TI

Data Governance: Pengertian, Tujuan dan Manfaat

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pengertian Data Governance

Data governance adalah kumpulan proses, peran, kebijakan, standar, dan metrik yang memastikan penggunaan informasi yang efektif dan efisien untuk mendukung organisasi dalam mencapai tujuannya.

Data governance menetapkan proses dan tanggung jawab yang dapat menciptakan kualitas dan keamanan data yang digunakan pada seluruh bisnis.

Tujuan Data Governance

  • Menciptakan pengambilan keputusan yang lebih baik
  • Mengurangi masalah operasional
  • Melindungi kebutuhan data pemangku kepentingan
  • Melatih manajemen dan staf untuk menggunakan cara yang umum pada masalah data
  • Membangun standar dan proses yang berulang
  • Mengurangi biaya dan meningkatkan efektivitas melalui koordinasi
  • Memastikan transparansi proses

Manfaat Data Governance

  • Data governance yang dikelola menggunakan cara yang konsisten.
  • Data governance menciptakan rencana yang mempertimbangkan keakuratan, kelengkapan, dan konsistensi data.
  • Data governance menggunakan kode etik dan praktik terbaik dalam manajemen data.
  • Kerangka data governance membutuhkan data yang terpercaya, terdokumentasi dengan baik, dan mudah ditemukan di dalam organisasi, serta disimpan dengan aman.

Tantangan Data Governance

  • Kurangnya Data Leadership
  • Memahami nilai bisnis pada Data Governance
  • Dukungan dan pemahaman manajemen senior dan sponsor
  • Anggaran dan kepemilikan
  • Kurangnya dokumentasi data

Framework

1. Metode top-down: fokus pada kontrol data

Metode top-down adalah pendekatan yang terpusat pada data governance, yaitu bergantung pada tim kecil professional data yang menggunakan metodologi yang terdefinisi dengan baik.

Prosesnya berfokus pada pemodelan dan tata kelola data. Kemudian data disebarkan untuk seluruh organisasi sebagai analitik.

2. Metode bottom-up: fokus pada akses data

Sebaliknya, metode bottom-up berfokus pada kecepatan saat mengelola data. Jika metode top-down dimulai dengan pemodelan data dan tata kelola, pendekatan bottom-up dimulai dengan data mentah.

Setelah data mentah diproses, struktur di atas data dapat dibuat dan kontrol kualitas data, aturan-aturan keamanan, dan kebijakan dapat diterapkan.

3. Kerangka kerja data governance kolaboratif

Framework ini memiliki prinsip bahwa bekerja dengan data dengan sebuah tim sangat penting. Kerangka kerja kolaboratif dapat diskalakan, sehingga akan semakin banyak sumber data yang digunakan oleh semua orang dalam organisasi.

Prinsip Data Governance

Akuntabilitas

Akuntabilitas harus diterapkan di seluruh organisasi. Untuk memastikan akuntabilitas lintas organisasi, Anda harus membentuk tim yang terdiri dari perwakilan dari semua departemen termasuk eksekutif.

Tim yang baru dibentuk nantinya akan membuat prosedur dan kebijakan data yang akan diterapkan di seluruh organisasi dan akan memiliki wewenang untuk memastikan bahwa prosedur dan kebijakan tersebut dipenuhi dengan tepat.

Aturan yang Terstandarisasi

Setiap proses data governance perlu mematuhi aturan untuk melindungi data dan untuk memastikan bahwa digunakan sesuai dengan regulasi eksternal yang relevan. Aturan dan regulasi yang terstandarisasi ini adalah pedoman untuk semua aspek penggunaan data.

Standar Kualitas Data

Untuk membuat keputusan bisnis yang efektif, sangat penting untuk dapat memanfaatkan data yang berkualitas tinggi dan dapat dipercaya.

Dalam meningkatkan kualitas data bisnis, tim harus menetapkan standar kualitas data. Standar-standar tersebut harus dapat memastikan bahwa kualitas data dapat diukur dan dicatat, dan seluruh organisasi harus memahami dan mematuhi standar-standar tersebut.

Transparansi

Transparansi akan dapat melindungi organisasi jika terjadi pelanggaran data dan juga akan dapat digunakan sebagai proses pembelajaran seperti bagaimana cara data digunakan di pada bisnis atau organisasi.

Tools Data Governance

Setelah menetapkan tujuan data governance yang akan dilakukan, langkah yang juga sangat penting adalah mencari dan menetapkan tools yang akan digunakan sesuai dengan kerangka kerja dan operasi data:

  • Oracle
  • Collibra
  • Ataccama
  • Talend
  • Io-Tahoe
  • Alation
  • IBM
  • Claravine
  • Informatika
  • Segment

Implementasi Data Governance

Berikut ini adalah beberapa langkah untuk mengimplementasikan data governance yang perlu dilakukan secara bertahap:

Fase 1: Menjawab beberapa pertanyaan dasar

Sebagai dasar untuk tata kelola data, penting untuk memulai dari yang paling dasar dengan menjawab pertanyaan berikut:

Why?

Organisasi harus terlebih dahulu menentukan visi dan misi dari rencana tata kelola datanya. Organisasi juga harus menentukan tujuan program tata kelola data, misalnya untuk meningkatkan pendapatan, pengambilan keputusan yang lebih baik, atau transparansi.

Selain itu perlu juga untuk menentukan bagaimana mengukur keberhasilan program yang akan dijalankan.

Who?

Pastikan untuk mengetahui dan menentukan siapa yang akan bertanggung jawab untuk berbagai tugas dalam implementasi kerangka data governance.

How?

Tim juga perlu memulai dengan menganalisis aset data organisasi yang tersedia saat ini. Oleh karena itu, tim data governance harus memilih beberapa aset data secara spesifik untuk nantinya disertakan dalam kerangka kerja.

Fase 2: Implementasi Rencana Data Governance

Langkah 1: Memastikan ketersediaan data

Langkah 2: Memastikan integritas data untuk menerapkan data governance

Langkah 3: Menegakkan akuntabilitas dan kepatuhan terhadap kebijakan data

Langkah 4: Umpan balik dan pemantauan secara berkelanjutan