4 Faktor Perusahaan Melakukan Rebranding

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Secara umum, bisa dikatakan bahwa rebranding merupakan sebuah strategi pemasaran yang jarang sekali dilakukan oleh suatu perusahaan, kalau pun dilakukan pasti didasari dengan suatu permasalahan yang memaksa perusahaan untuk melakukan branding ulang atau pengenalan produk dengan cara baru ke publik.

Rebranding merupakan pengenalan ulang dari suatu produk ataupun brand yang sebelumnya telah ada, namun mengalami beberapa pembaruan dan perombakan lagi, seperti pengenalan kembali logo, konsep, dan nama produk tersebut yang baru.

Sehingga produk ataupun brand tersebut bisa terlihat lebih baru dan lebih segar dibandingkan dengan produk sebelumnya. Hal ini juga bisa dilakukan untuk mengubah atau memperbarui citra produk di mata konsumen.

Lalu apa yang menjadi alasan perusahaan melakukan rebranding terhadap produknya? Berikut merupakan pemaparan mengenai alasan suatu perusahaan melakukan rebranding yang perlu diketahui.

Mengubah Target Pasar

Salah satu alasan yang mendasari sebuah perusahaan melakukan rebranding adalah untuk mengubah target pasar. Hal ini bukan berarti perusahaan melakukan kesalahan dalam menetapkan target pasar pada produknya itu sebelumnya, namun kali ini sebuah perusahaan hanya ingin untuk memperluas target pemasarannya mungkin dibandingkan yang sebelumnya.

Tidak hanya itu, agar produknya juga bisa tepat sasaran bisa saja sebuah perusahaan memutuskan untuk bisa mengerucutkan lagi target pemasarannya itu. Sehingga produknya bisa dengan mudah mencapai konsumen yang memang sudah ditargetkan.

Hal ini tentunya disesuaikan kembali dengan tujuan dari produk tersebut serta mempertimbangkan kembali tingkat kebutuhan konsumen lagi. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa tingkat kebutuhan dari konsumen semakin lama semakin meningkat pula.

Oleh karenanya hal ini juga bisa menjadi alasan bagi perusahaan untuk mengubah kembali konsep produknya.

Munculnya Pasar Baru

Selain untuk bisa mengubah target pasar yang sebelumnya telah ditetapkan, adanya rebranding ini juga bisa digunakan untuk mengadaptasikan produk ataupun brand pada target pasar yang baru. Hal ini seringkali terjadi pada perusahaan yang memutuskan untuk menjual produk atau brandnya juga pada negara lain, atau cabang yang lainnya selain toko pusat yang utama.

Untuk bisa menyesuaikan dengan bahasa, perusahaan bisa saja untuk melakukan branding ulang terhadap produk ataupun brandnya hanya untuk menarik perhatian dari konsumen tentunya.

Mengembalikan Citra Produk

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa strategi pemasaran rebranding ini bisa juga dimanfaatkan oleh pihak perusahaan untuk mengubah pandangan konsumen terhadap produk. Hal ini tentunya berkaitan dengan citra produk.

Entah karena citra dari produk atau brand yang sebelumnya telah rusak atau bagaimana, hal ini menjadi pertimbangan perusahaan untuk kembali membranding ulang produknya. Tentunya dengan konsep dan karakteristik yang berbeda.

Hal ini dilakukan untuk bisa mengalihkan asumsi konsumen dari brand yang sebelumnya. Sehingga konsumen bisa lebih mudah untuk mengubah cara pandangnya itu.

Adanya Perubahan Kepemilikan Bisnis

Tentunya tidak ada yang bisa menebak mengenai perkembangan dari keuangan perusahaan dan perkembangan dari perusahaan tersebut kedepannya. Hal ini memungkinkan untuk perusahaan nantinya mengalami perubahan atas kepemilikannya ataupun terjadi akuisisi dengan pihak perusahaan lainnya.

Sehingga untuk menghilangkan karakteristik dari kepemimpinan yang sebelumnya, perusahaan yang baru akhirnya memutuskan untuk melakukan rebranding atau bisa dibilang memperkenalkan brand atau produk tersebut secara baru. Sehingga bisa dikenal dengan citra yang baru pula.

fbWhatsappTwitterLinkedIn