Apresiasi Mata Uang: Pengertian – Cara Kerja dan Dampaknya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Uang merupakan instrument resmi yang berlaku di setiap proses perekonomian. Baik yang berhubungan dengan kegiatan transaksi, pembayaran dan lain sebagainya. Namun, jenis mata uang yang diterapkan di berbagai negara cenderung berbedabeda.

Hal itu disesuaikan dengan kebijakan dari tiap tiap negarannya. Namun, apapun jenis mata uangnya, dan apapun kebijakannya, berbagai permasalahan yang berkaitan dengan perekonomian tidak bisa dipungkiri adanya. Salah satu dampak dari permasalahan perekonomian yang ada adalah terjadinya apresiasi mata uang.

Dalam kondisi ini terdapat satu negara yang merasa paling diuntungkan dibandingkan dengan negara lainnya. Apresiasi mata uang ini juga seringkali dihubungkan dengan kondisi depresiasi mata uang. Lalu, apa sih sebenarnya apresiasi mata uang itu? Berikut merupakan pemaparan mendetai mengenai apresiasi mata uang.

Pengertian Apresiasi Mata Uang

Secara umum, apresiasi mata uang adalah suatu kondisi dimana nilai mata uang suatu negara mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai mata uang dari negara lainnya. Sehingga kondisi ini menguntungkan negara terkait, yang memiliki nilai mata uang lebih tinggi. Karena kondisi tersebut sangat membawa dampak besar dalam kegiatan ekspor impor yang dilakukan.

Dengan kondisi mata uang yang sedang mengalami kenaikan sangat tinggi, membuat negara tersebut hanya mengeluarkan sedikit uang untuk melakukan kegiatan impor. Hal itu dapat terjadi, karena dengan kondisi apresiasi mata uang ini, semua harga barang atau jasa yang ditawarkan oleh negara asing lebih terjangkau dibandingkan dengan biasanya.

Sedangkan, harga produk dalam negeri, baik barang ataupun jasa mengalami kenaikan dibandingkan dengan produk luar. Sehingga negara asing yang hendak melakukan impor terhadap negara ini, harus siap dengan nilai dan dana yang relatif besar.

Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Apresiasi Mata Uang

Apresiasi mata uang ini bukan terjadi begitu saja. Melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu. Berikut merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya apresiasi mata uang.

  • Tingginya permintaan terhadap mata uang dalam negeri.
  • Dipengaruhi oleh surplus perdagangan yang terjadi antar negara.
  • Terjadi kenaikan pada suku bunga dalam negeri.
  • Kebijakan moneter dan fiskal yang berlaku dalam suatu negara
  • Stabilitas politik yang bertahan
  • Dan dipengaruhi oleh neraca perdagangan

Cara Kerja Apresiasi Mata Uang

Misal saja, apresiasi mata uang terjadi di Indonesia. Saat itu katakanlah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak dari Rp. 12.000/USD ke Rp. 11.000/USD. Dalam hal ini semua masyarakat Indonesia bisa mendapatkan uang dolar lebih murah dibandingkan dengan biasanya.

Yang mana biasanya, satu dolar bisa didapatkan dengan Rp. 12.000/USD sekarang sudah bisa didapatkan hanya dengan Rp. 11.000/USD. Dalam kasus ini Indonesia sangat diuntungkan karena nilai tukarnya menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.

Dampak Terjadinya Apresiasi Mata Uang

Selain berdampak pada kegiatan ekspor dan impor suatu negara, nyatanya apresiasi mata uang ini juga menimbulkan beberapa dampak lainnya. Berikut merupakan dampak apresiasi mata uang dalam suatu negara.

  • Terjadi Peningkatan Dalam Impor
    Dengan nilai mata uang yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara asing lainnya, membuat harga produk baik barang ataupun jasa yang diproduksi oleh negara asing menjadi lebih terjangkau dibandingkan dengan biasanya. Dan begitupun sebaliknya, justru harga barang ataupun jasa domestic menjadi lebih tinggi bagi para pengimpor. Keadaan tersebut yang mendorong negara lokal untuk lebih banyak melakukan impor impor, baik produk barang ataupun jasa.
  • Menurunkan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
    Dengan meningkatkan jumlah kegiatan impor yang dilakukan oleh negara, semakin membuat produk produk lokal menjadi kurang laku di pasaran. Karena seperti yang kita tahu, kebanyakan konsumen yang berasal dari dalam negeri lebih menggemari produk produk impor dibandingkan dengan produk lokal sendiri. Dan apabila hal itu terjadi secara terus menerus tanpa adanya keputusan dari pihak pemerintah, kondisi tersebut akan berdampak pada penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi. Yang seharusnya, negara lebih aktif dalam melakukan kegiatan ekspor, justru sekarang lebih banyak melakukan impor untuk kebutuhan negara.
  • Adanya Penurunan Nilai Dalam Pembayaran Utang Luar Negeri
    Apresiasi mata uang yang terjadi dalam suatu negara menyebabkan negara tersebut hanya memerlukan sedikit dana atau pengeluaran untuk bisa membayar semua utang luar negerinya.

Kesimpulan

Secara umum, apresiasi mata uang adalah suatu kondisi dimana nilai mata uang suatu negara mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai mata uang dari negara lainnya. Sehingga kondisi ini menguntungkan negara terkait, yang memiliki nilai mata uang lebih tinggi.

Karena kondisi tersebut sangat membawa dampak besar dalam kegiatan ekspor impor yang dilakukan. Selain berpengaruh terhadap kegiatan ekspor dan impor yang dilakukan oleh negara, apresiasi mata uang ini juga membawa pengaruh terhadap penurunan tingkat perekonomian di suatu negara dan juga penurunan nilai pembayaran utang pada negara asing.

fbWhatsappTwitterLinkedIn