Bahasa Indonesia

6 Contoh Teks Eksplanasi tentang Hewan

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Teks eksplanasi adalah sebuah teks yang menjelaskan sebuah peristiwa terjadi, baik itu peristiwa alam, peristiwa sosial, peristiwa budaya, atau ilmu pengetahuan lainnya. Pada dasarnya teks eksplanasi ini menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Adapun struktur teks eksplanasi berisi (1) penyataan umum yang berisi definisi peristiwa, atau awal penyebab sebuah peristiwa terjadi, (2) urutan fenomena, yang berisi urutan terjadinya peristiwa berdasarkan hubungan sebab akibat, dan (3) interpretasi, yang berisi simpulan penulis yang sifatnya opsional yakni boleh ada dan boleh juga tidak dicantumkan.

Pada kesmpatan kali ini, kita akan membahas teks eksplanasi tentang hewan-hewan unik di sekitar kita. Simak contohnya berikut ini.

Panda

Mengapa Panda Berwarna Hitam Putih?

Seperti yang kita ketahui, panda memiliki bulu yang berwarna hitam dan putih. Warna ini ternyata memiliki fungsi tertentu. Menurut pada peneliti, kedua warna tersebut muncul sebagai bentuk adaptasi dan evolusi panda untuk dapat bertahan di lingkungan yang ekstrim.

Warna putih dalam tubuh panda terletak di bagian wajah, leher, tengkuk, punggung, perut, dan bokongnya bertujuan sebagai alat kamuflase untuk menyembunyikan diri dari predator di lingkungan bersalju dan di tempat yang gelap. Sementara pada bagian bahu dan kaki berwarna hitam untuk beradaptasi di lingkungan yang lebih teduh.

Warna hitam pada tubuhnya digunakan sebagai alat komunikasi dengan panda lainnya. Warna hitam pada mata panda digunakan untuk membantu panda dalam mengenali kawanannya. Peneliti mempercayai bahwa warna hitam merupakan lambang pengakuan individu kepada kawanannya dan lambang keganasan sebagai peringatan kepada kompetitornya.

Ubur-ubur

Hewan Berbahaya Meski Sudah Mati

Salah satu hewan unik dan mematikan adalah ubur-ubur. Hal ini karena walaupun dalam keadaan sudah mati, ubur-ubur masih bisa menyengat. Ubur-ubur merupakan hewan yang tubuhnya transparan dan memiliki tentakel. Tentakel pada ubur-ubur digunakan sebagai bentuk perlindungan diri dengan mengeluarkan sengatan.

Menurut peneliti, walaupun dalam keadaan otak yang mati, ubur-ubur masih dapat menyengat dan bahanyanya sama ketika terkena sengatan ketika masih hidup. Hal ini karena nematosis pada tentakel dan tubuh ubur-ubur masih tetap aktif, meskipun sudah mati.

Bintang Laut

Bintang Laut tidak Memiliki Otak dan Darah

Meskipun hidup di laut, bintang laut bukan termasuk jenis ikan. Bintang laut memiliki, mata, lengan, dan kaki yang jumlahnya ratusan, tetapi tidak memiliki otak dan darah.

Sebagai pengganti darah, bintang laut memompa air laut ke dalam tubuhnya. Air laut yang banyak mengandung zat nutrisi membuat organ tubuhnya bekerja dengan baik. Walaupun tidak memiliki otak, bintang laut merupakan hewan yang cukup pintar untuk mencari makanan dan menghindarkan dirinya dari predator.

Meski tergolong hewab yang lambat dalam bergerak, bintang laut dilindungi penutup yang keras dengan duri di permukaannya sehingga dapat melindungi diri dari predator. Selain itu, kemampuannya dalam meregenerasi tubuh juga membantunya selamat dari predator yang mengancam.

Terumbu Karang

Terumbu Karang adalah Hewan, bukan Tumbuhan

Banyak orang salah sangka jika terumbu karang merupakan tumbuhan, padahal terumbu karang merupakan hewan jenis Cnidaria. Cnidaria merupakan hewan dengan tubuh sederhana yang ditemukan di perairan, terutama di laut. Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang anatomi tubuhnya sangat serhana dan dikenal memiliki sel penyengat.

Terumbu karang tidak tergolong sebagai tumbuhan karena sel polip pembentuknya tidak sama seperti sel pada tumbuhan. Sel polip pada tumbuhan memiliki ciri struktur yang kaku dan mengandung kloroplas. Terumbu karang masuk ke dalam Kingdom Animalia kategori invertebrata atau hewan tanpa tulang belakang.

Bentuk paling sederhana dari terumbu karang terdiri dari satu polip saja dengan mulut di bagian atas dan dikelilingi dengan tentakel. Namun, satu polip dapat berkembang menjadi banyak individu dan menjadi sebuah koloni. Dalam ekosistem laut, terumbu karang merupakan habitat bagi spesies lain seperti tumbuhan laut dan hewan laut.

Beruang Kutub

Mengapa Beruang Kutub Berwarna Putih?

Jika kita melihat beruang kutub, pasti kita akan melihat bahwa bulu beruang kutub berwarna seputih salju. Padahal, warna kulit beruang kutub yang sebenarnya adalah berwarna hitam dan bulunya berwarna transparan.

Faktanya, bulu beruang kutub terlihat berwarna putih karena terpapar sinar matahari. Bulu beruang kutub terdiri dari dua lapisan. Lapisan luarnya melindungi lapisan dibawahya. Oleh karena itu, beruang kutub dapat menghangatkan tubuhnya di suhu yang sangat dingin.

Dikutip dari Kompas.com, bulu beruang kutub mengandung keratin tanpa pigmen sehingga transparan atau tidak berwarna. Bulu beruang kutub rongga. Rongga inilah yang menciptakan ilusi optik karena cahaya matahari yang diserap, dipantulkan kembali dan menimbulkan hamburan cahaya yang berwarna putih seperti salju.

Bulu beruang kutub dapat berubah sewaktu-waktu. Saat senja, bulunya akan berwarna kemerahan karena cahaya yang berwarna kemerahan. Jika di daerah yang hijau, maka akan terlihat hijau karena pantulan cahaya hijau disekitarnya.

Cheetah

Cheetah, Hewan Tercepat di Daratan

Cheetah adalah hewan tercepat di daratan. Hewan yang masih tergolong keluarga dari kucing ini memiliki kaki yang kurus dan kepala yang kecil, serta rongga dada yang pipih dan panjang sehingga meminimalisasi ketahanan udara saat berlari. Jantung dan paru-parunya yang besar membuatnya dapat bernapas dalam dan cepat selama berlari.

Selain itu, ekornya berfungsi untuk menyeimbangkan tubuhnya sehingga dapat berbelok cepat dan tajam ketika berlari. Namun, cheetah tidak mampu berlari terlalu lama karena jantungnya yang terus bekerja untuk memompa darah dengan cepat selama berlari.

Kondisi tubuhnya yang panas setelah berlari dengan cepat menyebabkannya harus beristirahat sebelum memakan mangsanya. Oleh karena itu, ketika ada hewan lain yang lebih besar, cheetah seringkali menyerahkan makannya karena tidak mampu melawan.