Candrasa: Sejarah, Ciri-Ciri dan Fungsinya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Candrasa merupakan salah satu kekayaan bukti sejarah yang dimiliki Indonesia. Benda sejarah ini berasal dari zaman logam yang pernah dilalui Indonesia pada masa lampau. Untuk lebih mengetahui sejarah, ciri-cirinya dan apa kegunaannya, mari simak artikel berikut ini.

Pengertian Candrasa

Sebelum menjadi zaman super mudah dan modern seperti sekarang ini, dunia dan juga Indonesia melalui berbagai perkembangan zaman salah satunya ialah zaman logam.

Berdasarkan perkembangannya, zaman logam dibagi menjadi tiga yaitu zaman perunggu, zaman tembaga dan zaman besi. Namun Indonesia hanya mengalami dua yaitu zaman perunggu dan zaman besi.

Setiap zaman tentu meninggalkan bukti sejarah yang menandakan adanya perkembangan peradaban dari masa ke masa. Salah satunya, bukti sejarah dari zaman logam yang disebut candrasa.

Candrasa adalah bukti sejarah peninggalan zaman logam yang terbuat dari logam perunggu. Candrasa ini berbentuk seperti kapak dengan berisi ukiran dan motif yang indah dan unik. Bentuk pola dalam candrasa ini berpola hiasan geometris di bagian tangkainya.

Candrasa ini tergolong dalam kapak corong dengan satu sisinya lebih panjang dari sisi lainnya. Kapak ini sering kali digunakan dalam prosesi upacara karena memiliki keunikan dan keindahan pada ukiran dan hiasan yang ada pada kapak.

Hiasan yang unik dan halus pada kapak candrasa menjelaskan bahwa manusia pada masa itu telah memiliki kemampuan dalam mengolah logam perunggu bahkan menghaluskan dan berkemampuan mendetail untuk membuat hiasan yang indah dan halus.

Sejarah Candrasa

Candrasa

Kapak mulai muncul pada kehidupan manusia di masa perundagian ketika alat dan perabotan rumah tangga sudah banyak yang terbuat dari logam berupa perunggu dan perak. Candrasa yang tergolong sebagai kapak corong muncul pada tahun 2000 hingga 3000 sebelum Masehi.

Kapak yang mulanya terbuat dari batu mulai berevolusi dan berkembang dengan pembuatannya yang dari perunggu, perak atau besi. Sehingga banyak pengrajin besi yang mulai bermunculan dan membuat berbagai peralatan dari besi.

Meskipun banyak pengrajin besi dan membuat berbagai peralatan dari besi, namun keberadaan dan penemuan pada kapak corong dan candrasa tidaklah banyak. Hal ini disebabkan karena bahan yang digunakan untuk membuatnya tergolong langka dan tidak tersedia secara melimpah ruah pada masa itu.

Meskipun jumlahnya terbatas, namun penyebarannya hampir menyeluruh ke berbagai daerah di Indonesia. Di Indonesia sendiri, candrasa ditemukan di berbagai wilayah seperti Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Barat, Pulau Roti, Bali, Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, Pulau Selayar serta wilayah daerah Nusa Tenggara.

Ciri-Ciri Candrasa

Candrasa memiliki ciri-ciri khas sebagai berikut:

  • Memiliki tangkai yang pendek dan berbentuk lebar pada pangkalnya.
  • Pada bagian mata kapak bertekstur tipis.
  • Kedua ujung kapak melebar serta melengkung dengan lengkungan masuk ke arah dalam.
  • Pelebaran ujung kapak tidak sama sehingga mata kapak ini tampak asimetris.
  • Candrasa berukuran besar dan tergolong sangat pipih. Ukuran candrasa terbesar ditemukan berukuran lebar tajaman mencapai 133,7 cm dan yang terkecil berukuran 37 cm.
  • Kapak candrasa berisi ukiran dan hiasan. Kebanyakan hiasan yang ditemukan berbentuk burung dengan paruh yang runcing dan kaki yang mencengkeram candrasa.
  • Pada tangkainya, biasanya memiliki hiasan dengan pola geometris seperti pilin, tangga dan garis.

Fungsi Candrasa

Penemuan kapak peninggalan masa logam perunggu dibagi dan digolongkan menjadi dua jenis yaitu kapak corong atau kapak sepatu dan kapak upacara.

Kapak candrasa ini digolongkan sebagai kapak corong namun juga kapak upacara. Hal ini dikarenakan fungsinya yang digunakan hanya untuk keperluan kegiatan upacara dan bukan untuk memenuhi dan membantu kehidupan sehari-hari.

Kapak candrasa ini juga dijelaskan oleh peneliti termasuk sebagai sarana kebesaran yang menunjukkan derajat seseorang.

Candrasa ini tidak dimiliki oleh sembarang orang dan hanya dimiliki oleh ternama dan terkemuka seperti kepala suku atau pemimpin suatu kelompok. Karena tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maka beberapa peneliti menggolongkan candrasa ini ke dalam kelompok kapak upacara.

Fakta Tentang Candrasa

Berikut fakta-fakta yang didapat jika membahas mengenai candrasa:

  • Candrasa tergolong bentuk peninggalan dari masa logam tepatnya logam perunggu.
  • Candrasa memiliki ukiran yang halus dan rinci untuk digolongkan sebagai peninggalan masa lampau.
  • Candrasa ialah bukti sejarah zaman logam yang digolongkan sebagai kapak corong karena bentuknya. Namun jika dicermati berdasarkan kegunaannya, beberapa peneliti menggolongkannya sebagai kapak upacara karena kegunaan kapak ini tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari namun hanya pada kegiatan upacara tertentu.
  • Tidak semua orang dapat memiliki kapak jenis candrasa ini.
  • Kapak candrasa dikatakan sebagai bentuk kebesaran dan bahkan dikabarkan pernah dipakai oleh Raja dari Alengka.

Kesimpulan Pembahasan

Candrasa adalah bukti sejarah peninggalan yang berasal dari zaman logam. Dimana candrasa ini terbuat dari logam namun pembuatannya masih terbatas karena material bahan yang digunakan untuk membuat candrasa merupakan bahan pilihan dan jumlahnya terbatas.

Candrasa memiliki ciri khas dimana kedua ujung mata kapaknya tidak seimbang atau asimetris sehingga salah satu ujung lebih panjang dan sisi lainnya lebih pendek.

Candrasa merupakan kapak yang digunakan sebagai sarana upacara dan tidak digunakan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari.

Meskipun penemuannya tidak dalam jumlah banyak, namun penyebaran candrasa digolongkan menyebar dengan cukup baik dan luas bahkan hampir mencapai seluruh wilayah di Indonesia. Kini beberapa candrasa telah disimpan di berbagai museum sebagai bentuk kekayaan sejarah Indonesia.

fbWhatsappTwitterLinkedIn