5 Contoh Bentuk Mobilitas Sosial Horizontal dan Vertikal

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Mobilitas sosial merujuk pada perpindahan posisi sosial seseorang dalam masyarakat. Ada dua jenis mobilitas sosial yang dikenal: mobilitas sosial horizontal dan mobilitas sosial vertikal. Semuanya dibedakan dari dampak negatif dan positif mobilitas sosial setiap jenis.

Mobilitas sosial horizontal adalah perpindahan posisi sosial seseorang dari satu kelas sosial ke kelas sosial lain yang setara. Misalnya, seseorang yang berasal dari kelas menengah yang kemudian naik ke kelas menengah atas. Ini bisa dicapai melalui karir atau usaha yang sukses, atau melalui perubahan dalam pendidikan atau kualifikasi.

Sedangkan mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan posisi sosial seseorang dari satu tingkat sosial ke tingkat yang lebih tinggi atau lebih rendah. Misalnya, seseorang yang berasal dari kelas bawah yang kemudian naik ke kelas menengah atau sebaliknya. Ini bisa dicapai melalui karir atau usaha yang sukses, atau melalui perubahan dalam pendidikan atau kualifikasi.

Kedua jenis mobilitas sosial ini penting dalam masyarakat karena mereka menunjukkan tingkat kesempatan yang ada bagi individu untuk meningkatkan status sosial mereka. Mobilitas sosial yang tinggi menunjukkan tingkat kesempatan yang lebih tinggi bagi individu untuk meningkatkan posisi sosial mereka, sementara mobilitas sosial yang rendah menunjukkan tingkat kesempatan yang lebih rendah.

Namun demikian, mobilitas sosial tidak selalu mengarah pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, kesehatan, atau kualitas hidup yang lebih baik bagi individu yang mengalami perpindahan posisi sosial. Selain itu, mobilitas sosial juga dipengaruhi oleh faktor pendorong dan penghambat mobilitas sosial seperti ras, etnis, jenis kelamin, orientasi seksual, dan identitas gender.

Contoh Bentuk Mobilitas Sosial Horizontal

  • Peningkatan Kualifikasi

Contoh lain mobilitas horizontal dan vertikal adalah seorang pekerja di sektor industri yang berhasil meningkatkan kualifikasinya dan memperoleh pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi. Ini merupakan contoh mobilitas sosial horizontal karena perpindahan tersebut dari satu posisi yang setara (pekerja di sektor industri) ke posisi yang setara (pekerja di sektor industri dengan gaji yang lebih tinggi) dalam dunia kerja.

Pekerja di sektor industri yang berhasil meningkatkan kualifikasinya dan memperoleh pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi mungkin meningkatkan pendapatannya, memperoleh kesempatan untuk mengembangkan karirnya dan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas sosial horizontal dapat meningkatkan kesempatan individu untuk meningkatkan posisi sosial dan ekonomi mereka.

  • Perpindahan Lokasi

Contoh mobilitas sosial horizontal dimana perpindahan penduduk yang berupa perubahan lokasi. Contohnya adalah seorang pekerja yang pindah dari kota ke kota lain untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Ini merupakan contoh mobilitas sosial horizontal karena perpindahan tersebut dari satu posisi yang setara (pekerja di kota A) ke posisi yang setara (pekerja di kota B) dalam dunia kerja.

Pekerja yang pindah dari kota ke kota lain untuk mencari pekerjaan yang lebih baik mungkin meningkatkan pendapatannya, memperoleh kesempatan untuk mengembangkan karirnya dan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Contoh Bentuk Mobilitas Sosial Vertikal

  • Peningkatan Status Sosial

Salah satu contoh mobilitas sosial vertikal adalah seorang anak dari keluarga miskin yang berhasil lulus dari sekolah dan kemudian mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang baik. Ini merupakan contoh mobilitas sosial vertikal karena perpindahan tersebut dari satu tingkat sosial yang lebih rendah (keluarga miskin) ke tingkat yang lebih tinggi (pekerja dengan gaji yang baik).

Anak dari keluarga miskin yang berhasil lulus dari sekolah dan kemudian mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang baik mungkin meningkatkan pendapatannya, memperoleh kesempatan untuk mengembangkan karirnya dan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas sosial vertikal dapat meningkatkan kesempatan individu untuk meningkatkan posisi sosial dan ekonomi mereka.

  • Peningkatan Jabatan Kerja Kantoran

Salah satu contoh bentuk mobilitas sosial horizontal adalah pekerja kantoran yang berpindah dari posisi staf ke posisi manajer. Ini merupakan contoh mobilitas sosial horizontal karena perpindahan tersebut dari satu posisi yang setara (staf) ke posisi yang setara (manajer) dalam hierarki organisasi.

Pekerja kantoran yang berpindah dari posisi staf ke posisi manajer mungkin meningkatkan gajinya, mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar, dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan karirnya. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas sosial horizontal dapat meningkatkan kesempatan individu untuk meningkatkan posisi sosial dan ekonomi mereka.

Selanjutnya adalah seorang pelaku bisnis yang berhasil meningkatkan perusahaannya dari skala kecil menjadi perusahaan besar. Ini merupakan contoh mobilitas sosial horizontal karena perpindahan tersebut dari satu tingkat ke tingkat yang setara dalam dunia bisnis.

Pelaku bisnis yang berhasil meningkatkan perusahaannya dari skala kecil menjadi perusahaan besar mungkin meningkatkan pendapatannya, memperoleh kekayaan yang lebih besar, dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas sosial horizontal dapat meningkatkan kesempatan individu untuk meningkatkan posisi sosial dan ekonomi mereka.

fbWhatsappTwitterLinkedIn