Ekonomi

Jenis-Jenis Pinjaman

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pinjaman atau utang bagi pelaku bisnis adalah hal yang lumrah dan seringkali dibutuhkan dalam menjalankan operasional usaha. Pada umumnya, pinjaman ini diperlukan sebagai tambahan modal untuk mendirikan atau mengembangkan usaha.

Adapun yang dimaksud dengan pinjaman adalah utang yang disediakan baik oleh individu maupun lembaga atau institusi keuangan kepada debitur (pihak yang meminjam) dan biasanya disertai dengan bunga pinjaman dan jangka waktu pengembalian berdasarkan kesepakatan pinjaman yang telah ditentukan sebelumnya.

Saat ini, ada berbagai jenis pinjaman yang bisa menjadi pilihan bagi seseorang untuk mengajukan kredit usaha. Tiap jenis pinjaman tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Berikut ini adalah jenis-jenis pinjaman yang bisa menjadi pilihan pertimbangan pengajuan kredit usaha.

1. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Pada umumnya, pengajuan pinjaman harus menyertakan aset sebagai agunan atau jaminan berupa aset seperti sertifikat, BPKP, dan seminsalnya. Namun KTA yang merupakan singkatan dari Kredit Tanda Agunan memungkinkan bagi seorang nasabah untuk mengajukan pinjaman tanpa menyerahkan jaminan apapun.

KTA sendiri merupakan produk pinjaman yang diberikan oleh Bank untuk nasabahnya. Nasabah yang hendak mengajukan KTA cukup memenuhi persyaratan pengajuan dengan melampirkan dokumen-dokumen seperti identitas diri dan slip penghasilan.

Jenis pinjaman yang sudah dijamin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini memiliki tingkat suku bunga pinjaman berkisar antara 0,65% hingga 2,5% per bulan dengan plafon pinjaman bervariasi tergantung pada lembaga keuangan yang mengeluarkannya.

2. Kredit Multiguna (KMG)

Kredit Multiguna atau KMG merupakan jenis pinjaman yang mewajibkan debitur atau peminjam untuk menyertakan agunan atau jaminan ketika ingin mengajukan kredit atau pinjaman. Adapun besarnya plafon pinjaman yang diperoleh akan dipertimbangkan berdasarkan taksiran harga agunan yang dijadikan jaminan. Sehingga, semakin besar nilai jaminan yang diserahkan maka akan semakin besar pula jumlah pinjaman yang akan diterima.

3. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Kredit Usaha Rakyat atau KUR merupakan program pinjaman dari pemerintah  melalui Bank milik pemerintah untuk menyediakan pembiayaan bagi UMKMK (Usaha Mikro Kecil Menengah Dan Koperasi). Tujuan KUR sendiri adalah untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

4. Peer to Peer Lending (P2P Lending)

P2P Lending merupakan jenis pinjaman yang menghubungkan secara langsung debitur atau peminjam dengan kreditur atau yang memberi pinjaman tanpa melalui institusi keuangan seperti bank dan lembaga keuangan lainnya.

Saat ini jenis pinjaman P2P Lending semakin banyak menjadi pilihan bagi debitur untuk memperoleh pinjaman karena selain menawarkan akses yang mudah, plafon yang ditawarkan juga cukup bervariasi dengan suku bunga terjangkau.


5. Pegadaian

Salah satu instansi yang menawarkan jasa pinjaman lainnya adalah pegadaian atau yang sering juga disebut rumah gadai. Pegadaian merupakan lembaga yang menawarkan jasa pinjaman dana kepada masyarakat dengan jaminan benda, seperti emas, barang elektronik, atau benda lainnya yang bernilai. Besarnya pinjaman yang diterima tergantung pada taksiran nilai barang yang digadaikan.

Debitur diberi tenggat waktu untuk melunasi atau menebus barang yang digadaikannya dan apabila dalam rentang waktu tersebut debitur gagal untuk menebus barang gadainya, maka pihak pegadaian akan dijual atau dilelang.

Pegadaian sendiri ada yang merupakan pegadaian swasta dan ada pula pegadaian yang didirikan oleh BUMN atau milik pemerintah.


6. Pinjaman E-Commerce

Saat ini beberapa e-commerce yang ada di Indonesia juga telah menyediakan layanan pinjaman dana untuk para merchant atau seller yang membuka toko online yang ditujukan untuk pengembangan usaha seller di e-commerce yang bersangkutan.

Pengajuan pinjaman pada e-commerce juga cukup mudah dilakukan. Seller cukup mengajukan nominal pinjaman dan tenor pembayaran yang diinginkan, kemudian pihak e-commerce akan memberikan informasi tentang biaya pokok cicilan dan bunga yang harus dibayarkan tiap bulannya. Transparansi tersebut akan memudahkan seller untuk mengambil keputusan apakah akan mengambil pinjaman tersebut atau mengurungkannya.


7. Kartu Kredit

Kartu kredit merupakan salah satu instrumen pinjaman dana yang dikeluarkan oleh bank dan memiliki bunga serta jangka waktu pengembalian yang telah ditentukan.

Pada umumnya kartu kredit digunakan untuk melakukan pembayaran atas transaksi ekonomi, seperti pembelian atau pembelanjaan ataupun melakukan penarikan tunai.


8. Kredit Investasi

Kredit investasi adalah salah satu jenis pinjaman yang dikhususkan untuk modal usaha. Pinjaman jenis ini digunakan khusus untuk keperluan perluasan dan pengembangan usaha, seperti untuk pembukaan pabrik baru, pengadaan mesin, pembelian bahan baku, dan selainnya.

Pemberian kredit investasi ini, baik besaran plafon pinjaman yang ditawarkan maupun jangka waktu kreditnya, berbeda-beda tergantung pada kebijakan yang ditetapkan oleh pihak bank yang mengeluarkan. Untuk mengajukan kredit investasi, debitur perlu menyediakan beberapa dokumen pendukung seperti kartu identitas, SIUP, NPWP, Akta Pendirian Usaha, dan juga rekening tabungan.

9. Modal Ventura
Modal Ventura merupakan jenis pinjaman yang dikeluarkan dalam bentuk investasi. Pada Modal Ventura, kreditur akan memberikan pinjaman atau pembiayaan berupa penyertaan modal dengan perjanjian kerja sama dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Setidaknya, ada empat jenis modal usaha ventura yang bisa dipilih oleh debitur, yakni:

  • Equality Financing yang memberikan pembiayaan langsung,
  • Semi Equality Financing yang memberikan pinjaman sebagian dalam bentuk saham dan obligasi,
  • Mendirikan usaha baru, dan
  • Jenis bagi hasil yang pembagiannya telah disepakati di awal.


10. Kredit Modal Kerja (KMK)

Kredit Modal Kerja merupakan jenis pinjaman yang diberikan dengan tujuan untuk pengembangan sebuah usaha. Oleh karenanya, diantara syarat utama sebuah usaha bisa mengajukan pinjaman ini adalah telah memiliki izin usaha dan usahanya tersebut telah berjalan selama kurang lebih 1 tahun. KMK sendiri merupakan jenis pinjaman jangka pendek, yakni hanya selama setahun.