvensional yang dimiliki oleh bank tertentu dapat juga memiliki bank syariah di dalamnya. Akuntansi syariah yang hadir dapat memudahkan masyarakat Muslim untuk memilih bank sesuai dengan syariat yang dijalaninya.

Kelebihan dan Kekurangan Akuntansi Syariah

Akuntansi syariah memiliki kelebihan yang bisa memberikan keuntungan pada masyarakat. Salah satu keuntngan yang dimiliki yaitu tidak adanya sistem bunga.

Dengan begitu, orang-orang yang terlibat dalam rotasi keuangan tidak merasa dirugikan. Kelebihan lainnya yaitu akuntansi syariah menggunakan sistem bagi hasil. Jadi, pergerakan uang yang ada akan diketahui tanpa adanya pihak yang menguntungkan diri sendiri.

Walaupun akuntansi syariah memiliki sistem bagi hasil yang adil, hal ini dapat saja menjadi kekurangannya. Bank yang menganut akuntansi syariah akan memerlukan orang yang paham betul terhadap rotasi bagi hasil tersebut agar meminimalisir perhitungan yang salah.

Selain itu, setiap bank juga perlu melakukan perhatian lebih terhadap akuntansi bank syariah agar tidak terjadi kecurangan dan merugikan pihak lain.

fbWhatsappTwitterLinkedIn