Daftar isi
Pada awal kemerdekaan, Indonesia mengalami permasalahan disintegrasi. Timor Timur yang seharusnya menjadi wilayah Indonesia, tiba tiba memilih untuk berdiri sendiri sebagai sebuah negara merdeka. Indonesia terus berupaya untuk dapat membuat Timor Timur kembali ke pangkuan NKRI.
Timor Timur pernah menjadi bagian dari wilayah Indonesia dalam jangka waktu 23 tahun, melalui proses integrasi. Berikut yang melatarbelakangi pengintegrasian tersebut.
Timor Timur di Bawah Kolonialisme Portugis
Pulau Timor merupakan bagian dari wilayah indonesia. Lebih tepatnya berada dalam kekuasaan kerajaan di Kepulauan Maluku. Dalam perkembangannya, Maluku berhasil di kuasai oleh pihak VOC.
Sehingga Pulau Timor dibagi menjadi 2 kekuasaan. Pulau Timor sebelah timur menjadi wilayah kekuasaan Portugis. Sedangkan, Pulau Timor yang berada di barat dibawah kekuasaan Belanda (VOC) yang disebut dengan Timor Barat.
Kolonialisme Portugis yang terjadi selama kurang lebih empat abad. Saat pasukan jepang mulai berkuasa di Indonesia.
Jepang mampu merebut Timor Timur dari Belanda. Hal tersebut didukung dengan rakyat Timor Timur yang menerima Jepang dengan tangan terbuka. Namun, dalam perkembangannya jepang hanya menimbulkan kesengsaraan terhadap rakyat Timor Timur.
Pada tahun 1962, portugis berhasil mengambil Timor Timur.Timor Timur dijadikan sebagai salah satu provinsi di portugis yang berada di seberang lautan.
Dalam penguasaannya tersebut, Portugis mulai membentuk polisi rahasia serta partai politik. Partai Politik itu diberi nama Uni Nasional.
Adanya Revolusi Bunga
Revolusi bunga atau revolusi Anyelir ialah peristiwa pergantian kekuasaan di portugis. Dalam revolusi tersebut kelompok militer yang berhaluan sosialis berhasil mengalahkan kelompok fasis yang pernah berkuasa.
Pasukan militer yang terlibat dalam revolusi tersebut menaruh bunga anyelir pada selaras senjatanya.
Hal itu yang menyebabkan revolusi ini disebut revolusi bunga. Dampak dari revolusi tersebut antara lain, adanya penghapusan status koloni di wilayah jajahan Portugis. Sebab pemerintah Portugis beranggapan bahwa daerah yang sedang dilanda konflik hanya dapat menambah beban.
Dengan hal itu, Timor Timur mengalami dekolonialisme dan berhasil meraih kebebasan.
Upaya integrasi yang dilakukan Indonesia untuk mendapatkan Timor Timur, melalui beberapa tahapan. Berikut proses integrasi Timor Timur
Dinamika Politik Pasca Revolusi Bunga
Kebebasan Timor Timur mendorong lahirnya berbagai partai politik. Partai UDT menghendaki agar Timor Timur tetap berada di bawah Portugis.Sedangkan Partai frentlin menghendaki Timor Timur untuk menjadi negara merdeka.
Partai tersebut menghendaki penuh kemerdekaan rakyat Timor Timur. Sementara itu, partai apodeti,kota, serta trabalhista menghendaki Timor Timur untuk bergabung dengan Indonesia.
Pembicaraan Antara Indonesia dengan Portugis
Presiden Soeharto menyatakan keinginannya untuk menarik timor timur sebagai bagian NKRI pada 8 Oktober 1974. Pernyataan tersebut disambut oleh pihak Portugis. Pihak Portugis memutuskan untuk melakukan petemuan.
Dalam pertemuan tersebut Presiden Soeharto menegaskan bahwa Indonesia tidak berambisi terhadap Timor timur. Dan mendukung penuh kebijakan dekolonialisasi Portugis.
Konflik di Timor Timur
Perundingan antara Portugis, indonesia dan perwakilan politik Timor Timur memicu terjadinya perang sipil. Perang sipil tersebut terjadi akibat perselisihan partai politik Timor Timur.
Sehingga dalam perkembangannya, partai Frentilin memutuskan untuk memproklamasikan kemerdekaan Timor Timor.
Namun, proklamasi kemerdekaan itu tidak diakui oleh dunia internasional. Sedangkan, kelompok yang pro integrasi memilih untuk menyatakan Timor Timur sebagai bagian Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam Deklarasi Balibo.
Operasi Militer di Timor Timur
Operasi militer yang dilakukan oleh Indonesia ini mendapat dukungan Australia dan AS. Dukungan tersebut berkaitan dengan upaya pencegahan komunisme di Asia. Pemerintah Indonesia juga mengkhawatirkan hal tersebut.
Kecemasan akan masuknya komunisme ke Timor Timur,menjadi faktor dilakukannya operasi militer. Operasi militer itu dilakukan secara bertahap. Operasi tersebut terdiri atas operasi komodo, operasi flamboyan, serta operasi seroja.
Pembentukan Provinsi Timor Timur
Kepala pemerintah sementara Timor Timur mengajukan petisi terhadap pemerintah Indonesia. Petisi tersebut berisi pengajuan integrasi Timor Timur ke Indonesia tanpa referendum. Pemerintah pun menyambut baik pengajuan tersebut.
Dan secara resmi indonesia menerima Timor Timur sebagai provinsi di indonesia pada 17 Juli 1976.
Pembangunan Timor Timur
Sejak bergabungnya Timor Timur ke Indonesia. Indonesia memiliki tanggung jawab penuh terhadap penyelesaian permasalahan Timor Timur. Selain itu,pemerintah juga memulai pembangunan di segala sektor.
Di sektor pendidikan, pemerintah mulai membangun sekolah sekolah. Pemerintah Indonesia pun mendatangkan guru untuk mengembangkan pendidikan di Timor Timur. Hal tersebut juga dilakukan untuk memberantas buta huruf.
Integrasi Timor Timur pun dianggap berhasil. Namun, dalam perkembangannya imtegrasi di Timor Timur menemui masalah. Sehingga diadakan sebuah referendum untuk menyelesaikannya.
Hasil dari referendum tersebut, mayoritas dari rakyat Timor Timur menginginkan untuk berpisah dari Indonesia. Dan menghendaki berdirinya negara merdeka.
Dengan proses integrasi Timor Timur dengan Indonesia, menimbuan dampak signifikan baik bagi Indonesia maupun Timor Timur. Dampak tersebut hampir mempengaruhi seluruh bidang kehidupan. Berikut dampak integrasi Timor Timur.