Geografi

Ketahui Contoh Fenomena Geosfer

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pernahkah kamu mengamati lingkungan di sekitarmu? Kadang kita melihat kejadian bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi yang menimbulkan korban jiwa. Kadang juga kita melihat tetangga yang menikah atau tetangga lain yang akan pindah rumah.

Semua peristiwa di atas, dipelajari secara mendalam sebagai geografi. Sedangkan fenomena yang disebutkan di atas, disebut dengan fenomena geosfer.

Fenomena geosfer merupakan suatu objek kajian yang dipelajari dalam ilmu geografi. Pengertian dari fenomena geosfer adalah segala bentuk kejadian alam yang berkaitan dengan unsur geosfer, yakni atmosfer, litosfer, biosfer, antroposfer, dan hidrosfer.

Ada banyak contoh fenomena geosfer yang terjadi di bumi. Beragam contoh tersebut sudah dirangkum dalam penjelasan di bawah ini.

Contoh Fenomena Geosfer

Fenomena geosfer terbagi dalam lima pokok kajian, yaitu biosfer, hidrosfer, atmosfer, litosfer, dan antroposfer. Berikut adalah penjelasan dan contoh dari masing-masing fenomena.

Biosfer

Biosfer merupakan bagian luar dari planet bumi. Meliputi udara, air, dan daratan yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik untuk berlangsung.

Jika dilihat dari pengertian geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan semua makhluk hidup serta hubungan antara mereka. Hingga saat ini, bumi menjadi satu-satunya planet dalam tata surya yang bisa dihuni oleh makhluk hidup.

Fenomena biosfer sangat lekat dengan kehidupan di sekitar kita. Fenomena ini meliputi: 

  • Persebaran flora dan fauna. Contohnya harimau di Jawa, kanguru di Australia, dan unta yang hidup di gurun Arab.
  • Keragaman bahan pangan. Perbedaan bahan pangan juga termasuk fenomena biosfer. Misalnya Belanda adalah penghasil gandum, sehingga makanan pokok penduduknya adalah roti gandum. Berbeda dengan Indonesia yang merupakan negara tropis dengan penghasilan padi.
  • Kepunahan hewan atau tumbuhan. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Misalnya perubahan suhu bumi yang ekstrim, perusakan habitat hewan oleh manusia, dan serangan penyakit.

Hidrosfer

Hidrosfer ialah lapisan air yang memenuhi permukaan bumi. Istilah hidrosfer berasal dari dua kata, yakni “hidros” yang berarti air, dan “sphere” yang bermakna lapisan. Jika digabung, istilah ini berarti lapisan air.

Ragam hidrosfer di bumi mencakup danau, sungai, laut, air tanah, uap air, dan salju. Sederhananya segala hal yang berkaitan dengan unsur air merupakann hidrosfer.

Fenomena geosfer yang terkait dengan hidrosfer pun banyak terjadi di sekeliling kita. Contohnya sebagai berikut:

  • Adanya salju di puncak pegunungan Jaya Wijaya, Papua. Fenomena ini tergolong langka, sebab Indonesia adalah negara tropis. Sedangkan umumnya, salju hanya terletak di wilayah bumi dengan iklim sub-tropis.
  • Danau tiga warna di NTT. Fenomena unik ini merupakan hasil perubahan warna yang terjadi karena pengaruh cahaya matahari dan kandungan mineral dalam danau tersebut.
  • Terjadinya air pasang dan air surut di laut. Kejadian ini dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi.

Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan yang memproteksi planet-planet di tata surya dari sinar radiasi matahari. Termasuk bumi. Fungsi dari lapisan ini adalah mencegah suhu ekstrem di bumi antara siang dan malam, sehingga makhluk hidup di dalamnya bisa hidup dengan baik.

Lapisan atmosfer bumi terdiri atas nitrogen, oksigen, argon, karbondioksida, dan uap air. Bumi memiliki 5 lapisan atmosfer yakni troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer.

Fenomena yang terjadi di atmosfer antara lain:

  • Perubahan musim. Seperti musim hujan dan musim kemarau di negara tropis. Dan musim salju di negara sub tropis.
  • Aurora. Fenomena langit yang memancarkan cahaya indah ini hanya bisa ditemukan di kutub utara dan kutub selatan saja. Aurora adalah hasil interaksi medan magnetik bumi dengan partikel bermuatan yang dipancarkan matahari.
  • Munculnya pelangi setelah hujan. Pelangi adalah pembiasan dari sinar matahari dan titik air hujan.

Litosfer

Litosfer diambil dari dua kata dalam Bahasa Yunani. Yakni “Lithos” yang berarti berbatu dan “sphere” yang berarti lapisan.

Litosfer adalah lapisan terluar dari struktur bumi. Meliputi kerak bumi dan lapisan paling atas dari mantel bumi. Sesuai arti katanya, litosfer mencakup segala bentuk daratan bumi termasuk bebatuan.

Lapisan litosfer mempunyai 2 tipe. Yaitu litosfer benua yang berhubungan dengan kerak benua dan litosfer samudera yang berhubungan dengan kerak samudera.

Contoh dari fenomena litosfer adalah sebagai berikut:

  • Erosi. Baik erosi akibat angin, air, es, ataupun aktivitas makhluk hidup di dalam tanah.
  • Longsor. Umumnya longsor diakibatkan oleh erosi air hujan di lereng tanah pegunungan. Sehingga bagian bawah lereng menjadi rapuh.
  • Gempa bumi akibat pergerakan lempeng tektonik. Misalnya gempa bumi di Yogyakarta pada 2006 dan Gempa Donggala-Palu pada 2018.

Antroposfer

Antroposfer adalah kajian geografi yang membahas manusia dan budayanya. Lapisan ini menjadi tema sentral dalam ilmu geografi. Fenomena geosfer dalam antroposfer bisa ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh fenomena dan gejala antroposfer antara lain sebagai berikut:

  • Keragaman suku dan budaya yang ada di satu wilayah
  • Terjadinya perpindahan penduduk seperti transmigrasi dan urbanisasi
  • Terjadinya pernikahan, kematian, dan kelahiran di tengah masyarakat.
  • Naiknya angka pengangguran karena pengaruh ekonomi global

Itulah penjelasan tentang fenomena geosfer beserta contohnya. Semoga bermanfaat.